[jurnal] Membangun Jaringan FORSIMAP


Beberapa pekan lalu, saya menenggelamkan diri pada koleksi buku salah satu arsitek di Jakarta. Dari buku tentang arsitektur dan arsitek yang saya baca, saya menemukan beberapa fakta unik:

Pertama, melihat banyaknya proyek-proyek dan arsitek berasal, sepertinya kita perlu memfokuskan diri untuk memperkuat jaringan di tiga tempat. Yang paling mudah adalah mencari kontak muslim di semua kampus yang ada jurusan arsitektur/perencanaan/yang serumpun. Lebih bagus lagi bila kontak yang kita dapat itu aktif juga di Rohis/LDPS/SKI jurusannya. Yaitu di:

  1. Jakarta: terdata ada 23 kampus yang ada jurusan di atas
  2. Bandung: 10 kampus
  3. Bali: 4 kampus

Baca lebih lanjut

Keluarga Besar Islam Arsitektur Periode 2009


LDPS Arsitektur “gARis” Periode 2009

Kepala gARis 2009: Achmad Ghani H.

Visi:
“Menuju Keluarga Arsitektur yang Islami dan Bersahabat dengan Keluarga Terdekat”

Penjelasan ‘Menuju keluarga arsitektur yang Islami’
Visi ini melanjutkan dari kepengurusan tahun-tahun sebelumnya, yaitu membangun lingkungan yang Islami di arsitektur (fokus fungsi ke internal). gARis menggunakan kata ‘Menuju’ karena kata tersebut adalah kata kerja aktif yang melambangkan kedinamisan dan orientasi gerak yang jelas untuk mencapai sebuah proses dan hasil yang baik dan berkah. Makna kata ‘Keluarga’ menunjukkan sebuah nuansa yang ingin dibentuk yaitu yang saling memahami, berbagi, dan mengasihi satu sama lain dengan landasan kecintaan terhadap Allah SWT. Sedangkan kata ‘Arsitektur yang Islami’ menunjukkan bahwa gARis berdomisili di program studi Arsitektur dan memiliki cita-cita untuk mengondusifkan kegiatan di Program Studi Arsitektur agar tetap berada dalam koridor nilai Islam, serta menunjukkan peran gARis sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan ITB Islami.

Penjelasan ‘Bersahabat dengan keluarga dekat’
Nah, kalau yang ini maksudnya untuk menjalankan fungsi secara eksternal. Maksudnya ‘bersahabat’ yaitu: dalam gerak dakwahnya, gARis menggunakan pendekatan yang smooth dan friendly, serta bersinergi dengan cara membangun jaringan dengan organisasi yang ada. Hal ini dilatari dengan keberadaan gARis yang tidak sendiri, tetapi ada organisasi-organisasi lain yang secara langsung maupun tidak, cukup mempengaruhi kinerja gARis itu sendiri. Sedangkan ‘Keluarga Terdekat’ disini sebut aja IMA G yang seatap dengan gARis di Prodi Arsitektur, GAMAIS Pusat yang merupakan induk dari gARis, serta KMMP dan MuSA yang sama-sama lembaga dakwah di SAPPK.

Misi :
1. Optimalisasi pembinaan yang terarah dan konsisten yang didukung oleh lingkungan yang konduisif
2. Optimalisasi syiar Islam dan pelayanan dengan pendekatan yang bersahabat
3. Mendukung kebutuhan akademis dan keprofesian menuju mahasiswa arsitektur yang cerdas dan kontributif
4. Pengupayaan dana mandiri yang berkelanjutan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan
5. Menuju muslimah arsitektur yang berkepribadian Islami
6. Menjalin hubungan yang lebih erat dengan keluarga terdekat

Misi-misi diatas adalah visi dari tiap sektor di badan gARis. Misi pertama adalah visi dari sektor Internal yang Kepala Sektornya adalah Ilham Budiman dan Koordinator Akhwatnya adalah Astri Endawati. Misi kedua adalah visi dari sektor Syiar yang Kepala Sektornya adalah Fariduddin Atthar dan Koordinator Akhwatnya adalah Sotya Ardana R. Misi ketiga adalah visi dari sektor Akademis dan Profesi yang Kepala Sektornya adalah Padhang Harrynda dan Koordinatornya adalah Fasta Biqil Khairani. Misi keempat adalah visi dari sektor Ekonomi yang Kepala Sektornya adalah Ferdi Kurniawan dan Koordinator Akhwatnya adalah Anggun Wahyuniar. Misi kelima adalah visi dari sektor Keakhwatan yang Kepala Sektornya adalah Ardania Rheswari. Misi keenam adalah visi dari sektor jaringan yang dipegang oleh Sekretaris Jenderal, yaitu Hafidh Ihromi. Kemudian, ada Yttria Ariwahjoedi sebagai Sekretaris gARis dan Aris Munandar sebagai Bendahara gARis.

Berada di antara EMPAT “G”


Assalamu’alaykum wr wb

Alhamdulillah, minggu ini benar-benar akan terasa panjang, selain waktunya UTS-UTS dan ada tugas besar MatKul Studio Perancangan Arsitektur, ialhamdulillah hari Ahad kemaren G’08 akan melepas kakak-kakak dalam wisudaan. Mabruk ya, afwan sangat mengecewakan… T.T

Cerita tentang “G” dalam hidupku di ITB:

1. GAMAIS ITB (Keluarga Mahasiswa Islam ITB, sebuah Keluarga LDK)

Satu keluarga menjadi model Lembaga Dakwah Kampus nasional berbasis pembinaan dan kompetensi, melingkupi seluruh sayap dakwah menuju Indonesia Islami

Alhamdulillah, sungguh hal yang tak ternilai bisa berada dan menjadi bagian dari Keluarga ini. Apa yang saya dapatkan, jauuh lebih banyak daripada yang saya berikan. Semakin banyak yang saya tahu, semakin tahu banyak yang saya tidak tahu. Dan itu semua tiada pernah akan terganti dengan apa pun.

“Akan kuatkah kaki yang melangkah, setelah terluka dan berd^r^h? Akan kuatkah mata yang menatap, pada debu yang selalu hinggap?”

Keputusan yang sangat sulit, sungguh dengan hati yang berat saya memutuskan untuk berada di jurusan, tidak di pusat lagi. Petualangan yang menyenangkan saya di GAMAIS mungkin akan berakhir di PMB-Ramadhan Metamorphosis 2008 divisi Lomba Ramadhan. Uuh, sedih banget! Saya belum puas, saya pengen mendapat pelajaran lebih banyak lagi, saya pengen berkontribusi lebih banyak lagi..

Akhi, ukhti, sampai jumpa…

2. gARis ITB (Keluarga Besar Islam Arsitektur ITB, sebuah keluarga LDPS)

Rumah yang sudah lama kutinggalkan, yang sudah lama tak terurus. Kini, ia mulai memanggilku: “Buat apa sibuk di luar, sedangkan di sini kau bukan apa-apa? Di sana sudah banyak orang, tolong kondisikan rumahmu!” Oke, insya Allah dengan berbekal pelajaran dan pengalaman di GAMAIS, saya akan fokus di sini. Memperindah rumahku. Bayti jannati…
Baca lebih lanjut