Jawa Barat yang Cerdas


“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia…”

Sengaja saya ulang teks preambule UUD 1945 di atas, agar kita kembali apa saja seharusnya yang dilakukan oleh pemerintah kita, termasuk pemerintah daerah, dalam menjalankan roda kepemimpinannya.

Untuk kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas tentang kepedulian pemerintah provinsi Jawa Barat untuk turut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dengan memberi perhatian pada program-program pendidikan.

Dalam kurun hampir lima tahun terakhir ini, provinsi Jawa Barat berhasil melakukan pembangunan 12.000 Ruang Kelas Baru (RKB) dan mengembangkan sarana dan prasarana SLB dengan anggaran melebihi Rp 31 milyar.

Kemudian, pemprov Jabar pun ikut andil dalam meningkatkan penyelenggaraan pendidikan nonformal dengan anggaran hampir menyentuh 15 milyar rupiah dan meningkatkan pelayanan PAUD, KF, Paket B, dan Paket C dengan anggaran lebih darri 9 milyar rupiah.
Baca lebih lanjut

Ketahanan Pangan Jawa Barat


Tulisan kali ini masih membahas tentang kepedulian pemerintah provinsi Jawa Barat untuk Memajukan Kesejahteraan Umum, tetapi bidang yang akan dikupas adalah Ketahanan Pangan.

Selama ini, kita sering mendengar tentang krisis energi, sehingga seolah krisis energi adalah bencana paling dahsyat. Padahal, krisi pangan jauh lebih berbahaya daripada krisis energi, karena dampaknya bisa langsung membahayakan jiwa (bisa berakibat kematian). Nah, dalam kurun hampir lima tahun terakhir ini, provinsi Jawa Barat telah berupaya untuk mewujudkan Ketahanan Pangan, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Untuk pertanian, pemprov Jabar berhasil merealisasikan bantuan keuangan (BTL) Gerakan Multiaktivitas Agribisnis (GEMAR) dan mengakselerasi peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai. Bahkan. pada tahun 2008 Jabar menghasilkan 6,3 juta ton beras, meningkat 2 persen dibandingkan tahun 2007. Dan pada tahun 2010, Jawa Barat merupakan penghasil beras terbesar se-Indonesia.

Untuk peternakan, khususnya sapi potong, pemprov Jabar merintis program Jawa Barat Satu Juta Sapi Potong melalui peningkatan jumlah akseptor sapi potong, inseminasi buatan (IB), penyediaan bibit sapi potong dan sarana pendukung lainnya, serta pembentukkan kampung ternak sapi. Selain itu, pemprov Jabar juga telah menyediakan sarana dan prasarana budidaya sapi potong di daerah-daerah, operasional IB, dan bantuan bagi kelompok tani budidaya sapi potong.
Baca lebih lanjut

Jawa Barat yang Sehat


“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia…”

Ada yang inget sama cuplikan teks di atas? Yup, itulah isi preambule dari UUD 1945 yang sering kita dengarkan saat upacara bendera mulai dari TK hingga SMA. Paragraf tersebut menunjukan kewajiban yang musti dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Tak terkecuali pemerintah daerah, termasuk provinsi dimana saya tinggal saat ini, yaitu Jawa Barat.

Untuk kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas tentang kepedulian pemerintah provinsi Jawa Barat untuk Memajukan Kesejahteraan Umum berupa Kesehatan.

Dalam kurun hampir lima tahun terakhir ini, provinsi Jawa Barat berhasil merealisasikan anggaran untuk bidang Kesehatan lebih banyak dibandingkan periode pemerintahan provinsi Jabar sebelumnya. Untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Pemprov Jabar saat ini menganggarkan hampir 9 kali lipat lebih besar dari tahun 2007 dan untuk membantu biaya Jamkesmas di luar kuota kabupaten/kota Pemprov Jabar pada tahun 2011 menganggarkan hampir 5 kali lipat lebih besar dari tahun 2007.
Baca lebih lanjut

Pilgub Jabar


Awal tahun 2013 tak pelak akan diramaikan oleh pelaksanaan pilgub Jabar. Meski waktu kampanye belum resmi dibuka, spanduk dan baligho yang bergambar kelima pasangan calon sudah mulai menghiasai tiap sudut kota di tanah pasundan tersebut. Pasangan tersebut ialah:

  1. Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib
  2. Irianto MS Syafiuddin dan Tatang Farhanul
  3. Yusuf Macan Effendi dan Lex Laksamana
  4. Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar
  5. Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki

Dari kelima pasangan tersebut, ada dua nama cagub yang tidak asing lagi, terutama bagi para penonton setia layar televisi. Mereka, bersama puluhan artis lainnya, ikut-ikutan banting stir mencari peruntungan di percaturan politik Indonesia.
Baca lebih lanjut