Untuk Rohingya…


Saya ga tau, ketika timnas U-22 menang melawan myanmar dengan skor 3-1 pada event SEA Games, saya senang karena Indonesia berhasil menyabet medali perunggu atau karena Indonesia berhasil mengalahkan negara teroris yang membantai warga Muslimnya. Yah, walaupun pemerintah myanmar ga mengakui Rohingya sebagai warganya, karena menganggap mereka berasal dari bangladesh. Tapi tetep aja perlakuannya tidak manusiawi dari sudut pandang manapun. Tak ada satu manusia pun yang pantas mengambil nyawa manusia lain dalam kondisi-situasi damai (bukan perang). Ayo dong, Indonesia, Malaysia, dan Brunei minta myanmar menghentikan pembantaian ini.

Dari kasus ini, saya bisa mengambil kesimpulan kalo ajaran buddha itu ga welas asih seperti yang digambarkan dalam film kera sakti. Pertama, pemimpin buddha di myanmar disebut oleh majalah TIME menjadi motor penggerak dalam berbagai pembantaian ini. Search aja di google, fotonya nampang di sampul depan majalah tersebut dengan tulisan: ‘The Face of Buddhist Terror: How Militant Monks are Fueling Anti-Muslim Violence in Asia.’ Di media Washington Post, dia menganalogikan Umat Islam sebagai anjing gila (yang mungkin karena inilah harus dibunuhi). Kedua, di myanmar terdapat seorang aktivis wanita yang pernah meraih nobel perdamaian, tetapi setelah duduk di parlemen, sangat sedikit usahanya untuk menghentikan pembantaian ini. Udah enak hidupnya ya, bu?

Yuk mentemen, kita bantu saudara kita Muslim Rohingya yang mayoritas berada di Rakhine/Arakan dengan cara semampu kita. Sudah banyak lembaga yang bisa dijadikan tempat penitipan donasi kita. Dan yang paling mudah dengan mendoakan mereka agar segera hidup dengan sejahtera (bebas dari rasa lapar dan dari rasa takut), serta yang telah wafat dibunuh mendapatkan kesyahidan di sisi Allah. Apalagi hari ini adalah hari Arafah, semoga shaum-shaum kita bisa membuat doa ini terkabul. Apalagi ini adalah bulan Dzulhijjah yang diharamkan untuk berperang, semoga haji-haji kita bisa membuat dunia penuh dengan kebaikan dan kemanfaatan. Amiin…

Dan untuk mentemen penganut buddha yang baca juga, ayo dong damaikan saudara seagamamu yang di myanmar sana. No Offense ya.. Salam Love, Peace, and Gaul =j

Pelajar Muslim Bogor Tetap Semangat Ikut METAMORFOSA di Tengah Rintik Hujan


img-20161031-wa0000

Hujan rintik di Sabtu siang (29/10) tidak menghalangi para pelajar muslim Kota Bogor untuk menimba ilmu keislaman di kajian rutin remaja, METAMORFOSA. Kali ini, kajian rutin yang diadakan oleh Yayasan Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA) mengangkat tema “Pemuda Hijrah”. Di sana, dikupas tuntas tentang mental pemuda untuk berubah ke arah yang lebih baik dan melakukan aksi positif dengan adanya semangat beragama yang baik.

Bertempat di Masjid At Taqwa Balaikota Bogor, pembicara sekaligus pembina SINTESA, Bagus Kusuma, membuka kajian dengan menjelaskan tentang semangat pemuda kepada agamanya, yaitu Islam. Semangat itu muncul disebabkan adanya unsur cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam. “Seorang pemuda yang memiliki semangat kepada agamanya, tidak akan rela jika agama ini didurhakai atau dinistakan,” jelas Bagus.

img-20161101-wa0001-300x225

Semangat beragama ini, lanjut Bagus, merupakan bagian dari iman dan erat kaitannya dengan amar ma’ruf nahi munkar, yang berarti menyeru kepada kebaikan dan menolak kemunkaran. Karena memiliki semangat inilah para pemuda menjadi lebih peduli pada lingkungannya dan terusik jika ada hal-hal yang merusak mental sesama generasi muda. Semangat dalam agama ini bisa menyelamatkan pemuda dari perilaku negatif seperti tawuran, bullying, narkoba, dan hal-hal tidak bermanfaat lainnya.
Baca lebih lanjut

FSRB Ajak Rohis Bogor untuk Bangkit Bersama


FSRB

Bersatu, bangkit, dan berkarya. Itulah tema yang diangkat dalam acara silaturahim rohis se-kota Bogor yang diadakan sabtu pekan lalu (15/10/2016) di Mesjid Raya Bogor. Acara ini dikemas dalam bentuk talkshow dan termasuk ke dalam rangkaian acara di Bogor Islamic Book Fair yang digelar di Masjid Raya Bogor. Talkshow ini menghadirkan Firmansyah Maulana Anugrah selaku Pembina Forum Silaturahim Rohis/DKM Bogor (FSRB) sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Rifqi Abdul Jabbar selaku Ketua FSRB.

Dalam kesempatan kali ini, Firman mengemukakan bahwa pemuda Islam memegang peranan penting bagi kemajuan peradaban Islam. “Kebangkitan Islam hanya akan menjadi mimpi jika pemudanya tidak peduli terhadap urusan agama, jauh dari kitabuLlah.” Ujar Firman. Kemudian, Firman juga berpesan kepada peserta yang hadir bahwa sebagai pelajar, salah satu peranannya adalah dengan mengukir prestasi, misalnya dengan memenangkan olimpiade. Selain itu juga disertai dengan akhlak yang baik sebagai pelajar.

“Pelajar muslim juga harus senang mempelajari kitab, duduk di majelis ilmu, dan belajar dari para ulama.” Tambah Firman yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Forum Rohis Nusantara (Fornusa).

Pelajar Bogor Ikuti Talkshow dan Doa Bersama Menuju Ujian Nasional


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

BOGOR – Puluhan pelajar SMA se-Kota Bogor memenuhi Masjid At Taqwa Balaikota Bogor untuk mengikuti acara Metamorfosa, (27/3). Metamorfosa merupakan talkshow Islami yang diadakan oleh lembaga pembinaan pelajar muslim Kota Bogor, Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA).

Talkshow Islami kali ini mengambil tema besar manajemen prioritas bagi para pelajar. “Kami sengaja mengangkat bahasan ini agar adik-adik pelajar bisa membagi waktunya dengan baik antara menunaikan kewajibannya belajar dengan aktivitas lainnya yang juga bermanfaat,” tutur Rama Adeyasa, ketua SINTESA.

Demi memberikan gambaran pengaturan prioritas hidup yang baik, panitia Metamorfosa menghadirkan M. Sigit Susanto, Ketua BEM KM IPB periode 2012-2013 yang juga mendapatkan predikat Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian IPB tahun 2012. Sigit pun tak canggung berbagi pengalaman dengan adik-adik kelasnya. Peserta juga tampak mengikuti jalannya talkshow dengan antusias.

“Materinya bagus,” kata Rifqi Abdul Jabbar, siswa SMA IT Ummul Quro. “Saya jadi lebih paham bagaimana caranya mengatur waktu saya, mulai dari yang penting sampai ke hal yang tidak penting,” lanjutnya.
Baca lebih lanjut

Al Quran (bisa) Melaknat


رُبَّ تاَلٍ لِلقُرْآنِ وَالقُرْآنُ يَلْعَنُهُ
“Banyak sekali orang yang rajin membaca Al Quran, akan tetapi sayang Al Quran itu mengutuknya.”
(HR. Bukhari-Muslim)

yaitu orang yang menyalahi Alquran dari segi bacaan, pemahaman, dan amalan.
astaghfirullah… TT_TT

Belajar Menikmati


Kulekatkan keningku pada Bumi-Mu, wahai Ilahi Rabbi.
Sebagai tanda rasa syukur tak terhingga atas anugerah yang engkau curahkan kepada diri.
Atas Iman yang makin erat kudekap, atas Islam yang makin hangat menghinggap.

Tak semua insan Kau buka pintu hatinya untuk menerima cahya hidayah-Mu.
Meski Engkau mampu, sungguh Engkau Mahamampu, melakukannya dengan kuasa-Mu.

Hanya saja, seharusnya Islam dapat dinikmati oleh siapapun.
Tak terkecuali seorangpun.

Seorang muslim hendaknya menikmati dan bangga atas Islamnya.
Betapa tidak? Lisan termulia telah memberikan garansi dan kita tahu Ia takkan dusta.

“Man syahida: ‘la ilaha illallah’, dakhalal jannah.” (HR. Al Bazzar, dari `Umar)

Seorang nonmuslim pun layak menikmati Islam.
Dia harus merasa tentram oleh Islam.
Dia harus mendapatkan keadilan dari Islam.

Ya, karena Islam hadir untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin.
Bukan rahmatan lil muslimin.
Baca lebih lanjut

rancangan pembinaan DKM


bismillah

sebelum bicara terkait pembinaan, saya ingin menekankan perbedaan antara agenda pembinaan dengan agenda syiar/dakwah.

agenda syiar (seperti yang telah dijelaskan pada note sebelumnya) bersifat lebih fun karena memang ditargetkan agar sebanyak-banyaknya yang ikut. makanya harusnya kegiatannya harus yang mereka butuhkan.
sedangkan agenda pembinaan bersifat lebih memaksa karena ada target tertentu yang harus dicapai (menjadi muslim yang kaffah). peserta pembinaan pun harusnya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi pembinaan. namun ga masalah, kalo dibuat fun (asalkan targetnya tercapai)

nah, pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? seperti itulah pembinaan yang baik, nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, pesertanya mau jadi seperti apa. setelah ada, baru dibuat jalan-jalan menuju ke capaian di akhir tersebut.
karena kita sedang bicara tentang pembinaan keislaman, ya berarti target akhir kita, peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang kaffah, yaitu memiliki:

a. Salimul ‘aqidah (‘aqidah yang bersih)
b. Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
c. Matinul khuluq (akhlak yang tegar)
d. Qadirun ‘alal kasbi (kemampuan berpenghasilan)
e. Mutsaqqaful fikri (pikiran yang intelek)
f. Qawiyyul jism (fisik yang kuat)
g. Mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh terhadap dirinya)
h. Munazhzham fi syu’unihi (teratur dalam urusan-urusannya)
i. Haritsun ‘ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
j. Nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain)

10 karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:
Baca lebih lanjut