Perencanaan


Pernahkah kita salah menghitung jumlah rakaat dari shalat yang kita lakukan? Kita mengira masih ada satu rakaat lagi, namun ternyata, imam sudah duduk tahiyyat akhir.

Apa yang kita lakukan bila itu terjadi? Pasti memaksakan diri untuk duduk mengikuti imam kan, padahal saat itu kita sedang bersiap diri untuk bangkit berdiri.

Saya rasa semua sepakat, ketika memaksakan diri untuk duduk tanpa persiapan karena niat awalnya untuk bangun, pasti terasa sakit di tubuh bagian belakang kita lalu posisi duduknya pun menjadi tidak nyaman. Belum lagi kita malah mengganggu jama’ah di sebelah kita yang mungkin kakinya tak sengaja kita duduki.

Nah, kawan. Mungkin seperti itu juga dalam kehidupan. Perencanaan yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, bukan berarti kita mendapat jaminan untuk tidak jatuh.

Akan tetapi, perencanaan itu akan membuat jatuh yang selamat, tidak terjun bebas langsung ke titik nadir.

Dan perencanaan itu membuat kejadian jatuh itu tidak berlama-lama menenggelamkan kita. Malah dengan jatuh itu, kita bisa bangkit, terus berlari, bahkan memberikan kekuatan untuk melompat lebih tinggi.

Lebih jauh lagi, perencanaan membuat kesetimbangan dengan lingkungan kita berada. Bukankah sebaik manusia yang paling bermanfaat? Dan itu menuntut rasa aman bagi orang lain terhadap dirinya bukan?

Jadi menyusun rencana adalah titik kritis dalam mengembangkan kehidupan dan kualitas diri. Dengan catatan, perencanaan itu menjadi aksi, bukan kata-kata manis yang cepat basi.

Dari mata turun ke hati, dari visi turun ke aksi….

[jurnal] FORSIMAP: Latar Belakang dan Tujuan


“Setiap satu garis kecil yg ditorehkan oleh seorang arsitek, akan berpengaruh besar terhadap perdaban manusia.” (Seorang Dosen)

Berikut ini adalah sedikit cuap-cuap saya di grup WhatsApp tentang latar belakang dan tujuan sebuah organisasi yang saya inisiasi, yaitu FORSIMAP (Forum Silaturrahim Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaa). Maksudnya agar bisa sekedar me-refresh dan mewariskan semangat yang saya bawa kepada teman-teman yang baru gabung dari seluruh Indonesia.

Olrait, ini dia.

LATAR BELAKANG

Seorang dosen pernah berkata kepada para mahasiswanya di suatu kelas, bahwa setiap satu garis kecil yang ditorehkan oleh seorang arsitek, akan berpengaruh besar terhadap peradaban manusia. Setelah mendengar kata-kata itu, saya sedikit merenung.

Bayangkan, di Indonesia ada ratusan kampus yang ada jurusan arsitektur-nya. Di tiap kampus itu sedikitnya ada 300-400 mahasiswa (1 angkatan dipukul rata kurang-lebih 100 orang). Yang muslim mungkin sekitar 70% lah ya. Nah, kalau semuanya sholeh, nanti kampus-kampus tersebut akan melahirkan arsitek-arsitek yang berafiliasi terhadap Islam. Itu artinya peradaban Islam di Indonesia sudah pasti akan terwujud kelak.

Karena tiap bangsa akan dipergilirkan memimpin peradaban. Persia, Romawi, Arab, Cina, hingga Inggris pernah memimpin peradaban ini. Sekarang (walaupun tidak suka) harus diakui kalau Amerika menjadi super-power planet ini. Percayalah kawan, ada satu bangsa yang sedang menunggu takdir kepemimpinannya. Bangsa yang belum pernah mewarisi estafet kepemimpinan, yaitu bangsa Melayu. Tepatnya Indonesia, dimana terdapat penduduk muslim terbesar di dunia.

Yah, walaupun arsitek peradaban itu sebenarnya bukan profesi arsitek alumnus jurusan arsitektur. Kata “arsitek” pada frase “arsitek peradaban” hanya kiasan. Apalagi dalam peradaban, pembangunan fisik itu bukanlah yang utama. Namun, saya berkeyakinan, bahwa peradaban Islam di Indonesia bisa berawal dari arsitektur. Dengan catatan kita tetap belajar dan tetap mengajarkan quran (membina).
Baca lebih lanjut

[jurnal] Notulen Sidang Indonesia SALAMAN


Bismillahirahmanirahim

Nama
FORSIMAP (Forum Silaturrahim Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan)

Visi
“Terbentuknya Jaringan yang Kokoh dan Bermanfaat Antar Lembaga Dakwah Kampus Arsitektur dan Perencanaan Se-Indonesia Menuju Kejayaan Peradaban Islam”

Misi

  • Memperluas dan memperkokoh jaringan lembaga dakwah kampus Arsitektur dan perencanaan se-indonesia.
  • Mengkaji Arsitektur dan Perencanaan dari sudut pandang Islam.
  • Mensyi’arkan wawasan peradaban Islam melalui Arsitektur dan Perencanaan.
  • Menginisiasi dan mendampingi lembaga dakwah kampus Arsitektur & Perencanaan menuju kemandirian

Struktur Forum

Penjelasan Struktur Forum
Baca lebih lanjut

jaulah dekalah, kitalah tetalah keluargalah


bismillah,
alhamdulillah wash shalatu wassalamu ‘ala rasulillah,,
btw, kok dari tadi belakangnya pake lah yah? jadi lelah.
gapapalah asal lelahnya lillah =p

sebelum mulai ceritanya, saya mau minta maap ama panitia, karena saya telah jadi peserta yang bandel dan tidak mengikuti acara yang disiapkan oleh panitia. hehe
lalu mau mengucapkan terima kasih kepada:
Allah swt (aduh, betapa belum pandainya hamba bersyukur)
kedua orang tua (atas izinnya, semoga perjalanan tadi jadi berkah)
keluarga: istri tercinta (haha, ngarep!!! =p)
sony music (lho?)
pengurus gamais pusat, terutama G1, sekjen, dan tim FSLDK (yang udah mengadakan acara ini, udah saya manfaatkan sebaik-baiknya iAllah. hoho)
para pejuang wilayah (ayo menginspirasi, ITB Islami bukan lagi sekedar mimpi, boi!)
SNADA = senandung nasyid dadakan (lumayanlah, mengisi kekosongan di malioboro dengan syiar melalui syair, gara-gara ga bawa mushaf. dikirain cuma bentar di malioboro =p)
hendra dan kru (kata ryan korum, mata mau rihlah ke padang pas liburan ini. berapaan bro? hehe)
semua orang yang tidak bisa disebutkan satupersatu disini
dan semua orang yang selalu membantu, mengingatkan, menjaga, dan mendoakan seorang PH (siapalah awak ini,,, =D)

jadi gini cerita jaulah nya…
,,,

(bersambung)

yae nggalah,, cepet amat…

jumat 2 april 2010, sekitar pukul 09.00
bis berhenti di suatu tempat di jogja (saya ga tau nama daerahnya apa)
di situ ada lapangan hijau yang luas, mungkin lapangan ini menjadi ruang terbuka bagi masjid agung (?), karena saya anggap bahwa lapangan ini berada di depan masjid tersebut.
saya pun turun untuk mandi. eh ternyata emang ada pemandian umum gitu loh di sekitar masjid. gak cuma satu,,,
bayar dua rebu sodara-sodara. yo wess…
setelah itu, saya dan araf mencoba masuk ke masjid.

wow! masjidnya bernuansa hindu boi.
saya jadi teringat sebuah bangunan peribadahan hindu di bali, yang kalo kita masuk kesana harus menggunakan sarung dulu.
masjid ini ga pake dinding, kolom dan ring baloknya penuh ukiran yang dicat warna-warni (merah, emas, dll)
ring baloknya khas, bertumpuk-tumpuk berirama untuk saling menguatkan.
sayangnya, masjid ini menggunakan keramik sebagai penutup lantaisehingga ketika kita sholat di dalamnya, terasa silau dan panas akibat pantulan sinar matahari.
mungkin akan terasa beda bila diganti bebatuan alami, lebih sejuk =D
ok, sekarang kita bertolak ke Solo menuju UNS.

jumat 2 april 2010, sekitar pukul 13.00
di UNS, kita langsung berhenti di masjid Nurulhuda.
masjidnya diselubungi oleh kaca, saya kurang suka dengan bangunan kaca. panas!
walaupun sudah diberi bukaan dibagian bawah (agar udara dingin masuk) dan dibagian atas (agar udara panas keluar), tetap saja panas
masjidnya belum jadi seluruhnya, bagian entrance-nya masih belum selesai.
yang serem, baloknya sebagian hancur (tulangan besinya keliatan)

nah, setelah istirahat dengan ‘makanan dauroh’ (makanan standar UNS dan ITB beda. haha =D) dan sholat ashar, saya ga langsung naik ke atas untuk menyimak presentasi dari JN UKMI.
saya tetap di masjid bagian bawah untuk berbincang-bincang dengan akh Fatkhurrahman seorang mahasiswa Arsitektur UNS angkatan 2006. (hehe, kebandelan pertama)
beliau adalah ketua bagian kerohanian di Himpunan Mahasiswa Arsitektur UNS.
ternyata di UNS ga ada gARis-nya, kegiatan keislaman hanya menjadi sebuah divisi di Himpunan. (kalo di PWK lebih parah, malah himpunannya baru terbentuk. jadi belum ada divisi kerohanian)
karena kondisinya seperti itu, mereka ga ada struktur, langsung proker.
diantaranya adalah seminar arsitektur islam (sering kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta), buletin, dan kajian.
sebenernya masih banyak, tetapi cuma itu yang diingat =p
Baca lebih lanjut