[jurnal] evaluasi tengah tahun


TURUN!

kalian kira saya senang dengan jabatan ini?
kalian kira saya mau berbuat seperti ini?

saya punya prinsip,
haram hukumnya berkeinginan mendapatkan suatu jabatan.
namun,
wajib hukumnya mempersiapkan diri untuk suatu jabatan.

“Janganlah engkau meminta jabatan, karena sesungguhnya jika engkau diberikan jabatan karena memintanya maka engkau tidak akan dibantu namun diserahkan pada dirimu, dan jika engkau diberi jabatan karena engkau tidak memintanya maka engkau akan dibantu (oleh Allah).” (HR Bukhari dan Muslim)

“Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyesalan, pada pertengahannya kesengsaraan (kekesalan hati) dan pada akhirnya azab pada hari kiamat.” (HR Athabrani)

untuk menjadi pemimpin, tidak perlu menjadi pimpinan.

oleh karena itu,
kalo ada yang ga suka sama kepemimpinan saya, tolong bilang.
kalo ada yang ngerasa saya ga becus memimpin, tolong bilang.

saya akan dengan senang hati mengundurkan diri dari jabatan ini.
seperti yang saya lakukan di PA Mata’.
Baca lebih lanjut

[jurnal] solid dan visioner


Tulisan ini akan saya awali dengan kuot dari Khalifah Umar r.a. Beliau pernah berkata, “Tiada Islam tanpa Jamaah,dan tiada Jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa ketaatan.”

Penekanan kali ini ada pada ‘tiada jamaah tanpa kepemimpinan’. Hingga saat ini, saya masih percaya bahwa itu benar adanya. Namun, apa yang terjadi bila kita membaliknya: ‘tiada kepemimpinan tanpa jamaah’? Saya rasa itu juga benar. Mari kita simak ayat berikut ini.

“Jika ada 20 orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang musuh,dan jika ada 100 orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 1000 daripada orang kafir.” (TQS. Al Anfaal: 65)

Jika kita menggunakan kacamata matematika, hal di atas tentu sangat aneh. Kenapa ga sekalian aja: 1 orang yang sabar akan mengalahkan 10 orang musuh? Bukankah secara rasio sama? Akan tetapi, disitulah ke-Mahabenaran Allah. Satu orang akan sulit mengalahkan 10 orang musuh, karena dia SENDIRI.

Malah bisa jadi untuk mengalahkan 1 orang saja susah meskipun ia sabar. Kalo mau coba, sok dakwahi 1 orang saja di sekitar kita, yang tadinya belum berislam secara kaffah menjadi seorang pejuang da’wah juga seperti kita. Sulit bukan?

Oleh karena itu, bergeraklah bersama-sama. Angkat seorang pemimpin dan bantu dia dengan taat kepadanya. Janganlah kita memberi amanah yang berat kepada seseorang namun kemudian kita meninggalkannya sendirian.

Tetapi juga janganlah berambisi memiliki sebuah jabatan. Menurut saya (terinspirasi dari kang Dimas Taha), seorang muslim HARAM memiliki ambisi untuk memiliki jabatan, namun WAJIB mempersiapkan diri terhadap setiap jabatan yang ada. Kenapa begitu? Mungkin hadits ini bisa menjawabnya:
Baca lebih lanjut