Pemimpin Peradaban, Tidak Hanya Negara


oleh Reza Primawan Hudrita

Sekilas memang tampak sebagai pemimpin negara, seperti Barrack Obama, Susilo Bambang Yudhoyono, maupun Mahmoud Ahmadinejad. Akan tetapi, Rasulullah saw adalah pemimpin peradaban. Karena pemimpin-pemimpin zaman sekarang tersebut hanya bertugas memimpin negeri ini, belum lagi kepemimpinannya banyak yang tidak disukai. Sedangkan Rasul kita, selain pemimpin negara, beliau juga pemimpin spiritual, pemimpin keluarga, pemimpin perang, pemimpin perusahaan, dll. Bahkan, kepemimpinannya menembus batas orang biasa, kerjanya menghasilkan peradaban, kepemimpinannya membuahkan kemenangan yang besar bagi dien ini.

apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An Nashr: 1-2)

Yang menakjubkan, di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktrur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Ia tidur hanya beralaskan tikar di masjid, padahal raja-raja dunia beralaskan singgasana emas nan mewah serta ditemani nikmat dunia lainnya.

Tak seorang pembantunya pun mengeluh, pernah dipukul, atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda di rumah. Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan menantu tercintanya, Fathimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Sungguh perangai yang luar biasa ditampilkan oleh seorang pemimpin peradaban ini. Beliau tidak ingin dianggap spesial, beliau ingin terlihat setara dengan para sahabatnya.

Di bawah pimpinannya, laki-laki menemukan jati dirinya sebagai laki-laki dan pada saat yang sama perempuan mendapatkan kedudukan amat mulia. “Sebaik-baik kamu ialah yang terbaik terhadap keluarganya dan akulah orang yang terbaik diantara kamu terhadap keluargaku.” dan “Tak akan memuliakan perempuan kecuali seorang mulia dan tak akan menghina perempuan kecuali seorang hina,” demikian pesannya.
Baca lebih lanjut

Negara Islam


Bismillah
Ba’da tahmid dan shalawat

Saat ini kita sedang merindukan kembali hadirnya negara Islam yang membawa kedamaian dan kesejukkan di tengah krisis dan konflik yang menerpa dunia kita. Namun, ternyata tujuan Rasulullah bukanlah mendirikan negara Islam, itu hanya metode saja, tujuan sebenarnya adalah menjadikan Islam sebagai soko guru peradaban. Yap, peradaban Islam!

Lalu, kenapa sih Rasulullah melakukan pendirian negara dulu. Yuk kita bahas ^^v

Seperti yang telah kita ketahui sejak SD. Sebuah negara memiliki unsur-unsur yang harus dimiliki agar dapat disebut negara. Jika salah satunya tidak ada, hal tersebut belum bisa disebut negara. Unsur-unsur itu adalah:
1. Pemerintahan
2. Rakyat
3. Wilayah
4. Pengakuan dari negara lain

Nomer satu sampai tiga biasa disebut sebagai de facto, sedangkan nomer empat adalah de jure. Nah, sekarang, mari kita bahas unsur-unsurnya.

Unsur pertama dan kedua, yaitu pemerintah dan rakyat, sebenernya memiliki kesamaan yang seharusnya disatukan. Keduanya merupakan manusia. Hanya saja, pemerintah merupakan manusia yang menjadi subjek dalam negara, sedangkan rakyat lebih kepada objek (tapi, tidak bisa dibilang segampang itu juga sih ^^).
Baca lebih lanjut