Perpustakaan Online


Assalamu’alaykum wr wb

Sebenernya tulisan dibawah ini merupakan salah satu proker MuSA, yaitu jaringan baca (di Mata juga ada)

Intinya tiap pengurus mendata buku apa saja yang ia miliki dan boleh dipinjem sama orang lain. Dah gitu, digabungin trus dipublikasiin deh. Kalo mau minjem tinggal hubungi yang punya bukunya.

Keuntungan dengan sistem ini diantaranya:

  • Tidak perlu tempat dan rak buku
  • Tidak perlu penjaga perpustakaan
  • Tidak perlu kartu perpustakaan
  • Tidak perlu administrasi yang ribet
  • Tidak khawatir akan hilang (ga jelas sapa yang minjem)
  • Dan masih banyak lagi

Jadi, yuk hidupkan perpustakaan maya kita.
Daftar dibawah adalah buku-buku saya yang ada di bandung:
Baca lebih lanjut

Mencari Pahlawan Indonesia (part 2)


Pahlawan disini adalah dalam memimpin Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Posisi Pemimpin dalam Islam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisaa: 59)

1. Ketaatan kepada pemimpin berada setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
2. Ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu keharusan selama pemimpin tersebut taat kepada Allah dan Rasul-Nya
3. Ketaatan kepada pemimpin harus didasari oleh Al Qur’an dan As Sunnah.
Baca lebih lanjut

Mencari Pahlawan Indonesia


Assalamu’alaykum wr wb.

Innalhamdalillah wash shalatu was salamu’ala Rasulillah.

Menjadi pahlawan bukanlah takdir, tetapi sebuah pilihan.
(Ust. Anis Matta)

Menurut KBBI, pahlawan adalah sebuah kata benda yang memiliki arti ‘orang yang pemberani dalam mengorbankan jiwa dan raga untuk membela kebenaran; pejuang yang gagah berani’.

Tidak kita pungkiri, pada saat ini, Indonesia sedang mengalami krisis kepemimpinan. Bangsa yang sedari dulu rajin melahirkan pahlawan di tiap masanya, kini menalami kemandulan berkepanjangan. Tak ada lagi pemberani yang mengorbankan jiwa dan raganya, tidak ada lagi sang pembela kebenaran dan keadilan, tidak ada lagi pejuang yang gagah berani. Rasa rindu akan munculnya pahlawan semakin membuncah dalam asa kita. Karena krisis demi krisis telah merobohkan satu per satu sendi bangunan negeri kita.

Sudah lebih dari sepuluh tahun dari meletusnya reformasi, sudah empat kali pemimpin negeri ini berganti, sudah berkali-kali musibah bencana alam menghantam negeri ini (sebut saja tsunami, longsor, kebakaran, dan banjir), namun semakin banyak tindak kejahatan dan pengangguran di tanah ini: korupsi di tingkat elit hingga tingkat desa, tingkat kemaksiatan semakin melesat grafiknya, rasa malu dan rasa peduli semakin memudar dengan semakin senjangnya hubungan antara si kaya dan si miskin, nilai-nilai kebaratan kian menancapkan kukunya di bumi pertiwi bahkan mulai menjamah dunia pendidikan Indonesia.

Nah, kawan. Menurut Ust. Anis Matta dalam bukunya, pahlawan itu terdapat dua hal yang mendasarinya:
Baca lebih lanjut