Sebuah Ide untuk Bergerak Bersama-sama


“Afwan akh, kami mau fokus ke internal Rohis terlebih dahulu untuk saat ini.”
“Sepertinya kami tidak bisa bantu-bantu, karena sedang menyiapkan agenda besar di sekolah kami.”

Mungkin selentingan di atas sering kita dengar dalam kesibukan aktivitas dakwah sekolah kita. Atau malah kalimat itu adalah sesuatu yang sering kita ucapkan kepada saudara seperjuangan kita yang berbeda sekolah? Mungkin hal itu baru sekedar kata-kata yang mungkin tidak sengaja terucap saat ditawari permintaan tolong. Nah, sekarang coba simak kisah-kisah berikut ini:

“Ada sebuah sekolah yang sedang mempersiapkan sekolah untuk mentor dalam rangka menyambut ajaran baru. Puluhan mentor sudah terseleksi dan terbina dengan baik untuk sekolah tersebut. Namun, tak jauh dari sekolah tersebut, ada sekolah lain yang bahkan untuk punya tambahan 1 mentor saja sangat susah sehingga pengurus Rohis yang terbina melalui mentoring jadi sangat sedikit.”

“Di bagian lain kota Bogor, terdapat sekolah memiliki Rohis dengan kegiatan seabreg, mulai dari tingkat kelas hingga tingkat kota (bahkan merambah ke Jadetabek). Namun, masih banyak sekolah di sekitarnya yang untuk mengadakan 1 kegiatan saja sudah sulit, karena keterbatasan SDM, dana, dan dukungan sekolah. Baginya, mengadakan kajian keislaman tingkat sekolah saja adalah suatu kesuksesan yang besar.”

“Lalu, ada pula Rohis yang sudah bisa mewarnai sekolahnya hingga menjadi ekskul paling diminati oleh setiap siswa. Sekolah pun sangat mendukung setiap kegiatannya baik dari segi materi maupun moril. Akan tetapi, masih banyak sekolah yang untuk merintis Rohis saja agar jadi ekskul yang diakui sekolah, belum terselesaikan selama beberapa generasi. Dan tak ada satu pun Rohis mapan yang bersedia membantunya.”

Ya, kondisi Rohis di setiap sekolah itu memiliki kondisi yang berbeda-beda. Bila setiapnya menutup mata dan hanya memikirkan dirinya masing-masing, maka perkembangan dakwah sekolah di kota Bogor akan sulit berkembang karena hanya segelintir Rohis saja yang mampu memiliki denyut aktivitas dengan baik. Kuncinya adalah selesaikan segera urusan kita dan bantu saudara kita yang membutuhkan bantuan. Setelah pemahaman untuk bergerak bersama-sama ini telah ada dalam pikiran kita, kemudian langkah selanjutnya yang harus ditapaki ialah: Levelisasi dan Mempersaudarakan Rohis sekota Bogor.

Levelisasi Rohis/DKM

Yang perlu kita sepakati di awal mengenai levelisasi ini adalah tujuannya bukan untuk membuat jurang pemisah antara Rohis yang berlevel tinggi dan yang berlevel rendah. Bukan pula membuat Rohis yang berlevel tinggi menjadi sombong dan Rohis yang berlevel rendah menjadi minder. Justru, dengan status ‘level tinggi,’ Rohis tersebut memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dan lebih banyak membantu Rohis lainnya. Dan Rohis dengan level yang masih rendah lebih diuntungkan karena akan dibimbing oleh Rohis lain agar bisa terakselerasi menjadi naik level, dengan syarat: turut aktif untuk belajar sebanyak-banyaknya (bukan pasrah saja menunggu bantuan).
Baca lebih lanjut