Keluarga: Wasilah Surga


Keluarga sebagai Wasilah Mencapai Surga.

  1. Menikah adalah perintah dari Allah SWT.

    وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (TQS An Nur: 32)

  2. Menikah merupakan bagian dari da’wah, yaitu: syi’ar dan pembentukan generasi yang shalih.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (TQS. Ash Shaffat: 100)

  3. Pembentukan keluarga taqwa

    وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا
    خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

    “Dan orang orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.’ Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (TQS. Al Furqan: 74-76)

  4. Baca lebih lanjut

Stand by Me


Shizuka dan Ayahnya

Shizuka dan Ayahnya

Don’t be silly, you’ve given us so many wonderful things… So many, I lost count. Your first gift was that you were born. It was 3 am. Your first cry sounded like an angel’s trumpet, the most beautiful music I’ve ever heard. When I left the hospital, the sky was beginning to light up, but there were still stars scattered in the sky. In this vast universe, a new life was born carrying my blood. I was so moved that I couldn’t stop crying…

Yoshio Minamoto (ayahnya Shizuka) menggambarkan betapa bahagianya seorang ayah ketika anak pertamanya lahir. Wuaaa, keren! Semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk mengalami hal tersebut. Amiin…

…and every day, every year since then, all the happy memories. We can’t ask for anything better. We’ll miss you, but those memories will keep us happy. You don’t have to worry.

Sebenernya ini lanjutan dari kuot di atas, tapi kalo ini ceritanya kebahagiaan ketika membersamai perkembangan sang anak hingga suatu saat sang anak menikah.

Sekian cuplikan dari film Stand by Me-nya Doraemon. Semoga bermanfaat…
Ps. Film ini bukan untuk anak-anak, karena isinya cinta-cintaan.

Profil Kepemimpinan: Adjie Wicaksana


Adjie Wicaksana

Raden Adjie Wicaksana Tirtakusumah Rachman, nama lengkap orang yang udah saya anggap sebagai saudara di dunia dan di akhirat. Dan hari ini akan jadi hari berbahagianya karena beliau akan menjadi Raja sejagat selama sehari. Ya, hari ini, Sabtu 1 Juni 2013, adalah hari pernikahannya dengan pasangan hatinya. Mungkin saat tulisan ini terbit adalah waktu-waktu paling menegangkan hidupnya, ketika menjabat erat tangan ayah dari calon istri untuk menerima estafet kepemimpinan bagi kehidupan calon istri ke depannya. Kembali, tinta emas akan mewarnai kanvas sejarah peradaban umat manusia.

Tulisan ini saya buat dengan sepenuhnya menggunakan daya ingat saya, tidak membuka catatan-catatan, buku tahunan/almamater, maupun blog pribadi adjie. Sejak dahulu saya selalu ingat tempat dan tanggal lahirnya: Bogor 10 Agustus 1989. Pada saat itu dan di tempat itulah lahir orang hebat yang mampu memberikan inspirasi bagi teman-teman di sekitarnya. Tempat tinggalnya yang sering saya kunjungi ketika SD adalah di Jalan Cikuray nomor 25 (bener gak ya? ini beneran sesuai ingatan doang), yang juga dijadikan kost-kostan khusus wanita (mungkin mahasiswi atau karyawati). Orangnya dari dulu tampak kurus, berambut hitam ikal, pendiam, dan pintar.

Taman Kanak-Kanak

Saya dan adjie bertemu dalam suatu institusi pendidikan yang bernama Bina Insani pada jenjang Taman Kanak-Kanak. Waktu itu saya belum dekat dengannya, bahkan saya tidak ingat apakah kami sekelas atau tidak. Mungkin bila membuka kembali album-album semasa TK, saya bisa tahu kami sekelas atau tidak. Singkat kata, saya tidak begitu bisa mengingat memori semasa TK bersamanya. Hanya saja, dia pernah menulis bahwa sejak TK dia berusaha keras untuk bisa membaca, saking kepinginnya bisa membaca komik doraemon. Itu artinya sejak TK dia tidak hanya bisa membaca, tetapi juga bisa mengerti kisah yang ia baca (bukan sekedar bisa baca perkata).

Sekolah Dasar
Baca lebih lanjut

Untuk yang Berbahagia (2)


Lanjutan dari cerpen Untuk yang Berbahagia. Kalo belum tau, mending baca dulu. Hehe…

Rabu, 4 April 2012
Wuah, kangen sama buku ini. Mengapa tiba-tiba saya menulis cerita harian lagi? Karena hari ini saya iseng menggeledah tumpukan buku-buku di gudang dan saya mendapati buku ini. Buku kecil yang berisi tentang rekam hidup saya semenjak S2 di Turki hingga hari-hari awal pernikahan dengan Raudhah.

Hhhh… ternyata sudah 1,5 tahun berlalu sejak kepergian Raudhah. Apa kabar di sana, sayang?

Kamis, 5 April 2012

Hari ini adalah hari yang selalu saya nantikan, karena paginya saya ada liqo’at dengan binaan-binaan saya dari Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, mereka selalu datang 10 menit lebih awal ke rumah saya, sehingga kita bisa mengefektifkan waktu yang sempit antara subuh dengan jam kerja saya. Untuk itu saya selalu “membayar” mereka dengan selalu menyiapkan materi halaqah dengan sebaik mungkin.

Sekitar pukul 08.00, pertemuan diakhiri dan mereka langsung bergegas menuju tempat aktivitas mereka selanjutnya. Saya pun bersegera bersiap menuju tempat kerja di konsultan Arsitektur yang bertempat di Jl. K.H. Abdullah bin Nuh, dekat Taman Yasmin V. Seperti biasa, sebelum berangkat saya mampir ke swalayan dekat rumah untuk membeli sebotol teh manis kemasan botol plastik untuk menemani aktivitas saya selama 1 hari ini.

Nah, pas sudah sampai di kasir untuk bayar teh tersebut, saya melihat ada anak kecil dengan pakaian serba putih sedang melihat tumpukan permen lolilop di atas meja kasir. Anak kecilnya lucu banget. Karena ga tega membiarkannya, akhirnya saya membeli permen lolipop tersebut dan menyerahkannya kepada si anak lucu itu.

Jumat, 6 April 2012

Hari ini saya menyengaja hadir lebih awal di kantor agar bisa ikut apel pagi untuk briefing singkat dengan para karyawan lainnya. Saya selalu suka dengan suasana briefing ini sejak magang ketika masih kuliah di ITB, karena memang selalu ada pembacaan ayat suci Alquran yang dibaca secara bergantian. Yang paling sering membacanya adalah Pak Deden, Pak Taufik, dan Pak Andri.

Seingat saya, sewaktu saya magang, Pak Deden ini masih suka merokok dan nongkrong ga jelas, tetapi kini bacaan Quran-nya sangat merdu. Begitu juga dengan Pak Andri, beliau dulu baca Surat An Nas ketika jadi imam shalat maghrib di acara Outting Perusahaan saja masih salah dan terbata-bata. Namun kini hafalannya sangat banyak, subhanaLlah.

Sabtu, 7 April 2012

Weekend, yeah! Hehe. Saya pun pergi ke GOR Padjadjaran untuk sedikit jogging pagi. Sekitar 30 menit kemudian, saya mengakhiri olahraga pagi tersebut dan mampir ke swalayan dekat rumah. Kali ini saya tidak langsung pulang, tetapi duduk sejenak di kursi yang ada di depan swalayan.

Ketika sedang asik menikmati suasana sambil minum teh manis, saya kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh siku saya dari samping. Wah, ternyata si anak lucu kemarin, tapi kok dia masih berpakaian putih-putih dan masih memegang permen lolipop waktu itu. Saya pun bertanya: “Sedang apa, dik?” Alih-alih menjawab, si lucu ini malah bertanya balik: “Apa yang paling ingin kakak lakukan sebelum kakak meninggal?”

Deg! Saya benar-benar terhentak dengan pertanyaannya itu, serta merta saja bayangan Raudhah hadir dalam benak dan lisan saya pun mendadak kelu. “Umm, umm, apa… umm…” Saya hanya bisa memandang jejeran ruko di seberang jalan, beberapa belum buka. Dengan tertatih saya berkata lirih: “Mungkin… Saat ini saya ingin bertemu dengan orang yang saya sayangi kemudian membahagiakannya di dunia dan akhirat.”

Saya kemudian tertunduk malu dan tersipu. Ketika itu saya berpikir, anak kecil ini mana mengerti masalah orang dewasa. Begitu saya menoleh ke samping, anak kecil tadi mendadak hilang tanpa tanda-tanda bekas kehadirannya. Agak serem sih, tapi yaudah lah ya…

Ahad, 8 April 2012

WAAA!!! Saya benar-benar tidak akan melupakan hari ini, 8 April 2012! Perasaan saya campur aduk: senang, sedih, takut, lega, dan masih banyak lagi. Haha, mungkin saya sudah gila, karena saya sendiri tidak bisa mempercayai apa yang saya lihat. Oke, oke, akan saya tulis dari awal.
Baca lebih lanjut

Menundukkan Penglihatan


Perenungan singkat dan mendadak ketika perjalanan dari kantor ke rumah. Saya juga bingung kenapa tiba-tiba mikirin ini. Haha. Oia, ini murni pendapat saya, kalo salah mohon ditegur dan jangan diikuti. Okok?

Oke, kita mulai.
Sebagai penikmat angkutan perkotaan, sering terjadi hal-hal aneh yang menyentuh garis pinggir syariah Islam: berkhalwat, berikhtilat, dan bersentuhan antara laki-laki dan perempuan. Apalagi saat ini tak jarang perempuan yang memakai pakaian yang kekurangan bahan.

Nah, ketika itu saya teringat ayat Alquran dan hadits Rasulullah tentang menundukan pandangan:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya…” [QS. An-Nuur: 30-31].

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي

Dari Jarir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu ia berkata: ”Aku bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja). Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 2159)

Dan ketika berpikir-pikir, bila kedua hal tersebut memang harus dilakukan secara fisik (bener-bener nunduk), berarti agak bertentangan dengan hadits lain yang sama-sama dari Jabir.
Baca lebih lanjut

Untuk yang Berbahagia


Ahad, 19 September 2010

Huaa, senangnya bisa kembali ke Indonesia. Kampung halamanku tercinta. Empat tahun yang kuhabiskan di Eastern Mediterranean University (EMU), Turki, untuk mendalami keilmuan arsitektur, sungguh masa-masa yang takkan kulupakan karena Turki memang negara yang indah. Disana saya jatuh cinta beberapa kali. Pada Karang Pamukkale di provinsi Denizli, pada kota Aphrodisias dan kota Herapolis yang penuh bangunan bersejarah, pada pantai-pantai yang indah di Provinsi Antalia, pada susunan batu unik Cappadocia, pada roti kebab, dan tentu saja pada gadis-gadis Turki. Nah, yang terakhir tadi sangat spesial, entah mengapa ketika melihat gadis-gadis Turki saya merasa bahwa kecantikan gadis-gadis Indonesia tidak ada apa-apanya, bahkan seujung kukunya pun tidak. Perpaduan mata yang indah, hidung yang mancung, rambut hitam legam, dan bibir tipis menawan itu tidak ada di Indonesia. Ah, sudahlah. Sekarang saatnya menumpahkan segala rindu yang begitu membuncah di dada kepada ummi, abi, dan adik-adik.

Senin, 20 September 2010

Hari kedua di Indonesia. Terasa ada yang hilang di hati, sepertinya jiwa saya tertinggal di sana, di Turki. Kerinduan ini kembali muncul, kepada makhluk Allah yang disebut perempuan. Akan tetapi yang perempuan yang kumaksud adalah perempuan Turki. Jadi ingat, kemarin berbincang dengan ummi semalam suntuk. Sepertinya ummi sudah sangat rindu pada anak pertama yang dilahirkan tetapi yang kedua yang dikandungnya ini. Dari situ saya tahu, ternyata ummi mengharapkan saya segera menikah. Mungkin tidak ya, saya menikah dengan gadis Turki?

Selasa, 21 September 2010

Keinginan ummi agar saya segera menikah bukan gurauan belaka. Tadi ummi mengajak saya jalan-jalan keliling kompleks rumah. Lalu ummi menunjuk seorang gadis berkerudung lebar hingga siku dan memakai jilbab yang membuat saya hampir tidak bisa melihat sepatunya. Namanya Raudhatul Jannati. Cantik sih, tetapi beda jauh sama gadis Turki. Saya agak keberatan, tetapi ummi bilang bahwa ummi terlanjur sayang pada gadis itu. Dia pernah menolong ummi ketika ummi terkilir kemudian memijit ummi selama beberapa hari. Pada saat itulah ummi tahu kalau dia adalah gadis yang paham agama dan pintar secara akademis. Dia adalah sarjana berpredikat cumlaude program studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Namun, hingga kini saya masih mendambakan memperistri seorang Turki.

Rabu, 22 September 2010

Saya bingung sama diri saya sendiri. Tidak tahu dihipnotis siapa, hari ini saya sekeluarga berkunjung ke kediaman Raudhatul Jannati dan saya mengkhitbahnya. Cukup singkat, kami hanya saling memberi info tentang diri kami masing-masing yang kira-kira dibutuhkan. Setelah itu selesai, jawabannya akan dikirim besok.

Kamis, 23 September 2010
Baca lebih lanjut

tentang VMJ1


entah sejak kapan dan entah siapa yang memulai, cinta diidentikan dengan warna merah jambu.
bukan jambunya yang salah. (iya, emang ga nyambung. udahlah, woi puasa woi!!! haha)
jadi, langsung to the point aja ya tentang Virus Merah Jambu =D

ngerasa sedih gak kalo ada temen yang pacaran? kalo saya sih iya, tapi bukan karena saya gak laku. hehe. tapi karena ngerasa sayang ke mereka telah terbujuk oleh rayuan syaitan.
percaya deh kalo setan itu adalah sebaik-baiknya pengrias lawan jenis. sejelek, sebodo, sebau, sekerempeng apapun tuh orang, kalo setan udah masuk mah jadi ganteng banget dah (gak segitu juga sih)

pasca menjadi pengurus DKM (kelas XII maupun udah alumni SMANSA) adalah masa-masa lost power syndrome. biasanya pas istirahat atau pulang sekolah ke masjid untuk sholat trus ke sekret untuk tilawah atau koordinasi departemen, sekarang udah ga punya sekret.
bebas! udah gak ada amanah organisasi lagi, gak ada beban jadi pengurus DKM (yang harus tampil sholeh)
nah yang kayak gini ini rentan pacaran atau minimal mulai cair dengan lawan jenis.
tapi gak menutup kemungkinan juga bahwa pengurus DKM ngikutin tren dunia barat yang liberal ini.

lantas apa yang harus kita lakukan? tentu yang paling mudah adalah dengan pencegahan.
tapi kalo udah jadian? kasih aja tulisan diatas. haha =D
ok, kita bahas bersama-sama 2 kondisi tersebut…

Cara mencegah

mencegah lebih baik daripada mengobati. shaum woi! sabar. jodoh mah ga akan kemana, tinggal milih mau dengan cara baik atau dengan cara buruk. mau Allah beri dengan lembut atau dengan murka.
Baca lebih lanjut