Membina Anak ala Inside Out


Fear, Anger, Joy, Disgust, dan Sadness

Fear, Anger, Joy, Disgust, dan Sadness

Assalamu’alaykum semuanya. Apa kabar pembaca setia blog ini? Mehehe…

Ada yang pernah nonton Inside Out? Itu lho, film animasi tentang perjalanan seorang anak yang bernama Riley beserta 5 “makhluk” yang merupakan tipe-tipe perasaan yang ada di tubuhnya. Makhluk-makhluk itu adalah Joy yang membuat Riley merasakan kegembiraan, Sadness untuk rasa sedih, Fear untuk rasa takut, Disgust untuk rasa jijik, dan Anger untuk rasa marah.

Dari film ini kita diberi tahu bahwa seharusnya setiap orang memiliki dasar kepribadian bahagia. Perasaan yang lain akan muncul hanya pada waktu tertentu saja. Rasa takut muncul agar kita terhindar dari berbagai kecelakaan (fisik maupun sosial), rasa jijik muncul supaya kita terhindar dari keracunan (fisik maupun sosial), rasa marah muncul supaya kita bisa menegakkan keadilan untuk diri kita, sedangkan rasa sedih muncul supaya hati kita menjadi lembut.

Ketika para makhluk di atas beraksi hingga mempengaruhi perasaan Riley, akan terbentuk bola-bola memori yang berwarna-warni tergantung perasaan apa yang menyelimuti memori tersebut. Bila memori tersebut bahagia, akan berwarna kuning. Bila memori tersebut sedih, akan berwarna biru. Bila memori tersebut takut, akan berwarna ungu. Bila memori tersebut jijik, akan berwarna hijau. Bila memori tersebut marah, akan berwarna merah.
Baca lebih lanjut

memori dan impi


suatu hari nanti

suatu saat di kemudian hari,

ketika raga kita sudah tidak bersama lagi,

jangan pernah ingkari

bahwa kita pernah bertemu disini

dalam nuansa imani

mencari warna seindah pelangi…

.

karena yakin pasti,

bahwa kenang ini,

takkan lari,

tak akan pergi,

dan tidak akan pernah mati…

.

hanya terus kuatkan impi

yang penuh arti,

bahwa nanti

akan tercipta Indonesia Islami…

.

seluruh jiwa ini,

setiap raga ini,

dan semua fikir ini,

akan kami beri

untuk kemenangan sejati…

.

bukan semata posisi,

ataupun materi,

apatah lagi yang lebih rendah dari dua tadi,

melainkan kemenangan hati…

.

.

.

merancang dan membangun peradaban madani

di bumi ibu pertiwi…