Standar Interaksi Antargender


Ini tidak bicara tentang dalil quran dan sunnah, tetapi bicara pandangan saya terkait interaksi antara laki-laki dan perempuan nonmuhrim. Tujuannya tentu saja untuk menjaga diri untuk tidak mendekati zina (yang ini dalilnya udah jelas lah ya)

Pertama, kita bicara dulu tentang pakaian. Pada prinsipnya, pakaian yang dikenakan oleh seorang laki-laki harusnya sejalan dengan syariah yaitu menutup aurat. Akan tetapi, bagi saya, pantang untuk menggunakan celana pendek atau celana panjang yang robek di atas lutut. Ditambah lagi, saya lebih senang menggunakan jaket bila akan melakukan interaksi yang cenderung bebas, agar tidak bersentuhan kulit dengan perempuan.

Sedangkan untuk perempuan, sudah jelas apa yang disampaikan oleh Rasulullah: “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah baligh, tidak ada yang layak terlihat kecuali ini dan ini sambil menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR Imam Abu Dawud dan Imam Baihaqi).

Untuk itu, hendaknya seorang wanita menggunakan kerudung (khimar) dan jilbab dengan warna yang tidak menarik perhatian. Perlu juga diperhatikan, ketika menggunakan jaket, jangan sampai lekuk tubuh terlihat (meskipun ga pernah merhatiin sih). Juga musti hati-hati dengan tangan dan kaki. Kebanyakan, lengan (dari pergelangan tangan hingga siku) dan kaki (sekitar betis hingga engkel) masih terlihat. Maka dari itu, penting menggunakan manset dan kaos kaki seperlunya untuk menutupi aurat yang masih terbuka tersebut.

Kedua, kita bahas isu-isu yang sering menimpa laki-laki, perempuan, dan interaksi keduanya. Misalnya, VMJ? Hehe. Virus makin jayus Virus merah muda merupakan tanda kelabilan dan kegalauan para pemuda dan pemudi yang baru beranjak dewasa ini (tsah, kata-katanya sok iyeh banget). Ngga becanda, karena ini juga pertanda hati yang sedang terkena penyakit karena lawan jenis. Nah, sebenernya saya juga bingung kalo udah gini gimana, jarang banget bertindak. Akan tetapi, sebaiknya bilsa menemukan hal itu maka hal itu jangan diumumkan. Harus mengecek dulu terkait status kelabilan bin kegalauannya.

Kalo orang itu laki-laki juga, ajak ngobrol langsung (lebih didahulukan) atau minta ke teman terdekatnya yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sembarang ngobral info ini, nanti malah akan muncul masalah baru. Namun, bila orang itu perempuan (lawan jenis), hendaknya kita mengingatkan dapat dengan cara mengingatkannya melalui perempuan yang lain (lebih didahulukan) dan perempuan yang dititipkan sebaiknya tidak perlu memberi tahu siapa laki-laki yang mengingatkan (kalo-kalo si perempuan itu kepo, haha), sehingga hati perempuan yang diingatkan lebih nyaman. Malah, kalau bisa jangan dibilang bahwa ada laki-laki yang mengingatkan, bilang aja saya mau mengingatkan. Kan beres!

Biasanya VMJ ini berawal dari becanda-becanda. Misalnya ngeledek “cie cie…” atau “ihiy…”. Nah, yang kayak gitu juga musti dihindari. Betul?
Baca lebih lanjut