Karakteristik Eksternal Kota Bogor


KEDUDUKAN KOTA

Berdasarkan Tipologi (Besaran dan Fungsi Utama) Kota di Indonesia Tahun 2015, besaran Kota Bogor pada tahun 2015 adalah kota besar dengan fungsi kota sebagai PKW (Pusat Kegiatan Wilayah), yang dominasi kegiatan wilayahnya berupa kegiatan industri, permukiman, perdagangan, dan jasa.

PKW (Pusat Kegiatan Wilayah) menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menunjukkan hierarki fungsional dalam lingup wilayah nasional. Pusat Kegiatan Wilayah berarti kota-kota yang berfungsi sebagai: (1) Pusat jasa-jasa pelayanan keuangan/bank yang melayani provinsi atau beberapa kabupaten, (2) Pusat pengelolaan/pengumpul barang untuk satu provinsi atau mepiluti beberaoa kabupaten, (3) Simpul transportasi untuk satu provinsi atau meliputi beberapa kabupaten, (4) Pusat jasa pemerintahan utnuk satu provinsi atau meiputi beberapa kabupaten, dan (5) Pusat jasa-jasa kemasyarakatan yang lain untuk satu provinsi atau meliputi beberapa kabupaten.

Dalam hal ini, PKW Kota Bogor mencakup Kabupaten Bogor, Kabupeten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Sukabumi.

Kota Bogor dalam konteks regional memiliki fungsi sebagai kota penyangga DKI Jakarta yang merupakan ibukota Negara yang secara tidak langsung sangat mempengaruhi perkembangan Kota Bogor sendiri seperti tercantum dalam RUTRK Kota Bogor Tahun 1995. Dalam peraturan daerah Provinsi Jawa Barat nomor 3 tahun 1994 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat, terdapat beberapa pokok kebijaksanaan yang berpengaruh dan terkait langsung dengan Kota Bogor, yaitu :
a. Kota Bogor diarahkan sebagai kota hierarki II A dengan kegiatan utamanya adalah permukiman dan perdagangan regional yang merupakan pusat pelayanan bagi wilayah sekitarnya.
b. Kota Bogor termasuk kota yang dilalui oleh pengembangan jalan tol lalu lintas Bogor – Sukabumi – Padalarang.
c. Pengaktifan kembali jalur kereta api pada jalur Bogor – Cianjur – Sukabumi – Bogor – Jakarta.
Baca lebih lanjut