Muhasabah PERSPEKTIF


Malam pertama perspektif, peserta disuguhi tontonan yang berjudul ‘Denias: Senandung di Atas Awan’. Setelah filmnya selesai dan hikmah yang dapat diambil sudah disebutkan oleh peserta, peserta diperintahkan mengeluarkan selembar kertas untuk menulis surat wasiat.

Panitia men-simulasikan bahwa mungkin saja kita semua (ditekankan untuk peserta) tidak bangun lagi dan kita tak bertemu lagi, namun mereka masih meninggalkan hak orang lain yang belum dipenuhi, semisal: berhutang atau belum minta maaf kepada seseorang. Oleh karena itu, peserta diminta menuliskan surat wasiat yang isinya seperti itu. Eh, ternyata ada yang nangis loh =D
Setelah beres semua, surat dikumpulkan dan peserta tidur.

Pukul 02.00 WIB, peserta dibangunkan untuk qiyammullayl. Tetapi yang aneh, kayaknya panitia yang lain pada ga sholat deh. Heu, yasudahlah…
Nah, 30 menit kemudian perjalanan muhasabah pun dimulai…

1. Pos Pengondisian

Peserta dikumpulkan di dekat gerbang ecopesantren untuk pos pengondisian. Di pos ini peserta akhwat dibuat berpasang-pasangan, sedangkan yang ikhwan sendiri-sendiri. Ada peregangan sebentar untuk menghangatkan badan. Setelah dirasa cukup, peserta diminta untuk menyiapkan mental dan jangan becanda. Mereka harus berjalan mengikuti lilin yang telah disediakan panitia sambil merenungi setiap kejadian yang ditemui selama perjalanan.

Kemudian, tiap 3-5 menit peserta diberangkatkan. Ikhwan akhwat selang seling. pertama 2 akhwat, lalu 1 ikhwan, 2 akhwat lagi, dan seterusnya.

2. Pos “Siap matikah anda?”

Setelah bergelap-gelapan di jalan menuju pos ini, peserta dihadapkan kepada suatu tempat yang diterangi banyak lilin. Di situ terdapat 3 orang yang sedang membaca alquran di depan sebuah sosok berwarna putih. Ya, itu adalah jenazah yang sudah dikafani.
Baca lebih lanjut

[jurnal] key performance indicator


sedikit ilmu keorganisasian dari anak TI, yaitu tentang key performance indicator (KPI)

KPI adalah suatu pengukuran kuantitatif, telah disetujui sebelumnya, dan mencerminkan faktor penentu keberhasilan suatu organisasi. jadi, KPI membantu sebuah organisasi dalam menentukan dan mengukur kemajuannya hingga sampai kepada tujuan organisasi yang telah disepakati di awal.

nah, lalu apa KPI-nya MuSA?
yuk, kita lihat lagi visi MuSA di kepengurusan kali ini: “Keluarga yang Dekat, Kreatif, Bermanfaat, dan Sinergis bagi Semuanya”
saya kira ujung-ujungnya akan berakhir di mentoring dan kaderisasi
Baca lebih lanjut

presentasi cakARis pas mubes gARis


Bismillah
Ini adalah bahan presentasi saya waktu jadi cakARis (calon kepala gARis)
Tapi ada yang udah ditambahin sih.
Karena waktu itu yang dateng dikit, jadi saya pengen berbagi mimpi saya untuk gARis kepada teman-teman.
Walaupun yang kepilih bintang, semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman untuk berkarya dimanapun.
Kenapa?
Karena Kita Keluarga

VISI 2010

“Satu Keluarga yang Progresif, Inklusif, dan Sinergis, Menuju Indonesia yang Islami”

1. Satu Keluarga: menunjukkan sebuah nuansa yang dibentuk di gARis ITB. Sebuah keluarga dakwah yang saling memahami, berbagi, dan mengasihi satu sama lain dengan landasan kecintaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.

2. Progresif: menunjukkan bahwa sebagai sebuah keluarga, gARis ITB selalu menjadi lebih baik dalam setiap aspeknya. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang paling beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan, barang siapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang celaka. Fokus kepengurusan kali ini pada aspek: Pembinaan, Kompetensi, dan Syiar.

3. Inklusif: menunjukkan sebuah keluarga yang dekat dengan semuanya, yaitu gARis yang lebih bersahabat dan diterima oleh banyak pihak.

4. Sinegis: menunjukkan sebuah keluarga yang berkoordinasi dan bekerja sama sehingga tercipta sebuah idealitas dengan lebih optimal. gARis dengan organisasi lainnya saling melengkapi dan terintegrasi untuk tujuan yang mulia.

5. Menuju: menunjukkan kedinamisan dan orientasi gerak yang jelas untuk mencapai sebuah proses dan hasil yang baik dan berkah.

6. Indonesia Islami: menunjukkan bahwa gARis ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran gARis ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami. gARis memimpin LDPS lainnya untuk mengambil alih dakwah di kampus ITB dari GAMAIS Pusat, sehingga GAMAIS pusat bisa lebih fokus untuk melakukan Islamisasi masyarakat Indonesia.

MISI
Baca lebih lanjut

Pemimpin Peradaban, Tidak Hanya Negara


oleh Reza Primawan Hudrita

Sekilas memang tampak sebagai pemimpin negara, seperti Barrack Obama, Susilo Bambang Yudhoyono, maupun Mahmoud Ahmadinejad. Akan tetapi, Rasulullah saw adalah pemimpin peradaban. Karena pemimpin-pemimpin zaman sekarang tersebut hanya bertugas memimpin negeri ini, belum lagi kepemimpinannya banyak yang tidak disukai. Sedangkan Rasul kita, selain pemimpin negara, beliau juga pemimpin spiritual, pemimpin keluarga, pemimpin perang, pemimpin perusahaan, dll. Bahkan, kepemimpinannya menembus batas orang biasa, kerjanya menghasilkan peradaban, kepemimpinannya membuahkan kemenangan yang besar bagi dien ini.

apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An Nashr: 1-2)

Yang menakjubkan, di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktrur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Ia tidur hanya beralaskan tikar di masjid, padahal raja-raja dunia beralaskan singgasana emas nan mewah serta ditemani nikmat dunia lainnya.

Tak seorang pembantunya pun mengeluh, pernah dipukul, atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda di rumah. Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan menantu tercintanya, Fathimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Sungguh perangai yang luar biasa ditampilkan oleh seorang pemimpin peradaban ini. Beliau tidak ingin dianggap spesial, beliau ingin terlihat setara dengan para sahabatnya.

Di bawah pimpinannya, laki-laki menemukan jati dirinya sebagai laki-laki dan pada saat yang sama perempuan mendapatkan kedudukan amat mulia. “Sebaik-baik kamu ialah yang terbaik terhadap keluarganya dan akulah orang yang terbaik diantara kamu terhadap keluargaku.” dan “Tak akan memuliakan perempuan kecuali seorang mulia dan tak akan menghina perempuan kecuali seorang hina,” demikian pesannya.
Baca lebih lanjut

Mengkritisi Sistem imaG


assalamu’alaykum wr wb

hanya ingin melemparkan wacana tentang sistem di imaG,,
saya kurang sreg dengan beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran seseorang di imaG…
sebenernya solusinya udah terpikirkan, tapi pengen tahu dulu, pandangan temen2 yang baca seperti apa… ^^v hehe
ini dia:

1. adanya nonBP, kesempatan belajar lebih dikit karena pilihannya cuma satu: kepanitiaan
2. adanya BP yang jadi ‘pejabat’ di kepanitiaan, sehingga semakin mengurangi ladang kerja nonBP. sebaiknya, posisi penting di kepanitiaan (panitia inti, kordiv) diisi oleh nonBP. tapi, saat ini masih ada yang dijabat oleh BP.
3. adanya anggota baru (jenjang bina) yang langsung menjabat di level tertinggi (BPA), hal ini membuat jam terbangnya kurang. karena BPA tidak terlibat dalam hal2 teknis (yang seharusnya, jenjang bina banyak mengambil pelajaran yang banyak disini). kaderisasi tidak sehat, tidak mengalami low management, tapi langsung ke top management. dampaknya kurang terasah kemampuannya
4. adanya anggota biasa yang ‘ga ngapa2in’, sebut saja swasta/tingkat akhir. seharusnya pada jenjang anggota biasa, peranannya harus besar mengingat mereka adalah jenjang tertinggi yang masih tercatat sebagai mahasiswa (tingkat tertinggi juga)
5. kurang terorganisasinya anggota madya. saya yakin anggota madya ini masih ingin berkontribusi ke imaG, tapi gak ada wadah dan koordnatornya. lahan kontribusinya pun membingungkan/ga jelas/sulit didefinisikan
6. posisi senator di luar BP, sehingga sulit koordinasi. sebaiknya senator selalu ikut rapat BP sehingga tahu kondisi internal perhimpunan
7. adanya anggota mula yang menjadi anggota bina di tingkat tiga atau empat, biasanya setelah itu tidak ngapa2in lalu tiba2 jadi anggota madya/lulus
8. umm, apa lagi yah? udah dulu ah…

menurut saya, jika hal2 di atas masih ada, akan ada beberapa orang anggota yang akan tidak sempurna pembelajarannya di imaG, sehingga peran imaG sebagai kokurikuler tidak optimal.

ada tanggapan?? makasih

-PH AR07 G08 PSDA09-

Mahasiswa dan Dunia Islam


Mahasiswa punya tanggung jawab lebih dibanding dengan status-status lainnya, karena sudah ada frase ‘Maha’ pada dirinya dan karena posisinya berada diantara pemerintah dan rakyat. Lalu, apa saja tanggung jawabnya?

Mahasiswa sebagai Insan akademis yang memiliki dua peran:
1. Peran untuk selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan
2. Peran yang akan muncul dengan sendirinya apabila mengikuti watak ilmu itu sendiri. Watak ilmu adalah selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah. Dengan selalu mengikuti watak ilmu ini maka insan akademis mengemban peran untuk selalu mengkritisi kondisi kehidupan masyarakatnya di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang benar dengan dasar kebenaran ilmiah.

Maka, seluruh proses yang berlangsung di perguruan tinggi adalah proses pendidikan dalam rangka membentuk karakter, yaitu sikap bertanggung jawab dan kepakarannya dalam lingkungan ilmu, tetapi itu saja belumlah cukup. Mahasiswa sendiri juga harus ikut serta mendidik dirinya sendiri (learning by themselves) dengan tetap berpedoman pada nilai kebenaran ilmiah. Mereka harus senantiasa melakukan kritik dan koreksi atas dirinya sendiri. Apabila itu semua dilakukan dengan segala kesadaran, maka rasa tanggung jawab sebagai insan akademis akan tertanam sehingga mahasiswa menemui suasana yang baik untuk membentuk karakter akademiknya, yaitu kebenaran, keadilan, kejujuran, dan kemanusiaan.

Yang dimaksud visi insan akademis sebenarnya adalah pola pandang tentang bentuk atau tatanan seluruh aspek kehidupan masa depan yang baik dan benar menurut kaidah ilmiah. Sekarang, untuk membantu merumuskan bagaimana membentuk mahasiswa yang mampu menjawab visi dan tantangan masa depan, maka dirumuskan visi tatanan kehidupan masyarakat depan yang ideal dan bersifat universal.
Baca lebih lanjut

Cetak Biru LDSAPPK “MuSA” 2009


CHAPTER I PREAMBULE
Background
Definition
Destination
Work
History
SWOT Analysis
Profile
Logo

CHAPTER II LDSAPPK “MuSA”
Vision
Mission
Position
Character
Function
Structure
Job Description
Departments

CHAPTER III HEAD of MuSA
General Description
1. Al Qiyadah
2. Penjelasan Tugas
3. Prosedur Operasional Standar Jaringan
Department of Silaturrahim Forum
1. Segmentasi Objek
Department of Relationship
1. Segmentasi Objek
2. Membangun Jaringan ke Alumni SAPPK
Baca lebih lanjut