LakMus


LakMus

Assalamu’alaykum kaka2 dan mentemen, kenalin kami dari kelompok LakMus (Laskar Muslim). Kami dari SMK-SMAK Bogor (SMAKBO) kelas XI. Foto di atas adalah waktu kami mengagendakan rihlah kelompok ke STAR PARTY-nya Al Taqwa College di Sentul. Anggota kelompok kami antara lain:

  • Ketua: Mochamad Sulaeman Rizki
  • Sekretaris: Aprijal Ghiyas Setiawan
  • Bendahara: Pascal Rooseno Shidiqqi
  • PJ Rihlah: Anwar Majid Madani
  • PJ Olahraga: Syahril Ramdhan Bahar Noor
  • PJ Buku Profil: Amarun Naufal
  • Anggota: Angga Eka Wijaya, Mochamad Aldiansyah, Muhammad Dawan Syaefullah, Rizal Arif Muttaqin, Yusuf Faris Hasan

Waktu acara Star Party, salah satu materinya adalah tentang Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret (pas banget hari libur euy). Hanya saja kalo mau gerhana total, kita harus berada di sekitar garis ekuator. Jadi, Bogor cuma gerhana matahari sebagian (hanya sekitar 90% matahari yang ketutupan). Untuk lebih jelasnya bisa liat infografik di bawah ini:
Baca lebih lanjut

Urgensi Membina


Alhamdulillah, saya menemukan visualisasi sebuah ceramah dari Imam Anwar Al Awlaki tentang salah satu episode hidup Umar bin Khattab radiyallahu’anhu. Dan saya rasa, kisah ini harusnya semakin meningkatkan sense membina dari diri kita. Yuk, simak baik-baik…

Umm, menurut saya sih, ga ada dakwah yang lebih sakti mandraguna dibandingkan mentoring, karena dengan metode seperti itu kita bisa nyentuh secara personal. Kita bisa mencet idungnya satu persatu, kalo mau doang sih. Tapi itu tidak bisa dilakukan oleh tabligh akbar, meskipun itu dilakukan oleh ulama yang diakui tingkat internasional.

Dan hebatnya lagi, mentoring tidak hanya memberikan kebenaran semata, tetapi mampu membentuk seseorang hingga ia memiliki kepribadian seorang muslim sejati bahkan memiliki kepribadian seorang da’i. Wow! Beda dengan tabligh akbar yang dateng duduk pulang.
Kok kayak ngejelek-jelekin tabligh akbar ya? Hehe, maap, tidak bermaksud seperti itu. Tabligh akbar juga penting, tetapi saya sedang menekankan efektivitas mentoring dalam berdakwah.

Maka dari itu, seharusnya seorang da’i memberikan perhatian yang lebih terhadap mentoring ini. Karena belum ada wasilah yang memberikan efek sedahsyat dan seinbox mentoring.
Belum lagi, ada buanyak pahala yang menunggu diri kita di sana.

Hadits pertama yang saya kutip adalah penggalan dialog antara Rasulullah dengan para sahabat, di bagian akhir Rasulullah bersabda seperti ini kepada Ali bin Abi Thalib.
Baca lebih lanjut

Jam Matahari


Moshimoshi minna-san, sekarang saatnya pelajaran astronomi lagi lho. Hehe…
Kali ini saya ingin berbagi tentang menghitung posisi matahari berdasarkan tanggal masehi.

Pertamax, kita harus tahu pola gerak semu matahari. Setelah diteliti ribuan tahun (lebay), matahari punya titik-titik istimewa di tanggal-tanggal tertentu lho.

Jadi gini polanya, pada tanggal 21 Maret matahari sedang berada di lintang 0o, kemudian bergerak ke utara hingga mencapai titik maksimum yaitu 23.5o LU pada tanggal 21 Juni, lalu kembali lagi ke garis ekuator pada tanggal 23 September, dan bergerak ke selatan hingga mencapai titik maksimum -23.5o atau 23.5o LS pada tanggal 22 Desember, lalu kembali lagi ke garis ekuator pada tanggal 21 Maret, dan begitu seterusnya.

Biar lebih kebayang, kita bikin tabelnya aja yak (anggap 1 tahun adalah 365 hari dengan meniadakan tanggal 29 Februari):

Nama Titik

Posisi Matahari

(a)

Jumlah Hari Ke Titik Selanjutnya

(b)

Tanggal Istimewa

(c)

Vernal Equinox

0o

92 Hari

21 Maret

Summer Soltice

23.5o

94 Hari

21 Juni

Autumnal Equinox

0o

90 Hari

23 September

Winter Soltice

-23.5o

91 Hari

22 Desember

Setelah kita tahu siklus matahari tersebut, bila ingin tahu kapan matahari tepat berada di atas suatu kota, kita tinggal cari tahu dulu deklinasi kota tersebut, dengan syarat bahwa kota tersebut berada diantara deklinasi 0o sampai 23.5o (soalnya, matahari hanya bisa melewati garis lintang tersebut). Kemudian tinggal kita hitung berdasarkan persamaan antara perbandingan derajat dengan waktu tempuh.
Baca lebih lanjut

Umur Matahari


Lanjutan dari kuliah Astronomi dan Lingkungan bab Pengantar Astrobiologi bagian Habitable Zone and Terraforming. Kali ini akan saya ceritakan kisah tentang bintang kita, yaitu Matahari.

Matahari lahir ke alam raya pada 4.5 miliar tahun yang lalu dan diperkirakan berumur hingga 6.5 miliar tahun lagi. Kira-kira seperti ini gambarannya:

Setelah 11 miliar tahun sejak kelahirannya, Matahari akan mengalami supernova dan melepaskan materi yang ada dikandungnya sehingga menjadi bintang katai putih.

Nah, sebelum supernova, matahari itu akan menjadi bintang merah raksasa. Disebut raksasa karena memang besar sekali sehingga merkurius dan venus tertelan. Perbandingan matahari sekarang dengan saat itu seperti ini:
Baca lebih lanjut

Bintang Generasi Pertama


Ketika ikut kuliah Astronomi dan Lingkungan bab Pengantar Astrobiologi bagian pertama (tentang Habitable Zone and Terraforming), saya semakin sadar, betapa banyak nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kita bahkan berjuta-juta tahun sebelum kita ada. Pada saat itu, sang dosen sedang menceritakan kisah bintang-bintang generasi pertama.

Dari suatu sumber di internet, saya mendapatkan bahwa bintang-bintang generasi pertama terbentuk sekitar 300 juta tahun setelah Big Bang dan dibakar oleh waktu di alam semesta selama 1 miliar tahun. Mereka memiliki ukuran yang sangat besar dan berotasi sangat cepat.

Gemintang yang tersusun dari hidrogen dan helium ini juga menghasilkan elemen lebih berat dalam proses konsumsi bahan bakar. Kira-kira elemen atau unsur inilah yang ada di inti bintang tersebut.


Baca lebih lanjut

Kalender Astronomi 2011


Bulan Januari
3 dan 4 – Hujan Meteor Quadrantids. Sebenarnya hujan meteor ini dapat dilihat pada tanggal 1-5 Januari, tetapi puncak hujan meteor ini jatuh pada tanggal 3 dan 4 Januari. Pada 2 hari tersebut akan terlihat sekitar 40 meteor per jam. Baiknya dilihat dari tempat yang gelap setelah tengah malam di sekitar konstelasi Bootes.
4 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Safar.
4 – Gerhana Matahari Sebagian. Dapat terlihat disebagian besar Afrika utara, Eropa, and Asia. Berarti Indonesia gak kebagian =(
5 – Venus Elogasi Maksimum. Venus akan berada pada posisi tertingginya di langit menjelang matahari terbit. Kenali planet Venus sebagai benda langit paling cemerlang di langit timur menjelang matahari terbit.
19 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 17-19 Januari kita shaum ayyamul bidh.

Bulan Februari
3 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Rabiul Awal.
18 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 16-18 Februari kita shaum ayyamul bidh.

Bulan Maret
4 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Rabiul Akhir.
19 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 17-19 Maret kita shaum ayyamul bidh.
20 – Vernal Equinox terjadi di belahan Bumi bagian utara pada 23:31 UT, yaitu ketika waktu siang hari dan malam hari sama jumlahnya. Hari ini juga merupakan hari pertama di musim semi. Matahari akan singgah sejenak tepat di ekuator dalam perjalanan semu menuju langit utara. Di Indonesia, peristiwa ini menandai dimulainya musim kemarau.

Bulan April
3 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Jumadil Awal.
3 – Oposisi Saturnus. Planet bercincin ini akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi. Ini adalah waktu yang paling baik untuk melihat dan memotret Saturnus dan satelitnya. Saturnus akan nampak sepanjang malam dan terlihat bagai benda langit putih terang.
18 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 16-18 April kita shaum ayyamul bidh.
21 dan 22 – Hujan Meteor Lyrids. Sebenarnya hujan meteor ini dapat dilihat pada tanggal 16-25 April, tetapi puncak hujan meteor ini jatuh pada tanggal 21 dan 22 April. Pada 2 hari tersebut akan terlihat sekitar 20 meteor per jam. Meteor-meteor tersebut dapat menghasilkan jejak debu terang yang berlangsung selama beberapa detik. Hujan meteor ini terlihat di sekitar konstelasi Lyra setelah tengah malam. Konstelasi Lyra sendiri dapat ditemukan di arah utara menjelang matahari terbit.
Baca lebih lanjut