[jurnal] Notulen Sidang Indonesia SALAMAN


Bismillahirahmanirahim

Nama
FORSIMAP (Forum Silaturrahim Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan)

Visi
“Terbentuknya Jaringan yang Kokoh dan Bermanfaat Antar Lembaga Dakwah Kampus Arsitektur dan Perencanaan Se-Indonesia Menuju Kejayaan Peradaban Islam”

Misi

  • Memperluas dan memperkokoh jaringan lembaga dakwah kampus Arsitektur dan perencanaan se-indonesia.
  • Mengkaji Arsitektur dan Perencanaan dari sudut pandang Islam.
  • Mensyi’arkan wawasan peradaban Islam melalui Arsitektur dan Perencanaan.
  • Menginisiasi dan mendampingi lembaga dakwah kampus Arsitektur & Perencanaan menuju kemandirian

Struktur Forum

Penjelasan Struktur Forum
Baca lebih lanjut

[jurnal] buku LDW (kerangka)


KERANGKA BUKU

1. Overview lembaga dakwah wilayah
– Definisi LDW: posisi (sistematika hubungan LDW dengan LDP), fungsi (diferensiasi pusat-wilayah), potensi (bahasa kaumnya, sebagai ujung tombak Syiar dan Rekrutmen dakwah kampus)
– Sejarah pembentukan LDW
– Kondisi dakwah kampus ITB: kultur, geografis

2. Levelisasi lembaga dakwah wilayah
– Penjelasan jenis-jenis level (ketika menjelaskan level mandiri, tekankan bahwa itulah kondisi ideal, baik secara struktur maupun yang lainnya)
– Rekomendasi fokus gerak tiap level
– Kuesioner levelisasi

3. Level inisiasi
– Menumpang lembaga umum yang sudah ada (himpunan/bem): aktivasi kegiatan, tarik minat massa
– Berada di bawah naungan LDK
– Legalisasi lembaga

4. Level mula
– Pembentukan tim inti: metode, produk-produk persiapan, waktu, angkatan
– POAC
– Koordinasi: muktamar madani, proker bersama
– Kepala LDW (setiap beginian, yang dibahas: jobdesc mencakup posisi-peran-potensi, hubungan pusat-wilayah mencakup produk pusat-wilayah, program kerja, inovasi faktual)
– Sekretaris jenderal: Administasi mencakup SOP surat masuk, surat keluar, proposal, stempel
– Internal: alur kaderisasi, wasilah pembinaan, mencetak mentor
– Syiar dan pelayanan: ta’lim (keislaman, akademik), media (buletin, poster propaganda, onlen, sms taushiyah), kegiatan karakter khas LDW (biasanya pelayanan akademik)
– Masalah-masalah yang terjadi di level ini
– Penyiapan generasi baru
– Evaluasi dan pertanggung jawaban
Baca lebih lanjut

[jurnal] Buku LDW (pendahuluan)


Assalamu’alaykum wr wb

Ahh, cukup sebel juga kemaren-kemaren ga sempet ngurusin buku ini. Sekarang udah terdampar di Bogor =(
Pokoknya harus jadi sebelum oktober ya! Fighting!!!

Eh, saya punya usul baru untuk konsep bukunya.
Kan kita ceritanya mau bikin pedoman LDW, maka dari itu tidak boleh lepas dari pedoman asasi kita (yang udah terjamin keberhasilannya), yaitu Al Quran.
Sayyid Quthb dalam Ma’alim fith Thariq telah menjabarkan bebarapa karakteristik Al Quran sebagai manhaj hidup , berikut ini ringkasannya:

  1. Tujuannya jelas. Sudah jelas bahwa tujuan akhir dari manhaj Al Quran adalah tegaknya Laa Ilaaha Illallah wa Muhammadur Rasulullah di tiap hati umat Islam, agar aqidah yang lurus itu hadir di tiap relung jiwa manusia yang lahir ke dunia
  2. Memiliki tahapan. Mulai dari sembunyi-sembunyi, terang-terangan saat bergabungnya Umar bin Khattab, lalu hijrah agar lebih leluasa berdakwah, kemudian boleh perang bila diserang tetapi masih menahan diri untuk memulai peperangan (mulai ada pertumpahan), dan akhirnya perang ekspansif saat turunnya Surat At Taubah agar din ini semata hanya untuk Allah.
  3. Dekat dengan realitas. Bukan teori semata, melainkan bersentuhan langsung dengan kondisi riil masyarakat. Maka dari itu, diturunkan berangsur-angsur dan perlahan-lahan sesuai dengan situasi yang terjadi saat itu.
  4. Menyeluruh dan universal. Mengatur dari yang kecil seperti mencukur rambut, hingga yang besar seperti mengurus negara. Berlaku di semua tempat untuk saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Oia, sebelumnya perlu diluruskan, kita bukan sedang membuat tandingan Al Quran yang nantinya menjadi manhaj pengganti Al Quran, maupun bukan ingin meniru yang serupa dengan Al Quran.
Kita tetap memegang teguh Al Quran sebagai pedoman utama kita dan tidak sekali-kalipun terlintas untuk mencari (apalagi membuat) penggantinya, yang kami lakukan hanyalah sebatas memberikan rekomendasi praktis untuk mengimplementasikan nilai-nilai Qurani dalam tataran dakwah kampus (bahkan lebih spesifik lagi yaitu dakwah fakultas/sekolah/program studi) sehingga bila ada nanti ketidaksesuaian antara keduanya, buku panduan ini bisa ditinggalkan dan kita harus kembali pada Al Quran.
Kita pun yakin bahwa tidak ada yang bisa meniru Al Quran meski semua manusia dan jin bersekutu untuk membuatnya, yang kami ingini hanyalah agar buku ini bermanfaat sebanyak-banyaknya dengan mencontoh pedoman yang sudah pasti keberhasilannya (Al Quran) sehingga setidaknya prinsip-prinsip buku ini mendekati karakteristik pedoman tersebut.
Baca lebih lanjut

[jurnal] Sharing Kewilayahan di pra-GIT (part 1)


Pendahuluan

QS Ali ‘Imran : 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS Asy Syuraa : 23
“…Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan…”

Dua ayat tentang perintah berdakwah. Pada surat Ali ‘Imran ayat 104 kita diperintahkan untuk memilih menjadi golongan yang beruntung, sedangkan pada surat Asy Syuraa ayat 23 kita diperintahkan untuk meluruskan niat untuk tidak mengharapkan upah dalam berdakwah tetapi mengharapkan saling berkasih sayang dalam kekeluargaan. Mungkin itulah mengapa jargon GAMAIS ITB berbunyi “Karena Kita Keluarga.”

Mari kita berangkat dari visi GAMAIS 2008-2013, yaitu “Satu Keluarga Menjadi Model LDK Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi Melingkupi Seluruh Sayap Dakwah Menuju Indonesia Islami.”

Dari satu kalimat di atas, tersebut sebuah frase “Indonesia Islami”, hal tersebut menunjukkan bahwa GAMAIS ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran GAMAIS ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami.
Baca lebih lanjut

[jurnal] Notulen Silaturahim 21 Agustus 2010


SHARING KONDISI

1. Universitas Gadjah Mada (Pebri)

Di UGM bernama SKI (Sentra Kegiatan Islam) Arsitektur dan Perencanaan Al Banna

Mulai 7 bulan lalu, ada pembahasan menjadikan keilmuan arsitektur dan planologi sebagai konten syiar.
Jadi, lebih konsen ke syiar keilmuan, tidak hanya syiar keagamaan.

Ketua Jurusan non-Islam, SKI melakukan inovasi dengan mengatur strategi dengan mewajibkan anak SKI daftar asisten.
Dari hal ini, mentoring dapat dilakukan.

Sekitar 10 bulan lalu merintis dengan dibantu dosen, akhirnya sepakat untuk menambah kelompok studi jurusan Arsitektur-Planologi.

2. Universitas Diponegoro (Satriya, Nanda, dan Randy)

Di Undip bernama FKI.
Kebanyakan mahasiswa arsitektur lebih aktif di jurusan, karena susah keluar dari jurusan.
Di kampus memiliki pembina biro, beliau menantang untuk mengadakan kajian yang jumlah pesertanya sama dengan orang yang datang ke konser musik.

Masalah:
– Kekurangan kader.
– Kekurangan dana.
– Hubungan dengan birokrasi sulit (termasuk dalam mendanai organisasi)

Strategi:
– Semaksimal mungkin dapat mengisi posisi sebagai asisten maupun ketua himpunan.
– Arsitektur Islam lebih bagus bisa dibuktikan kelebihannya secara Ilmiah, seperti halnya dengan puasa.
– Bangun syiar yang interaktif, misal bikin film yang interaktif, bahasanya jangan ana-antum tetapi jangan lu-gue juga. Maksudnya, biar syiar Islam bisa lebih disukai dibanding keong racun.
– Mencari tempat kajian yang lebih terbuka dan juga mengundang ustadz lebih friendly pembawaannya.

3. Universitas Indonesia (Arlexs, Latifa, dan Galih)
Baca lebih lanjut

[jurnal] mengenal MuSA lebih dekat


Definisi dan Posisi

  1. Organisisasi ini merupakan GAMAIS yang berkedudukan di tingkat fakultas, yaitu Sekokah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK).
  2. LDSAPPK adalah kependekan dari Lembaga Dakwah SAPPK.
  3. LDS ini diberi nama Muslim SAPPK, kemudian disingkat menjadi MuSA.

Sejarah Singkat

  1. Lahir tiga tahun lalu, kepala pertama Verry Aria Firmansyah (PWK’05). Belum memiliki struktur yang jelas, hanya ada penanggung jawab sektor yang berasal dari gARis dan KMMP.
  2. Kemudian, kepemimpinan berpindah ke Ilham Budiman (AR’06). Sudah ada struktur (Sekjen, Sektor Internal, dan Sektor Syiar) namun belum memiliki staf.

Pengurus Inti MuSA

  1. Kepala MuSA
    Reza Primawan Hudrita (AR’07)
  2. Kepala gARis
    Herrbintang Archidenta TTA (AR’07)
  3. Kepala KMMP
    Alpian Angga Pratama (PL’07)
  4. Sekretaris Umum MuSA
    Rakhmat Fitranto Aditra (AR’08)
  5. Kepala Sektor Internal MuSA
    Suhendri (AR’08)
  6. Kepala Sektor Syiar MuSA
    Fikri Farobi (PL’08)

Kegiatan-Kegiatannya
Baca lebih lanjut

[jurnal] Muslim SAPPK (MuSA) ITB presents


Seminar Peradaban Islam

Sebuah edukasi tentang peradaban Islam pada masa lalu, agar setiap muslim bisa bercermin dari sana dan mampu berpijar dan berpendar menerangi kejahiliyahan masyarakat saat ini. Salah satunya dari keilmuan Arsitektur dan Planologi. Untuk itu, kami, Muslim SAPPK memiliki mimpi untuk membuat sebuah buku yang berisi tentang Sejarah Peradaban Islam dari sisi Arsitektur dan Tata …Kota serta Tuntunan dari Allah swt dari Al-Quran dan Al-Hadits. Selain itu kami juga berencana untuk menginisiasi sebuah Forum Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia untuk menciptakan barisan yang lebih kuat dalam bergerak di jalan Islam, termasuk dalam pembuatan buku ini.

Untuk itu, acara ini dilaksanakan sebagai batu loncatan dalam pembuatan buku ini dan pembentukan forum ini. Seminar dalam acara ini akan dipakai sebagai pembekalan awal dari tim pembentukan buku akan ilmu arsitektur dan tata kota Islam. Sedangkan Konsolidasi akan membahas pembuatan buku dan pembentukan Forum Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia.

Seminar akan dibagi menjadi dua sesi:
Seminar sesi I membahas tentang Peradaban Islam dari segi Arsitektur. Sesi ini akan dibawakan oleh Dr. Eng. Bambang Setiabudi, ST, MT. Seminar sesi II akan membahasnya dari segi Tata Kota. Narasumber seminar sesi ini adalah Ir. Budi Faisal, MLA, PhD.

Konsolidasi Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia

Konsolidasi ini akan membahas keberlangsungan konferensi yang direncanakan akan membentuk forum komunikasi bagi Lembaga Da’wah Arsitektur dan Planologi sebagai wadah kerjasama dan gerakan Mahasiswa Muslim Arsitektur dan Planologi se-Indonesia, serta pembagian peran dan fiksasi kerangka buku bersama tentang Peradaban Islam 2045 di Indonesia. Konsolidasi akan dipimpin oleh kepala MuSA, Reza Primawan Hudrita, langsung.

Contact Person : Rakhmat (081322089302)
Baca lebih lanjut