Gurindam Kemenangan Hati


Km itb itu sedih, sedih bila tidak ada ANTUSIASme pada kegiatannya
Km itb itu takut, takut bila tidak adanya SATU kesatuan tiap elemennya
Km itb itu khawatir, khawatir bila tidak ada INISIATIF untuk peduli dari anggotanya
Km itb itu malu, malu bila tidak ada KARYA inovatif yang jadi solusi bagi negerinya

.

A gar bangsa ini tahu, bahwa
S angat besar rasa cinta kami pada mereka…
I ngin kami berjuang hingga batas kemampuan
K alau itu memang harga yang harus dibayar untuk kebangkitan bangsa ini…

.

A palagi selain rasa cinta yang mengharu biru
S enantiasa menguasai relung-relung hati kami…
I tu jualah yang menguras habis air mata kami, hingga
K antuk pun telah tercabut dari pelupuk mata kami…

.

A pa yang kami cari?
S udah pasti bukanlah semata posisi,
I tu juga bukanlah materi, namun
K emenangan hati lah yang kami cari…

.

A kan tiba masa-masa
S aat kita terjatuh dan sakit, tapi…
I tu bukanlah suatu masalah
K alau kita bisa bangkit, berlari, dan melompat lebih tinggi!!!

.

A ku
S ayang
I ndonesia dan
K m itb

.

A ktif
S olutif
I nspiratif
K ontributif

.

Surat untuk BPA, Cakahim, dan G’08 lainnya ^^v


Hehe, bukan pengen sotoy-sotoyan (bahasa apa pula ini?)
Tapi hanya ingin berbagi mimpi untuk himpunan kita tercinta.
Semoga bisa bermanfaat.

Pertama, tentang orientasi gerak.

• Mempererat hubungan kekeluargaan dan persahabatan antar anggotanya.
• Membela dan membantu kepentingan anggotanya guna kelancaran pendidikannya.
• Memperdalam dan memperluas pengetahuan anggota dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan, arsitektur khususnya.
• Membentuk para anggotanya menjadi sarjana Indonesia.
• Memasyarakatkan arsitektur.
• Mendermakan pengetahuan kepada nusa dan bangsa.

Hehe, pasti temen2 udah pada hapal kan, dengan poin-poin di atas?
Ya, itu adalah tujuan IMA-G yang tercantum dalam AD/ART.

Kalo kita sederhanakan, mungkin keenam tujuan tersebut terangkum dalam 3 hal: keanggotaan, ke-arsitektur-an, dan kebangsaan. Atau dengan kata lain, kuncinya adalah: kaderisasi, keprofesian, dan pengabdian masyarakat (sebenernya gw ga suka dengan kata pengabdian masyarakat, gw lebih seneng ke konsep pengembangan masyarakat/community development)

Kemudian, tercantum pula dalam AD Pasal I bahwa: ”Perhimpunan bernama Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma disingkat IMA Gunadharma atau IMA-G.”
Ya, ada empat kata yang merangkai nama perhimpunan kita, Ikatan, Mahasiswa, Arsitektur, dan Gunadharma.
Kalo kita konversi ke bentuk kata lain, mungkin bisa seperti ini:
I berarti tentang keanggotaan, M berarti tentang kemahasiswaan, A berarti tentang kearsitekturan, sedangkan G berarti tentang keorganisasian.
Kalo kita perjelas maka berdasarkan nama, IMA-G seharusnya memiliki fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan anggota (kaderisasi, penjagaan, kekeluargaan, dll), mahasiswa (pengabdian masyarakat, kajian, jaringan, dll), arsitektur (menunjang akademis/perkuliahan, keprofesian, dll), dan organisasi (ciri khas organisasi, peningkatan sofskill dan lifeskill, dll)
Dan ternyata, ketiga tujuan IMA-G sudah masuk ke dalam rangkaian diatas ^^

Jadi, gw sangat berharap bahwa IMA-G berorientasi pada hal-hal di atas secara lembaga. Nah, kalo fokus untuk tahun ini, gimana kalo KEPROFESIAN!!?
Baca lebih lanjut

Sayembara…!!!


1. “Sign In @ G-0901”
-lomba kreasi logo GAMAIS ITB-

berikan sentuhan kreasimu pada logo GAMAIS ITB
tunggu apa lagi….

Ketentuan dan Persyaratan :
– syarat peserta : mahasiswa muslim s-1 ITB
– tidak merubah logo dan maknanya
– tidak mengandung pornografi, SARA, atau melecehkan pihak manapun
– untuk yang mengkolaborasikan gambar, harap tidak melanggar hak cipta
– buatan sendiri

Pengumpulan Karya :
– ganti profile picture FB-mu dengan logo G kreasi anda lalu komen di http://www.facebook.com/note.php?note_id=154935094358&id=688803216&ref=share (kalo ga bisa dibuka, harus nge-add kang Panji ‘Kepala Gamais’ FT 06 terlebih dahulu)
– kirim data diri dan logo G kreasi anda ke panji_ikhwanulmuslimin@yahoo.com
– lebih disukai dengan melampirkan penjelasan ttg konsep kreasi tersebut
– selambat-lambatnya sebelum masuk kuliah (27 september 2009)

kreasi logo G terbaik akan dipakai dalam setiap publikasi (poster,baligo,dll) Gamais dibulan oktober 2009..

5 pembuat kreasi logo G terbaik akan mendapatkan :
– satu paket buku-buku GAMAIS ITB (PLDK, notes cantik, dll)
– makan, nonton, dan sharing bersama BPH Gamais 2009
– hadiah menarik lainnya…

nb: karya yang masuk menjadi milik GAMAIS ITB dan digunakan untuk kepentingan GAMAIS ITB.

2. Jaket MuSA

Pengen punya desain jaket yang dibuat sendiri?
Pengen desain jaket kamu dipakai sama orang lain?
Pengen MuSA punya jaket yang paling keren? (haha, becanda)

Yuk, ikutan lomba desain jaket MuSA
Baca lebih lanjut

Mengkritisi Sistem imaG


assalamu’alaykum wr wb

hanya ingin melemparkan wacana tentang sistem di imaG,,
saya kurang sreg dengan beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran seseorang di imaG…
sebenernya solusinya udah terpikirkan, tapi pengen tahu dulu, pandangan temen2 yang baca seperti apa… ^^v hehe
ini dia:

1. adanya nonBP, kesempatan belajar lebih dikit karena pilihannya cuma satu: kepanitiaan
2. adanya BP yang jadi ‘pejabat’ di kepanitiaan, sehingga semakin mengurangi ladang kerja nonBP. sebaiknya, posisi penting di kepanitiaan (panitia inti, kordiv) diisi oleh nonBP. tapi, saat ini masih ada yang dijabat oleh BP.
3. adanya anggota baru (jenjang bina) yang langsung menjabat di level tertinggi (BPA), hal ini membuat jam terbangnya kurang. karena BPA tidak terlibat dalam hal2 teknis (yang seharusnya, jenjang bina banyak mengambil pelajaran yang banyak disini). kaderisasi tidak sehat, tidak mengalami low management, tapi langsung ke top management. dampaknya kurang terasah kemampuannya
4. adanya anggota biasa yang ‘ga ngapa2in’, sebut saja swasta/tingkat akhir. seharusnya pada jenjang anggota biasa, peranannya harus besar mengingat mereka adalah jenjang tertinggi yang masih tercatat sebagai mahasiswa (tingkat tertinggi juga)
5. kurang terorganisasinya anggota madya. saya yakin anggota madya ini masih ingin berkontribusi ke imaG, tapi gak ada wadah dan koordnatornya. lahan kontribusinya pun membingungkan/ga jelas/sulit didefinisikan
6. posisi senator di luar BP, sehingga sulit koordinasi. sebaiknya senator selalu ikut rapat BP sehingga tahu kondisi internal perhimpunan
7. adanya anggota mula yang menjadi anggota bina di tingkat tiga atau empat, biasanya setelah itu tidak ngapa2in lalu tiba2 jadi anggota madya/lulus
8. umm, apa lagi yah? udah dulu ah…

menurut saya, jika hal2 di atas masih ada, akan ada beberapa orang anggota yang akan tidak sempurna pembelajarannya di imaG, sehingga peran imaG sebagai kokurikuler tidak optimal.

ada tanggapan?? makasih

-PH AR07 G08 PSDA09-

Mahasiswa dan Dunia Islam


Mahasiswa punya tanggung jawab lebih dibanding dengan status-status lainnya, karena sudah ada frase ‘Maha’ pada dirinya dan karena posisinya berada diantara pemerintah dan rakyat. Lalu, apa saja tanggung jawabnya?

Mahasiswa sebagai Insan akademis yang memiliki dua peran:
1. Peran untuk selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan
2. Peran yang akan muncul dengan sendirinya apabila mengikuti watak ilmu itu sendiri. Watak ilmu adalah selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah. Dengan selalu mengikuti watak ilmu ini maka insan akademis mengemban peran untuk selalu mengkritisi kondisi kehidupan masyarakatnya di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang benar dengan dasar kebenaran ilmiah.

Maka, seluruh proses yang berlangsung di perguruan tinggi adalah proses pendidikan dalam rangka membentuk karakter, yaitu sikap bertanggung jawab dan kepakarannya dalam lingkungan ilmu, tetapi itu saja belumlah cukup. Mahasiswa sendiri juga harus ikut serta mendidik dirinya sendiri (learning by themselves) dengan tetap berpedoman pada nilai kebenaran ilmiah. Mereka harus senantiasa melakukan kritik dan koreksi atas dirinya sendiri. Apabila itu semua dilakukan dengan segala kesadaran, maka rasa tanggung jawab sebagai insan akademis akan tertanam sehingga mahasiswa menemui suasana yang baik untuk membentuk karakter akademiknya, yaitu kebenaran, keadilan, kejujuran, dan kemanusiaan.

Yang dimaksud visi insan akademis sebenarnya adalah pola pandang tentang bentuk atau tatanan seluruh aspek kehidupan masa depan yang baik dan benar menurut kaidah ilmiah. Sekarang, untuk membantu merumuskan bagaimana membentuk mahasiswa yang mampu menjawab visi dan tantangan masa depan, maka dirumuskan visi tatanan kehidupan masyarakat depan yang ideal dan bersifat universal.
Baca lebih lanjut

Presiden KM ITB dan MWA Wakil Mahasiswa 2009/2010


Sebagai bagian dari Keluarga Mahasiswa ITB, saya mengucapkan selamat kepada

Ridwansyah Yusuf Achmad (PL’05)

Presiden KM ITB 2009/2010

Benny Nafariza (EL’05)

MWA Wakil Mahasiswa 2009/2010

Atas terpilihnya mereka dalam Pemira KM ITB 2009.

Barakallahulakum, semoga dapat menjalankan amanahnya dengan baik dan diberkahi Allah SWT. Semoga dapat diberikan kekuatan untuk selalu membawa progresivitas dengan selalu menuju idealitas bagi KM ITB secara khusus dan masyarakat Indonesia secara luas.

Mari kita buat Indonesia tersenyum! 
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

*keren euy, langsung terjun jadi satgas wisudaan*

hasil akhir perhitungan suara pemira KM ITB:
Baca lebih lanjut

kawan! NYOBLOS YUUKK!!!


Assalamu’alaykum wr wb

Untuk temen-temen mahasiswa itb, mari kita sukseskan pemilihan umum raya keluarga mahasiswa institut teknologi bandung 2009 dengan menggunakan hak pilih temen-temen…
Apalagi yang kemaren tidak tercantum namanya di DPT pemilu legislatif RI,,
YUK, NYOBLOOOSSS!!!

PEMILU RAYA KM ITB 2009

Masa Pemungutan Suara

Waktu Pemilihan :

Pemungutan Suara Pemilu Raya KM ITB 2009 dilaksanakan pada tanggal 13 – 16 April 2009 mulai pukul 09.00 – 16.59 WIB. Dilaksanakan di 12 Zona TPS di area kampus ITB.

Syarat Pemilih :

1. Anggota Biasa KM ITB (dibuktikan dengan menunjukkan KTM/KSM)
2. Terdaftar di Panitia Pelaksana Pemilu Raya KM ITB 2009

Prosedur Pemilihan :

1. Pemilih mendatangi TPS yang sesuai dengan zona prodi/fakultas pemilih
2. Pemilih memperlihatkan KTM/KSM kepada petugas, petugas mengamankan KTM/KSM hingga proses pemilihan selesai
3. Pemilih bersama petugas mengecek keabsahan kartu suara yang akan dipakai, apabila kartu suara tersebut rusak, maka petugas akan memberikan kartu suara yang baru
4. Petugas memberikan kartu suara yang telah diperiksa kepada pemilih, kemudian pemilih menandatangani lembar kendali pengambilan kartu suara (wajib dilakukan) untuk selanjutnya diarahkan menuju bilik suara
5. Pemilih mencoblos kartu suara di bilik yang tersedia, alat coblos disediakan oleh panitia
6. Pemilih melipat kartu suara sesuai lipatan yang ada pada kartu suara, dan memasukkannya ke dalam kotak suara sesuai prodi pemilih dan hari pencoblosan(keterangan tertera pada kotak suara)
7. Pemilih menandatangani lembar kendali pencoblosan (wajib dilakukan) setelah memasukkan kartu suara
8. Pemilih mengambil kembali KTM/KSM yang diamankan oleh petugas

Kartu Suara :
Baca lebih lanjut