[jurnal] Penyambutan SAPPK 2010 dan Ramadhan 1431


FOKUS PMBR MuSA:

1. Acara rutin namun menyentuh.

Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw bersabda: “Lakukanlah [amalan-amalan] sesuai dengan kemampuanmu, karena Demi Allah, Allah tidak akan merasa bosan hingga kamu sendiri yang akan merasa bosan. Dan amalan-amalan yang paling disukai oleh-Nya adalah yang dilakukan oleh pelakunya secara terus-menerus.” (HR. Bukhari)

Ya, yang utama bukanlah yang besar dan megah tetapi insidental (hanya sekali saja) melainkan yang rutin dan istiqomah (menanjak naik, tidak stagnan) meskipun sederhana. Tidak mengapa acara besarnya sedikit, asalkan efektivitas dan efisiensi rekrutmennya tinggi. Jangan sampai yang ikutan acara PMBR hanya yang sudah faham saja, tetapi yang masih ammah pun harus terekrut. Buatlah alur yang baik untuk mereka, mulai dari kegiatan syiar, rekrutmen, hingga ke pembinaan lanjut.

Misalnya, dengan gerakan gerilya untuk masuk ke tiap kelas SAPPK 2010 setiap paginya untuk memipin mereka membaca doa dan tilawah al quran. Atau dengan mengadakan ‘mentoring’ tiap hari (atau minimal 2x sepekan, ingat: mentor harus memberikan waktunya 24 jam selama 7 hari untuk mentee), hanya saja bukan mentoring yang melingkar dan menyampaikan materi, melainkan kegiatan yang menyenangkan seperti: makan-makan, jalan keliling ITB, atau mencari permasalahan remaja di mall-mall (minimal dibuka dengan tilawah dulu). Atau propaganda ‘jilbab and koko day’ tiap hari Jumat.

Yang perlu diingat, mereka masih baru di ITB, kita bangun mindset pada diri mereka bahwa kegiatan yang Islami itu menyenangkan dan sudah biasa dilakukan di ITB selama ini.
Baca lebih lanjut

Jika Kau Cinta…


oleh: Ust. Aus Hidayat Nur

Katakanlah, “inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku-Mahasuci Allah-, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”

Saudaraku… sepertinya kita harus mempertanyakan kembali kesungguhan kita
Untuk memperjuangkan dakwah yang mulia ini
Karena sungguh,,,

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lembah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
tetapi Cahaya Maha Cahaya, syurga dan ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia, ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya, berdikusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya

Jika engkau cinta
maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Baca lebih lanjut