Yang Terlewatkan


Dalam sebuah acara silaturahim, seorang kakak pernah memberi taushiyah terkait beberapa hal yang sering dilupakan oleh para penggiat dakwah. Mereka adalah:

1. Semua Milik Allah

Langsung saja kita simak sebuah surah kesembilan dan ayat keseratussebelas dari Alquran Alkarim:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١١١)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 111)

Sejatinya, Allah-lah yang menganugerahi kita segenggam jiwa dan selaksa harta. Setelah itu Allah akan membelinya kembali dengan Surga sebagai gantinya, kelak. Sungguh perkara tersebut adalah perniagaan yang paling menguntungkan, bukan?

Lantas, pantaskan kita untuk menggunakan jiwa dan harta kita untuk obsesi pribadi? Bukan untuk Allah, bukan untuk dakwah. Tidak taat kepada keputusan jama’ah hanya karena kita tidak suka. Haruskah sampai meninggalkan agenda dakwah, karena adanya tujuan pribadi semata?

2. Iman Seperti Pohon

Kali ini kita renungkan Quran Surat Ibrahim ayat 24-25:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (٢٤) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٥)

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”

Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.

Ayat ini sedang berbicara tentang iman: memiliki ilmu yang menghujam mendalam, tetapi juga memiliki amal yang menjulang, rindang, dan berbuah manis.

Keduanya harus berbarengan, tidak bisa dipisah-pisah. Bila kita hanya mencari ilmu, sibuk hanya memperbaiki diri sendiri, dan tidak mengamalkannya, berarti kita sama sekali tidak berguna. Pohon yang seperti itu, lama-kelamaan akan membusuk lalu mati terlupakan.

Bila kita hanya beramal tanpa berilmu, itu seperti pohon yang tinggi namun berakar pendek. Sedikit saja angin menerpa, niscaya batang yang tegak itu roboh seketika, rata dengan tanah.

Oleh karena itu, iringi dakwah dengan tarbiyah.

3. Niat yang Ikhlas
Baca lebih lanjut

Iklan

Pengembangan Komunitas


ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT

Rangkuman

Roles of Organizations in the Community
Peran-peran organisasi dalam suatu komunitas:
1. Menghasilkan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang diperlukan komunitas
2. Memberikan akses kepada sumber daya dan peluang-peluang yang ada dalam komunitas
3. Menjadi perantara terhadap sumber daya di luar komunitas
4. Membantu perkembangan sumber daya manusia
5. Menciptakan atau meningkatkan identitas dan komitmen komunitas tersebut
6. Mendukung advokasi komunitas dan penggunaan kekuatan dalam komunitas

Tanggapan

Setiap manusia membutuhkan wadah untuk berinteraksi dan berkarya. Adanya organisasi akan memfasilitasi kebutuhan manusia untuk berkreativitas dan membuat potensi-potensi yang ada dalam diri manusia bisa saling bersinergi menghasilkan karya yang luar biasa. Semakin berkembang suatu organisasi akan semakin mengembangkan community capacity.

COMMUNITY ORGANIZING

Rangkuman

Definisi Community Organizing adalah suatu proses yang membawa banyak orang secara bersama-sama untuk menyelesaikan masalah yang terdapat dalam suatu komunitas dan membawa mereka menuju tujuan kolektifnya.
Tujuan dari Community Organizing bisa berubah-ubah, mulai dari untuk bisa mendapatkan sumber daya hingga agar mendapatkan kekuasaan untuk menentukan ulang identitas sebuah kelompok. Mungkin juga untuk menggulingkan sebuah institusi, mungkin juga justru meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu institusi.
Baca lebih lanjut

Kabinet Indonesia Bersatu jilid ke-2 dan Mahasiswa


Sebuah pengantar dari lisan yang agung menuju reformasi jilid 2 oleh mahasiswa seluruh Indonesia: “Para pemuda bersekutu denganku dan orang-orang tua memusuhiku.”

Presiden: Susilo Bambang Yudhoyono
Wakil Presiden: Boediono

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto

Yup, jadi inilah orang-orang yang akan kita kawal kinerjanya selama 5 tahun ke depan.
Mulai saat ini, mahasiswa menyatakan diri menjadi oposisi konstruktif yang permanen terhadap kabinet di atas.

Oke, sekarang saya akan sedikit menjelaskan kenapa harus ada oposisi dan kenapa harus mahasiswa.
Baca lebih lanjut

Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014 SBY-Boediono (sementara)


Kemarin, tepatnya Ahad 18 Oktober 2009, pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, telah melakukan wawancara dan uji kepatutan dan kelayakan terhadap 14 calon menteri di Puri Cikeas Indah, Bogor. Proses tersebut berlangsung dari pukul 10.00-17.30.

Sementara itu, pada hari pertama kemarin, sebanyak 16 calon menteri telah mengikuti proses yang sama. Dengan demikian, sampai saat ini telah ada 30 calon menteri bertemu SBY-Boediono. SBY sendiri mengatakan, posisi menteri tersebut masih bisa berubah bahkan hingga beberapa jam menjelang pelantikan.

Hari ini sepertinya akan diadakan wawancara lagi bagi calon-calon yang belum datang pada hari ahad kemarin, mengingat bahwa pelantikan akan diadakan besok (Selasa 20 Oktober 2009).

Berikut inilah daftar sementara ke-30 calon pengisi kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014:
Baca lebih lanjut

kokurikuler vs ekstrakurikuler


assalamu’alaykum wr wb.

kita semua sadar, bahwa kewajiban kita selama berada di kampus gajah duduk ini adalah bukan kuliah, melainkan studio =p hehe
(tapi kuliah juga wajib sih, untuk membantu studio kita juga soalnya)

ditengah-tengah kesibukan studio kita, datanglah sebuah penunjang lainnya.
dia berupa lembaga kemahasiswaan berbasis keprofesian arsitektur.
IMA GUNADHARMA!!!

kita bangga berada di dalamnya.
terlebih IMA G menawarkan hal-hal yang tidak diberikan secara langsung di bangku studio.
hal-hal tentang profesi arsitek yang akan sangat berguna ketika pascakampus nanti.

disiplin, integritas, kreativitas, etika profesi, idealisme arsitek, manajemen organisasi, teamwork, network, berpikir besar dan ‘beda’, dan berbagai hal lainnya.
semuanya sangat diperlukan untuk menjadi arsitek yang hebat!

namun,
ada satu lembaga lagi.
dia bukanlah penunjang kegiatan akademis maupun keprofesian arsitektur kita.
dia hanyalah sebuah tambahan saja.
syarat menjadi anggotanya hanya satu: muslim di arsitektur itb.
syarat menjadi pengurusnya hanya satu: mau (ga usah ikut kaderisasi/penjenjangan selama berbulan-bulan).
Baca lebih lanjut

Surat untuk BPA, Cakahim, dan G’08 lainnya ^^v


Hehe, bukan pengen sotoy-sotoyan (bahasa apa pula ini?)
Tapi hanya ingin berbagi mimpi untuk himpunan kita tercinta.
Semoga bisa bermanfaat.

Pertama, tentang orientasi gerak.

• Mempererat hubungan kekeluargaan dan persahabatan antar anggotanya.
• Membela dan membantu kepentingan anggotanya guna kelancaran pendidikannya.
• Memperdalam dan memperluas pengetahuan anggota dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan, arsitektur khususnya.
• Membentuk para anggotanya menjadi sarjana Indonesia.
• Memasyarakatkan arsitektur.
• Mendermakan pengetahuan kepada nusa dan bangsa.

Hehe, pasti temen2 udah pada hapal kan, dengan poin-poin di atas?
Ya, itu adalah tujuan IMA-G yang tercantum dalam AD/ART.

Kalo kita sederhanakan, mungkin keenam tujuan tersebut terangkum dalam 3 hal: keanggotaan, ke-arsitektur-an, dan kebangsaan. Atau dengan kata lain, kuncinya adalah: kaderisasi, keprofesian, dan pengabdian masyarakat (sebenernya gw ga suka dengan kata pengabdian masyarakat, gw lebih seneng ke konsep pengembangan masyarakat/community development)

Kemudian, tercantum pula dalam AD Pasal I bahwa: ”Perhimpunan bernama Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma disingkat IMA Gunadharma atau IMA-G.”
Ya, ada empat kata yang merangkai nama perhimpunan kita, Ikatan, Mahasiswa, Arsitektur, dan Gunadharma.
Kalo kita konversi ke bentuk kata lain, mungkin bisa seperti ini:
I berarti tentang keanggotaan, M berarti tentang kemahasiswaan, A berarti tentang kearsitekturan, sedangkan G berarti tentang keorganisasian.
Kalo kita perjelas maka berdasarkan nama, IMA-G seharusnya memiliki fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan anggota (kaderisasi, penjagaan, kekeluargaan, dll), mahasiswa (pengabdian masyarakat, kajian, jaringan, dll), arsitektur (menunjang akademis/perkuliahan, keprofesian, dll), dan organisasi (ciri khas organisasi, peningkatan sofskill dan lifeskill, dll)
Dan ternyata, ketiga tujuan IMA-G sudah masuk ke dalam rangkaian diatas ^^

Jadi, gw sangat berharap bahwa IMA-G berorientasi pada hal-hal di atas secara lembaga. Nah, kalo fokus untuk tahun ini, gimana kalo KEPROFESIAN!!?
Baca lebih lanjut

Mengkritisi Sistem imaG


assalamu’alaykum wr wb

hanya ingin melemparkan wacana tentang sistem di imaG,,
saya kurang sreg dengan beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran seseorang di imaG…
sebenernya solusinya udah terpikirkan, tapi pengen tahu dulu, pandangan temen2 yang baca seperti apa… ^^v hehe
ini dia:

1. adanya nonBP, kesempatan belajar lebih dikit karena pilihannya cuma satu: kepanitiaan
2. adanya BP yang jadi ‘pejabat’ di kepanitiaan, sehingga semakin mengurangi ladang kerja nonBP. sebaiknya, posisi penting di kepanitiaan (panitia inti, kordiv) diisi oleh nonBP. tapi, saat ini masih ada yang dijabat oleh BP.
3. adanya anggota baru (jenjang bina) yang langsung menjabat di level tertinggi (BPA), hal ini membuat jam terbangnya kurang. karena BPA tidak terlibat dalam hal2 teknis (yang seharusnya, jenjang bina banyak mengambil pelajaran yang banyak disini). kaderisasi tidak sehat, tidak mengalami low management, tapi langsung ke top management. dampaknya kurang terasah kemampuannya
4. adanya anggota biasa yang ‘ga ngapa2in’, sebut saja swasta/tingkat akhir. seharusnya pada jenjang anggota biasa, peranannya harus besar mengingat mereka adalah jenjang tertinggi yang masih tercatat sebagai mahasiswa (tingkat tertinggi juga)
5. kurang terorganisasinya anggota madya. saya yakin anggota madya ini masih ingin berkontribusi ke imaG, tapi gak ada wadah dan koordnatornya. lahan kontribusinya pun membingungkan/ga jelas/sulit didefinisikan
6. posisi senator di luar BP, sehingga sulit koordinasi. sebaiknya senator selalu ikut rapat BP sehingga tahu kondisi internal perhimpunan
7. adanya anggota mula yang menjadi anggota bina di tingkat tiga atau empat, biasanya setelah itu tidak ngapa2in lalu tiba2 jadi anggota madya/lulus
8. umm, apa lagi yah? udah dulu ah…

menurut saya, jika hal2 di atas masih ada, akan ada beberapa orang anggota yang akan tidak sempurna pembelajarannya di imaG, sehingga peran imaG sebagai kokurikuler tidak optimal.

ada tanggapan?? makasih

-PH AR07 G08 PSDA09-