One More Light


Sebenernya udah lama pengen bahas album terbarunya LP yang keluar mei kemarin, judulnya: One More Light. Tapi belom kesampean. Kenapa tetiba pengen coba ngereview album ini? Soalnya albumnya beda banget sama album-album sebelumnya yang lebih cadas. Nah, terus sekarang jadi nambah pengen nulis, soale sang vokalis [chester bennington] telah meninggal dunia hari kamis 20 juli. Saya bukan bikin tribute atau semacamnya lho, karena meninggalnya itu diduga bunuh diri (kalo liat di berita2). Jelas saya mengutuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah itu.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (TQS. An Nisa: 29)

Apalagi bisa jadi (ini cuma kekhawatiran saya sih) chester ‘terinspirasi’ dari bunuh diri sahabatnya chris cornell, soalnya chester bunuh diri pada hari ulang tahun si chris. Semoga aja ga ada orang lain yang terdorong untuk bunuh diri juga gegara chester ya. Amiin…

Fakta tersebut sebenernya bertolak belakang dengan album One More Light yang menurut saya keren dari segi liriknya. Dari dulu udah keren sih. Cuma Linkin Park grup band cadas yang bikin lagu tentang hari kiamat dalam In The End, tentang keselamatan pada hari pembalasan dalam The Catalyst, tentang Nabi dalam The Messenger, juga tentang lingkungan dalam What I’ve Done. Walaupun itu semua tafsiran saya aja sih. Hehe… LP juga sempat mendukung umat Islam dengan menolak pengeboman masjid oleh non-muslim di lagu Hands Held High.
Baca lebih lanjut

The Messenger


Seketika, teringat dengan jelas berbagai peristiwa yang dijalani oleh Nabi Muhammad saw mengarungi samudra perjuangan dakwahnya. Berbagai ombak cobaan dan badai cercaan datang menerpa silih berganti.

Ketika di awal-awal risalah, beliau mengalami tahun kesedihan, lalu beliau harus meninggalkan kampung halamannya sekaligus kenangannya semasa kecil. Ketika di Marhalah Madaniyyah, banyak perang-perang besar yang terjadi. Uhud dan Ahzab yang paling membekas, karena banyak kesedihan dan kepayahan yang diterima sang Nabi.

When you feel you’re alone
Cut off from this cruel world
Your instincts telling you to run

Apa jadinya bila Nabi Muhammad lari dari tugas yang diembannya. Mungkin saat ini agama yang kita anut bukanlah Islam atau mungkin saat ini kita ada di tempat-tempat maksiat menghabiskan waktu untuk dimasukkan ke neraka. Na’udzubiLlah.

AlhamduliLlah, kita diberikan suri tauladan yang sangat tidak pernah putus asa dan tidak pernah mengikuti keinginan hawa nafsu. Padahal harta, tahta, dan wanita telah ditawarkan oleh musuh-musuhnya agar dia berhenti dari aktivitasnya.

Listen to your heart
Those angel voices
They’ll sing to you

Baca lebih lanjut

Simpati dari non-Islam untuk Palestina


Do you see the soldiers they’re out today
They brush the dust from bullet proof vests away

It’s ironic at times like this you pray
But a bomb blew the mosque up yesterday

Lirik di atas adalah potongan dari lagu “Hands Held High”-nya Linkin Park. Bahkan, band cadas seperti LP ini, bisa tersentuh dengan konflik di jalur gaza. Sekali lagi, saya mengajak temen2 semua *terutama yang muslim*, untuk lebih peduli kepada saudara-saudara kita di sana.

Oh iya, akhir2 ini juga ada lagi yang bikin lagu khusus untuk Gaza, yaitu Michael Heart. Judul lagunya We Will not Go Down – Song for Gaza. Ini dia teks versi Indonesianya.

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Composed by Michael Heart. Copyright 2009

With hands held high into the sky so blue,
As the ocean opens up to swallow you.