Aku Anak Rohis


AKU ANAK ROHIS BUKAN TERORIS (New Version)
By: Munsheed United feat Asma Nadia

Reff 1:
Aku anak rohis
Selalu optimis
Bukannya sok narsis
Kami memang manis

*Kubuka jendela pagi
Rasakan hangat mentari
Mulai kulangkahkan kaki
Semangat tinggi di hati

*Di sekolah berprestasi
Tak lupa aku tuk mengaji
Sebagai bekal di dunia
Dan akhirat nanti…
Baca lebih lanjut

Standar Interaksi Antargender


Ini tidak bicara tentang dalil quran dan sunnah, tetapi bicara pandangan saya terkait interaksi antara laki-laki dan perempuan nonmuhrim. Tujuannya tentu saja untuk menjaga diri untuk tidak mendekati zina (yang ini dalilnya udah jelas lah ya)

Pertama, kita bicara dulu tentang pakaian. Pada prinsipnya, pakaian yang dikenakan oleh seorang laki-laki harusnya sejalan dengan syariah yaitu menutup aurat. Akan tetapi, bagi saya, pantang untuk menggunakan celana pendek atau celana panjang yang robek di atas lutut. Ditambah lagi, saya lebih senang menggunakan jaket bila akan melakukan interaksi yang cenderung bebas, agar tidak bersentuhan kulit dengan perempuan.

Sedangkan untuk perempuan, sudah jelas apa yang disampaikan oleh Rasulullah: “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah baligh, tidak ada yang layak terlihat kecuali ini dan ini sambil menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR Imam Abu Dawud dan Imam Baihaqi).

Untuk itu, hendaknya seorang wanita menggunakan kerudung (khimar) dan jilbab dengan warna yang tidak menarik perhatian. Perlu juga diperhatikan, ketika menggunakan jaket, jangan sampai lekuk tubuh terlihat (meskipun ga pernah merhatiin sih). Juga musti hati-hati dengan tangan dan kaki. Kebanyakan, lengan (dari pergelangan tangan hingga siku) dan kaki (sekitar betis hingga engkel) masih terlihat. Maka dari itu, penting menggunakan manset dan kaos kaki seperlunya untuk menutupi aurat yang masih terbuka tersebut.

Kedua, kita bahas isu-isu yang sering menimpa laki-laki, perempuan, dan interaksi keduanya. Misalnya, VMJ? Hehe. Virus makin jayus Virus merah muda merupakan tanda kelabilan dan kegalauan para pemuda dan pemudi yang baru beranjak dewasa ini (tsah, kata-katanya sok iyeh banget). Ngga becanda, karena ini juga pertanda hati yang sedang terkena penyakit karena lawan jenis. Nah, sebenernya saya juga bingung kalo udah gini gimana, jarang banget bertindak. Akan tetapi, sebaiknya bilsa menemukan hal itu maka hal itu jangan diumumkan. Harus mengecek dulu terkait status kelabilan bin kegalauannya.

Kalo orang itu laki-laki juga, ajak ngobrol langsung (lebih didahulukan) atau minta ke teman terdekatnya yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sembarang ngobral info ini, nanti malah akan muncul masalah baru. Namun, bila orang itu perempuan (lawan jenis), hendaknya kita mengingatkan dapat dengan cara mengingatkannya melalui perempuan yang lain (lebih didahulukan) dan perempuan yang dititipkan sebaiknya tidak perlu memberi tahu siapa laki-laki yang mengingatkan (kalo-kalo si perempuan itu kepo, haha), sehingga hati perempuan yang diingatkan lebih nyaman. Malah, kalau bisa jangan dibilang bahwa ada laki-laki yang mengingatkan, bilang aja saya mau mengingatkan. Kan beres!

Biasanya VMJ ini berawal dari becanda-becanda. Misalnya ngeledek “cie cie…” atau “ihiy…”. Nah, yang kayak gitu juga musti dihindari. Betul?
Baca lebih lanjut

SALAM dan TAKBIR


A: eh, salam dan takbir-nya gimana?
B: dari zaman rasul, salam tuh assalamu’alaykum wr wb dan takbir tuh Allahu akbar!
A: *sigh*

hehe, becanda! =D

SALAM

patut disyukuri bahwa DKM memiliki peluang lebih awal untuk merekrut pengurus. ketika ekstrakulikuler lain hanya diberi kesempaan beberapa menit untuk display, DKM mendapatkan waktu 1 hari untuk ‘promosi’. ketika organisasi lain tampil dengan ‘garang’ dan penuh agitasi, DKM hadir dengan lembut dan menyenangkan. mungkin termasuk kufur nikmat ketika momentum ini lewat begitu saja. astaghfirullah..

kawan, mengajak siswa baru menuju kebaikan dimulai dari SALAM ini. jangan sampai persiapannya asal-asalan saja. siapkan apapun yang kita bisa, misal:

a. Branding

bagi para siswa baru, kesan di awal itulah yang kemudian dikenang dan mempengaruhi kehidupan di SMANSA selanjutnya. maka munculkanlah kesan bahwa DKM adalah organisasi yang eksis dan bermanfaat, yaitu memiliki karakter dan citra yang bersahabat bagi setiap siswa baru SMANSA sehingga mereka lebih membuka diri pada DKM. kalo udah gitu, da’wah pun akan lebih mudah.
tunjukkan juga bahwa DKM adalah organisasi yang besar, kuat, aktif, dan berpengaruh di mata publik. bikin asumsi bahwa kalo ga ikutan DKM, ga gaul. atau yang gak islami berarti ga trendi, hehe =D

perlu dicatat, saat SALAM ini yang dikejar adalah kuantitas karena sedang masa perekrutan, sedangkan kualitas dikejar ketika proses PODS dimulai. oleh karena itu, rekrutlah sebanyak-banyaknya para siswa baru dengan pencitraan yang baik di SALAM ini.
pencitraan yang baik mengenai lembaga dakwah, misal: acara yang tidak ngaret dan menunjukkan perilaku yang islami dari para panitia. oia, bisa juga nyambut siswa baru ketika sholat Dhuha pas MOS, insya Allah tersentuh.

b. Event (acara) dan Service (pelayanan)
Baca lebih lanjut

Program Tepat, Kerja (insya Allah) Berkah


Berikut ini ada rumus yang sering digunakan oleh GAMAIS ITB untuk membuat program kerja (terutama kepanitiaan), yaitu CAVD: Cash flow, Appreciation, Value, and Documentation. Yang perlu dicatat, rumus tadi bukanlah tahapan ataupun urutan, tapi biar enak aja nyebutnya CA-V-D! hehe =D

1. Cashflow/basis dana

perlu ada perubahan mindset di setiap departemen atau kepanitiaan bahwa proker adalah tempatnya menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana. diharapkan setelah suatu program berakhir, yang terjadi adalah memberikan sejumlah uang ke bendahara, bukan sebaliknya. minimal impas lah.
lalu, perlu adanya kemandirian finansial. setiap departemen/kepanitiaan punya usaha sendiri dan tidak bergantung pada departemen danu atau donatur. misal, inkasi dari BIRU Smansa atau Al Mishbah.
bahkan, perlu ada target jangka panjang bahwa nantinya DKM memiliki keberlimpahan dana dan itu semua digunakan untuk pelayanan umat, semisal beasiswa dan penyaluran zakat/infaq/shodaqoh/hewan qurban. salah satu keberlimpahan dana itu didapat dengan mendirikan usaha mandiri.

2. Appreciation/Participation

dalam setiap program kerja, kita perlu memerhatikan objek, subjek, dan supporter sehingga mereka memberikan tanggapan positif kepada setiap yang DKM lakukan. ini juga menjadi salah satu parameter keberhasilan dakwah.
Baca lebih lanjut

hanya ingin berbagi untuk smansaku…


hampir enam tahun semenjak momentum itu. sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya.
ya, hampir enam tahun lalu saya pertama kali menginjakkan kaki di SMA Negeri 1 Bogor. setelah display ekskul ketika MOS, saya berpikir untuk ikut tiga ekskul saja: Sketsa, Panssera, dan Diafragma. hanya itu, sampai suatu ketika seorang teman datang menghampiri saya, nyodorin selembar kertas, dan berkata “peh, isi!”
kertas itu adalah lembar formulir pendaftaran DKM Ar Rahmah.

saya ga kepikiran sama sekali mau ikut DKM sebelumnya. tapi itulah momentumnya, sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya. hingga kini saya senantiasa bersyukur atas momentum itu. apa jadinya kalo saya tidak disodori beberapa lembar kertas itu? apa jadinya kalo saya males mengisinya? huff, mungkin saya ga akan menulis ini sekarang.

kawan, kebanyakan alasan teman-teman kita masuk DKM adalah ingin mendapat ilmu. betul tidak? tetapi ternyata DKM adalah lembaga dakwah yang secara tidak langsung menuntut pengurusnya untuk memberi (bukan menerima seperti yang diharapkan ketika pertama kali mendaftar)
ini yang banyak tidak dipahami oleh teman-teman kita, bahwa dakwah sejatinya adalah untuk diri kita sendiri.

pernah ga temen-temen merasa jenuh dalam beribadah? kalo saya sih sering. hehe.
atau pernah ga sengaja baru bangun waktu adzan shubuh padahal kita biasa tahajud?
atau pernah merasa gada waktu untuk ibadah? misal ada acara outbond yang kotor-kotoran dari pagi buta ampe zuhur. berarti ga sempet sholat dhuha kan, padahal kita udah biasa sholat dhuha. nah gimana noh?
gampang, solusinya adalah dakwah.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (HR. Muslim)

jadi konsep mudahnya gini, ketika kita udah ga bisa buat apa-apa lagi untuk mendapat pahala, pakailah pahala orang lain. toh, orang lain juga ga rugi.
apalagi modalnya cuma ngasih petunjuk. cuma ngasih tau doang.
tapi ada yang perlu dicatat: jangan sampai jadi calo, kita ngajakin orang lain tapi kita sendiri ga ngelakuin.
menurut saya, itulah esensi dakwah sebenarnya (selain mengajak orang lain dari kegelapan menuju cahaya Islam)
CMIIW, Allahu’alam…
Baca lebih lanjut

[jurnal] Penyambutan SAPPK 2010 dan Ramadhan 1431


FOKUS PMBR MuSA:

1. Acara rutin namun menyentuh.

Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw bersabda: “Lakukanlah [amalan-amalan] sesuai dengan kemampuanmu, karena Demi Allah, Allah tidak akan merasa bosan hingga kamu sendiri yang akan merasa bosan. Dan amalan-amalan yang paling disukai oleh-Nya adalah yang dilakukan oleh pelakunya secara terus-menerus.” (HR. Bukhari)

Ya, yang utama bukanlah yang besar dan megah tetapi insidental (hanya sekali saja) melainkan yang rutin dan istiqomah (menanjak naik, tidak stagnan) meskipun sederhana. Tidak mengapa acara besarnya sedikit, asalkan efektivitas dan efisiensi rekrutmennya tinggi. Jangan sampai yang ikutan acara PMBR hanya yang sudah faham saja, tetapi yang masih ammah pun harus terekrut. Buatlah alur yang baik untuk mereka, mulai dari kegiatan syiar, rekrutmen, hingga ke pembinaan lanjut.

Misalnya, dengan gerakan gerilya untuk masuk ke tiap kelas SAPPK 2010 setiap paginya untuk memipin mereka membaca doa dan tilawah al quran. Atau dengan mengadakan ‘mentoring’ tiap hari (atau minimal 2x sepekan, ingat: mentor harus memberikan waktunya 24 jam selama 7 hari untuk mentee), hanya saja bukan mentoring yang melingkar dan menyampaikan materi, melainkan kegiatan yang menyenangkan seperti: makan-makan, jalan keliling ITB, atau mencari permasalahan remaja di mall-mall (minimal dibuka dengan tilawah dulu). Atau propaganda ‘jilbab and koko day’ tiap hari Jumat.

Yang perlu diingat, mereka masih baru di ITB, kita bangun mindset pada diri mereka bahwa kegiatan yang Islami itu menyenangkan dan sudah biasa dilakukan di ITB selama ini.
Baca lebih lanjut