Konten Syi’ar Rohis/DKM Sekolah


Setelah sebelum-sebelumnya saya menulis tentang konsep-konsep dan metode-metode syi’ar untuk Rohis/DKM sekolah, saya merasa perlu untuk menulis mengenai konten syi’arnya. Penentuan konten ini sangat penting, karena meski semua ajaran Islam itu penting mulai dari gimana mengurus negara dan masyarakat hingga menyisir rambut ataupun menggunting kuku, hanya saja perlu ada prioritas yang harus disampaikan kepada objek da’wah Rohis/DKM.

Saya biasa membagi konten syi’ar menjadi dua macam, yaitu: konten yang sifatnya mengoptimalkan momentum dan konten yang sifatnya berubah-ubah (sesuai momentum). Untuk konten yang mengandalkan momentum (misalnya: 1 Muharram mensyi’arkan perubahan/hijrah menjadi lebih baik), tujuannya agar daya sentuhnya lebih masif. Sekali saja, tapi ledakannya dahsyat. Sedangkan yang sifatnya tetap itu sebagai konten default yang terus-menerus, tidak ada momentum apapun Rohis/DKM tetap melakukan syi’ar mengenai hal itu secara kontinyu.

Setidaknya ada 2 alasan dari sudut pandang objek da’wah mengapa setiap Rohis/DKM harus memiliki konten syi’ar yang tetap:

  • Konten da’wah yang terlalu banyak dan berubah-ubah bisa membuat para siswa kebingungan, karena terlalu banyak informasi yang didapat. Untuk itu, Rohis/DKM perlu memilih dan memilah konten da’wah dari yang paling penting dan genting.
  • Konten da’wah yang sama, bila disyi’arkan secara terus menerus akan lebih mudah membuka hati dan pikiran siswa sekolah untuk menerima da’wah sehingga mereka mau untuk berubah menjadi muslim yang kaffah.

Baca lebih lanjut

Anak Tuhan


Ada sebuah ilmu baru dari kang Hafidz tentang Anak Tuhan versi Kristen-nya Paulus si Yahudi.

Kita tahu bahwa Paulus si Yahudi sudah memporakporandakan konsepsi Kristen asli yang berasal dari Allah melalui Nabi Isa/Yesus. Di bibel memang disebutkan bahwa Nabi Isa/Yesus adalah anak Tuhan, namun maksud bibel disini adalah makna konotatif. Bukan denotatif seperti yang diselewengkan Paulus si Yahudi.

Soalnya ternyata di bibel ada banyak orang yang disebut Anak Tuhan. Afraim juga anak Allah yg sulung (Yeremia 31:9), Yakub juga anak Allah yang sulung (Keluaran 4:22), dan Daud adalah anak Allah yg sulung (Mazmur 89:27) tetapi kenapa mereka tidak disembah (hanya Yesus saja)? Harusnya di Kristen versi Paulus si Yahudi minimal ada 6 Tuhan (trinitas ditambah 3 orang tadi).

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, itu karena ungkapan anak Allah di atas adalah konotatif, seperti anak gaul (bukan berarti nama orangtuanya gaul kan?) atau anak emas (bukan berarti orangtuanya terbuat dari emas kan?). Makna anak Allah sebenarnya adalah orang yang dekat dengan Allah, yaitu utusan Allah aka Nabi.

Aha! Kalo gitu klop sama Al Quran…

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu)! (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS. Al-Nisa’: 171)

Bisa dibilang klop, soalnya injil (bukan bibel) tuh sebenarnya adalah kitab Allah yang sementara dan sekarang sudah habis masa berlakunya. Lihat aja bukti-bukti di bawah ini…
Baca lebih lanjut

P.A.C.A.R.A.N. itu Wajib


Assalamu’alaykum wr wb

Tahukah kawan?
Hari ini saya mendapat suatu pelajaran baru loh, alhamdulillah…
Ternyata, pacaran itu ada dalam Islam bahkan kita harus melakukannya!!!

ya, P.A.C.A.R.A.N. dalam Islam adalah kewajiban. So? kita pacaran yuk!

P: elajari
A: lquran
C: intai
A: llah dan
R: asulullah
A: mar ma’ruf
N: ahi mungkar

hehe… =D
semoga penjelasan ini semakin menguatkan kita untuk pacaran.
yuk, kita pacaran rame-rame.. =p

1. Pelajari Alquran
Baca lebih lanjut