[jurnal] Sharing Kewilayahan di pra-GIT (part 1)


Pendahuluan

QS Ali ‘Imran : 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS Asy Syuraa : 23
“…Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan…”

Dua ayat tentang perintah berdakwah. Pada surat Ali ‘Imran ayat 104 kita diperintahkan untuk memilih menjadi golongan yang beruntung, sedangkan pada surat Asy Syuraa ayat 23 kita diperintahkan untuk meluruskan niat untuk tidak mengharapkan upah dalam berdakwah tetapi mengharapkan saling berkasih sayang dalam kekeluargaan. Mungkin itulah mengapa jargon GAMAIS ITB berbunyi “Karena Kita Keluarga.”

Mari kita berangkat dari visi GAMAIS 2008-2013, yaitu “Satu Keluarga Menjadi Model LDK Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi Melingkupi Seluruh Sayap Dakwah Menuju Indonesia Islami.”

Dari satu kalimat di atas, tersebut sebuah frase “Indonesia Islami”, hal tersebut menunjukkan bahwa GAMAIS ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran GAMAIS ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami.
Baca lebih lanjut

Dari Kampus Menuju Indonesia Islami


Pada bulan keduabelas tahun keduaributujuh sejak penanggalam Masehi diberlakukan, GAMAIS ITB mengadakan sebuah rangkaian kegiatan yang diberi nama Muktamar GAMAIS ITB. Ketika itu, Kang Iqbal selaku Kepala Departemen MSDA/Kaderisasi, mengumpulkan saya dan teman-teman angkatan 2007 lainnya yang baru saja dilantik menjadi kader muda GAMAIS ITB untuk dijadikan panitia Muktamar tersebut.

Saya masih ingat saat itu, kang iqbal berbicara tentang blueprint yang akan menjadi visi jangka panjang (waktu itu disebutkan 10 tahun, tetapi kemudian diubah jadi 6 tahun) dari GAMAIS ITB, sebagai output yang akan didapat dari Muktamar ini. Sayangnya ketika itu saya tidak jua mengerti blueprint itu seperti apa. Haha, dasar bocah!

Anehnya, saya malah diamanahi sebagai Koordinator Divisi HPD (Humas, Publikasi, dan Dokumentasi). Seperti namanya, divisi ini memiliki tiga tugas. Pertama, menyebarkan undangan kepada seluruh lembaga dakwah fakultas, sekolah, dan program studi yang ada di ITB. Kedua, membuat poster dan spanduk acara Muktamar. Dan ketiga, mengabadikan acara Muktamar dalam bentuk foto, video, rekaman suara, serta tulisan (notulensi).

Nah, untuk bisa memenuhi semua jobdesc tersebut, saya dibantu oleh beberapa orang. Dalam pembuatan surat undangan untuk lembaga dakwah fakultas, sekolah, dan program studi, saya dibantu Denli yang meminta tandatangan kang Ucup, sang kepala GAMAIS ITB. Lalu ketika harus menyebarkan beberapa surat, saya dibantu oleh kang Gamma yang saat itu menjadi Sekretaris Jendral GAMAIS ITB, sehingga saya tinggal memberikan surat ke beberapa lembaga saja. Untuk mendesain poster dan spanduk, ada Annisa dan teman-temannya. Waktu itu saya hanya sedikit menyunting poster dan spanduk yang telah mereka desain, mencetaknya, lalu memasangnya di sekitar ITB. Untuk dokumentasi, saya dibantu oleh Adjie, Aditya, Habiburrahman, Taufiq, Rika, dan yang lainnya.

Alhamdulillah, semuanya terlaksana dengan baik. Bahkan notulen yang kami buat, dijadikan sebuah buku yang berjudul Pedoman Lembaga Dakwah Kampus dan disebar ke seluruh kampus di Indonesia.

Ada satu hal yang membuat saya kagum ketika blueprint tersebut telah rampung, yaitu visi GAMAIS ITB tahun 2008-2013. Berikut saya tuliskan secara lengkap:
Baca lebih lanjut

Mencari Pahlawan Indonesia (part 2)


Pahlawan disini adalah dalam memimpin Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Posisi Pemimpin dalam Islam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisaa: 59)

1. Ketaatan kepada pemimpin berada setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
2. Ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu keharusan selama pemimpin tersebut taat kepada Allah dan Rasul-Nya
3. Ketaatan kepada pemimpin harus didasari oleh Al Qur’an dan As Sunnah.
Baca lebih lanjut

Mencari Pahlawan Indonesia


Assalamu’alaykum wr wb.

Innalhamdalillah wash shalatu was salamu’ala Rasulillah.

Menjadi pahlawan bukanlah takdir, tetapi sebuah pilihan.
(Ust. Anis Matta)

Menurut KBBI, pahlawan adalah sebuah kata benda yang memiliki arti ‘orang yang pemberani dalam mengorbankan jiwa dan raga untuk membela kebenaran; pejuang yang gagah berani’.

Tidak kita pungkiri, pada saat ini, Indonesia sedang mengalami krisis kepemimpinan. Bangsa yang sedari dulu rajin melahirkan pahlawan di tiap masanya, kini menalami kemandulan berkepanjangan. Tak ada lagi pemberani yang mengorbankan jiwa dan raganya, tidak ada lagi sang pembela kebenaran dan keadilan, tidak ada lagi pejuang yang gagah berani. Rasa rindu akan munculnya pahlawan semakin membuncah dalam asa kita. Karena krisis demi krisis telah merobohkan satu per satu sendi bangunan negeri kita.

Sudah lebih dari sepuluh tahun dari meletusnya reformasi, sudah empat kali pemimpin negeri ini berganti, sudah berkali-kali musibah bencana alam menghantam negeri ini (sebut saja tsunami, longsor, kebakaran, dan banjir), namun semakin banyak tindak kejahatan dan pengangguran di tanah ini: korupsi di tingkat elit hingga tingkat desa, tingkat kemaksiatan semakin melesat grafiknya, rasa malu dan rasa peduli semakin memudar dengan semakin senjangnya hubungan antara si kaya dan si miskin, nilai-nilai kebaratan kian menancapkan kukunya di bumi pertiwi bahkan mulai menjamah dunia pendidikan Indonesia.

Nah, kawan. Menurut Ust. Anis Matta dalam bukunya, pahlawan itu terdapat dua hal yang mendasarinya:
Baca lebih lanjut

Kemenangan


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat.
[ An Nashr: 1-3 ]

Pada Qur’an Surat An Nashr ayat 1-3, terdapat gambaran futuhnya suatu bangsa oleh Allah, yaitu:
1. Ketika pertolongan Allah telah datang
2. Ketika kemenangan telah datang
3. Ketika manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong
4. Ketika banyak manusia yang bertasbih kepada Allah
5. Ketika banyak manusia yang memuji Allah
6. Ketika banyak manusia yang memohon ampun kepada Allah
8. Ketika banyak manusia yang diterima taubatnya oleh Allah

Saya mau sedikit membahas tentang poin nomer 3.

Mungkin hal tersebut dapat diterangkan apabila di ITB banyak mahasiswi yan menggunakan jilbab dan hijab, banyak mahasiswa/i yang ikut permentoringan, banyak mahasiswa/i yang membaca al Quran di lingkungan kampus atau ketika menunggu dosen, banyak mahasiswa/i yang mengerjakan shalat berjamaah di awal waktu, banyak mahasiswa/i yang memenuhi hak-hak saudaranya, dan sebagainya.

Hal tersebut haruslah menjadi capaian jangka pendek dari LDK GAMAIS ITB. Sedangkan jangka panjangnya adalah kita semua dikumpulkan kembali di surga-Nya dengan keridhoan-Nya.

Kemudian, bila kita breakdown lagi capaian jangka panjang tersebut menjadi jangka menengah, hal itu akan menjadi:
Satu keluarga menjadi model LDK Nasional berbasis pembinaan dan kompetensi melingkupi seluruh sayap dakwah menuju Indonesia Islami