Berwakaf di Ramadhan? Kuy Lah!


🌏 Saat ini generasi muda Indonesia sedang mengalami ancaman yg serius. Negeri ini memiliki jumlah pengguna narkoba sebanyak 6,4 juta jiwa dimana lebih dari 27 persennya merupakan Pelajar & Mahasiswa (BNN 2017). Belum lagi paparan pornografi yg telah merusak 64 persen generasi muda. Tawuran, Genk Motor, Aborsi, dan Kecanduan Game Online juga menjadi ancaman serius yg merusak generasi muda harapan Bangsa..

Betulkah Indonesia mulai kehilangan generasi mudanya? 😧

💞 TIDAK! Harapan itu masih ada. Masih ada sekelompok pelajar yg berakhlak mulia, sopan dalam bertutur, dan juga berprestasi. Sekelompok pelajar yang aktif melakukan kampanye anti HIV/AIDS, kampanye Gemar Berbagi, juga lihatlah mereka yang berusaha ingin mengurangi tawuran dengan program persahabatan.

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia adalah kumpulan pemuda dan pelajar yang beraktivitas dalam berbagai komunitas positif dan kegiatan mentoring keislaman yg secara berkesinambungan melakukan & menebar kebaikan ✊🏻✊🏻✊🏻
Baca lebih lanjut

Pelajar Muslim Bogor Tetap Semangat Ikut METAMORFOSA di Tengah Rintik Hujan


img-20161031-wa0000

Hujan rintik di Sabtu siang (29/10) tidak menghalangi para pelajar muslim Kota Bogor untuk menimba ilmu keislaman di kajian rutin remaja, METAMORFOSA. Kali ini, kajian rutin yang diadakan oleh Yayasan Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA) mengangkat tema “Pemuda Hijrah”. Di sana, dikupas tuntas tentang mental pemuda untuk berubah ke arah yang lebih baik dan melakukan aksi positif dengan adanya semangat beragama yang baik.

Bertempat di Masjid At Taqwa Balaikota Bogor, pembicara sekaligus pembina SINTESA, Bagus Kusuma, membuka kajian dengan menjelaskan tentang semangat pemuda kepada agamanya, yaitu Islam. Semangat itu muncul disebabkan adanya unsur cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam. “Seorang pemuda yang memiliki semangat kepada agamanya, tidak akan rela jika agama ini didurhakai atau dinistakan,” jelas Bagus.

img-20161101-wa0001-300x225

Semangat beragama ini, lanjut Bagus, merupakan bagian dari iman dan erat kaitannya dengan amar ma’ruf nahi munkar, yang berarti menyeru kepada kebaikan dan menolak kemunkaran. Karena memiliki semangat inilah para pemuda menjadi lebih peduli pada lingkungannya dan terusik jika ada hal-hal yang merusak mental sesama generasi muda. Semangat dalam agama ini bisa menyelamatkan pemuda dari perilaku negatif seperti tawuran, bullying, narkoba, dan hal-hal tidak bermanfaat lainnya.
Baca lebih lanjut

FSRB Ajak Rohis Bogor untuk Bangkit Bersama


FSRB

Bersatu, bangkit, dan berkarya. Itulah tema yang diangkat dalam acara silaturahim rohis se-kota Bogor yang diadakan sabtu pekan lalu (15/10/2016) di Mesjid Raya Bogor. Acara ini dikemas dalam bentuk talkshow dan termasuk ke dalam rangkaian acara di Bogor Islamic Book Fair yang digelar di Masjid Raya Bogor. Talkshow ini menghadirkan Firmansyah Maulana Anugrah selaku Pembina Forum Silaturahim Rohis/DKM Bogor (FSRB) sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Rifqi Abdul Jabbar selaku Ketua FSRB.

Dalam kesempatan kali ini, Firman mengemukakan bahwa pemuda Islam memegang peranan penting bagi kemajuan peradaban Islam. “Kebangkitan Islam hanya akan menjadi mimpi jika pemudanya tidak peduli terhadap urusan agama, jauh dari kitabuLlah.” Ujar Firman. Kemudian, Firman juga berpesan kepada peserta yang hadir bahwa sebagai pelajar, salah satu peranannya adalah dengan mengukir prestasi, misalnya dengan memenangkan olimpiade. Selain itu juga disertai dengan akhlak yang baik sebagai pelajar.

“Pelajar muslim juga harus senang mempelajari kitab, duduk di majelis ilmu, dan belajar dari para ulama.” Tambah Firman yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Forum Rohis Nusantara (Fornusa).

Yuk Berwakaf di RPPI!


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

5 juta, mahal atau murah?

“Ih itu murah, biasanya gadget kan harganya 8 juta, karena lagi diskon spesial jadi aja dibandrol 5 juta, murah bingits itu.”  —> 5 juta = sedikit

Kalau 10 juta ?

“Hah, 10 juta? Ga salah PP ke jepang plus uang saku cuma 10 juta? Murah lah.” —> 10 juta = sedikit

Wakaf 5 juta?

“Hhhmmm bentar… gede juga ya 5 juta.” —> 5 juta = gede

Kalo wakaf 10 juta?

“Waduh gede bingits!” —> 10 juta = gede

*******

Eh monolog di atas cuma imajiner kok, karena ternyata, kami relawan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI) menerima donasi luar biasa dari para dermawan semua. Beberapa donatur seperti tak pikir panjang untuk segera meraih keberkahan waqaf dengan mentransfer 1 juta, 5 juta, 10 juta. Woww!!!

Selintas terasa besar uang 10 juta, tapi terasa murah ketika bisa membawa pada jutaaan kebaikan dan cinta-Nya.

Yuk wakaf di RPPI =)

*******

PROGRAM WAKAF RPPI

📩Proposal detail dapat dilihat dan unduh di: Bit.ly/rumahpelajar

📊Web: www.rumahpelajar.com

Proposal dalam pdf:
Bit.ly/rumahpelajarpdf

Sekilas profil RPPI:
Bit.ly/rumahpelajarvideo

📑Bank Syariah Mandiri
No Rek : 7002744408
an. Yayasan Imago

📑BJB syariah
No Rek  0040101001072
an. Yayasan Imago

CP: 0813-1115-8182 (Reza PH)

#wakaf RPPI
#Rumah Peradaban Pelajar Indonesia
#berlomba-lomba dalam kebaikan

 

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🌏Negeri kita mungkinkah akan kehilangan generasi yang berkualitas ? 😱

🌏Inilah negeri kita, negeri dengan 2.5jt remaja yang menggunakan narkoba. Kisaran 60% dari total pengguna penyalahgunaan narkoba (data BNN 2012)

🌏inilah negeri kita, negeri dengan  paparan pornografi yang semakin pesat tiap tahunnya. Ada sekitar 64% anak muda yang rutin mengakses video2 porno setiap harinya.

🔪Belum lagi tawuran yang sudah memakan banyak korban, aborsi, genk motor, kecanduan games online bahkan pembunuhan.

 

❌❌❌Darurat!!! ❌❌❌

Negeri ini telah darurat kenakalan remaja, negeri ini mungkin akan generasi berkualitas! 😩😩😩

Betulkah??? 😧😧

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Baca lebih lanjut

Diari Da’wah #4


Ketemu sama rombongan muda-mudi yang sedang berkemah juga. Semoga yang saya temui ini pada baik dan benar-benar pencinta alam sejati. Namun, di luar sana banyak pemuda yang terjebak dalam hiruk-pikuk hedonisme dan gemerlap konsumerisme. Tugas kami di pembinaan tunas bangsa-lah untuk memahamkan mereka sejak dini kepada Islam agar negara ini benar-benar menjadi sepenggal firdaus di muka Bumi. Ya, Indonesia Islami bukan sekedar mimpi!

Tahapan Rekonstruksi Bangsa


Assalamu’alaykum wr wb

HIDUP BANGSA INDONESIA!!!

Jika kita mempelajari sejarah negara ini, kita akan menemukan serangkaian perjuangan yang luar biasa. Semuanya tertulis dengan tinta emas oleh bocah-bocah negeri zamrud khatulistiwa ini.
Terlalu banyak hal menakjubkan yang tercipta, bahkan tidak akan cukup kisah itu dikenang dalam tulisan ini. Apalagi itu semua diprakarsai oleh pejuang-pejuang Islam yang mencintai Negara dan Bangsanya karena Allah semata. Prinsip ‘lebih baik mati syahid daripada hidup terhina dibawah penjajahan orang lain’ mengobarkan semangat juang dan merintis terjadinya pemberontakan-pemberontakan.
Dengan membawa bendera merah putih (padahal waktu itu bendera ini belum menjadi bendera resmi Indonesia, ini menandakan yang menciptakan bendera Indonesia adalah pejuang Islam juga) dan pekikan takbir yang membahana dan mewarnai tanah air tercinta, membuka mata dan nurani pejuang lainnya (kaum nasionalis, dsb).
Sayangnya, ketika kemerdekaan didapat, pejuang Islam agak kurang peduli dengan pemberdirian Negara yang pada waktu itu masih labil. Mereka lebih memilih untuk kembali ke pesantrennya masing-masing dan membiarkan negeri ini dilanjutkan oleh kaum nasionalis. Padahal sejatinya perjuangan baru saja dimulai.
Ini menyebabkan sila pertama yang seharusnya tertulis asma Allah, diganti menjadi Tuhan. Terus, yang seharusnya azas Negara ini adalah Islam, menjadi nasionalisme. Dan lain semacamnya…

Waktu, berlalu,,,
Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak ingin Islam menjadi landasan Negeri ini, mulai membuahkan hasilnya. Lihat saja, banyak pemimpin tidak adil, banyak rakyat yang tidak sejahtera…
Oleh karena itu, saya sebagai seorang mahasiswa yang ingin membantu bapak-bapak di sana untuk memperbaiki Indonesia. Semuanya bertahap, ini dia:

1. Membangun kebesaran jiwa.

Permasalahan inti dari Penduduk Indonesia, mulai dari tataran elit hingga jelata, adalah jiwa yang sempit dan tamak. Hati mereka dipenuhi oleh nafsu dunia semata. Tiada lagi indahnya berbagi, semua terasa menyesakkan, saling berdesakkan, sikut kanan-sikut kiri. Semua hanya memikirikan dirinya, bahkan sesama keluarga pun terkadang tidak peduli.

Mengapa membangun kebesaran jiwa itu penting?
Baca lebih lanjut