[jurnal] buletin MuSA


Salam Redaksi

Assalamu’alaykum wr wb
Innalhamdalillah, wash shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah.

Teman-teman yang semoga dirahmati Allah, tak terasa sekarang kita berada di penghujung rangkaian acara PMBR (Penyambutan Mahasiswa Baru 2010 dan Ramadhan 1431) yang mengusung tema MELOMPAT LEBIH TINGGI. Semoga dengan berbagai macam suguhan yang ditawarkan GAMAIS, baik di pusat maupun di SAPPK, bisa menambah kedekatan kita kepada Sang Maha Pencipta.

Walau begitu, ramadhan belum habis, kawan. Kami dari LDSAPPK “MuSA” ITB, ingin memberikan sedikit pelayanan ibadah, yaitu:

  1. Zakat memerdekakan
  2. Tilawah Checkup
  3. Sahur Call
  4. Konsultasi Ibadah

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaykum wr wb

Zakat Memerdekakan

MuSA ITB bekerja sama dengan PKPU (Lembaga Kemanusiaan Nasional) membuka program Zakat Memerdekakan.
Baca lebih lanjut

[jurnal] Infaq Ramadhan


kelak, tangan kita pasti akan bersaksi di akhir nanti.
yuk, buat dia bicara banyak tentang amal shalih kita, yaitu berzakat dan berinfaq. terutama di bulan ramadhan ini, insya Allah setiap harta yang kita nafkahkan akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah.

oleh karena itu, MuSA ITB bekerja sama dengan PKPU (Lembaga Kemanusiaan Nasional) membuka program Zakat Memerdekakan.

nah, bagi teman-teman yang ingin menyalurkan zakat (infaq juga bisa) tetapi bingung mau lewat mana, bisa disalurkan zakatnya lewat MuSA (yang kemudian akan disalurkan lagi via PKPU)

Landasan Syar’i
1. QS Adz Dzariat: 19
2. QS Al Baqoroh: 267
3. QS At Taubah: 103
Baca lebih lanjut

[jurnal] Inshallah podemos. espíritu!


Kali ini saya ingin menyoroti 2 fenomena. Semoga bisa diambil hikmahnya dan bermanfaat untuk ke depannya.

1. PIALA DUNIA

Kira-kira beginilah suasana di malam penutupan perhelatan sepakbola terakbar tahun ini (saya ga tau aslinya, soalnya ga nonton)

Para artis membentuk vuvuzela raksasa dan permainan sinar laser pada upacara penutupan Piala Dunia 2010 menjelang berlangsungnya pertandingan final antara Belanda dan Spanyol di Soccer City, Johannesburg, pada hari Minggu 11 Juli 2010.

Turut menjadi saksi langsung berbagai tokoh dari berbagai kalangan. Mulai dari legenda sepak bola semacam Marcel Desailly (anggota tim Prancis juara Piala Dunia 1998), Lothar Matthäus (kapten Jerman juara Piala Dunia 1990), George Weah (legenda Afrika asal Liberia dan Pemain Terbaik Dunia FIFA 1995), Roger Milla (memperkuat Kamerun dalam tiga edisi Piala Dunia), Michel Platini (Presiden UEFA), serta Franz Beckenbauer (anggota komite eksekutif FIFA, pemenang Piala Dunia 1974 sebagai pemain, dan pada 1990 sebagai pelatih). Para presiden negara di afrika (termasuk mantan presiden Nelson Mandela), lalu ada Kofi Annan (mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa), Queen Sofia dari Spanyol, Jan Peter Balkenende (Perdana Menteri Belanda), Prince Albert II dari Monaco, serta Ronald K Noble (Sekretaris Jenderal Interpol). Tak kalah meramaikan juga Placido Domingo (penyanyi tenor papan atas asal Spanyol), Rafael Nadal (petenis nomor satu ATP dan pemenang Grand Slam delapan kali dari Spanyol), Shakira (penyanyi lagu resmi Piala Dunia 2010), Morgan Freeman (aktor pemenang Oscar), serta Naomi Campbell (model papan atas dunia)

Berbagai persiapan pun dilakukan, mulai dari keamanan sampai ke bola yang akan dipakai bertanding.

Pertandingan final Piala Dunia 2010 menggunakan bola Jo’bulani. Nama Jo’bulani merupakan gabungan dari nama kota tempat partai final berlangsung, Johannesburg atau disingkat Jo’burg, dengan Jabulani. Jo’bulani adalah versi khusus Jabulani yang didesain berwarna emas, sesuai dengan julukan Johannesburg sebagai “City of Gold”.

Baca lebih lanjut

[jurnal] Emang Susah Untuk Berlibur =(


Bismillaahirrahmaanirrahiim…

“Madinah dikepung tentara gabungan kabilah-kabilah Arab. Kabilah Quraisy beraliansi dengan kabilah Ghathfan, kabilah Asad, kabilah Asyja’, kabilah Salim, dan kabilah Murrah. Pasukan sekutu (Ahzab) ini ingin memukul kekuatan kaum muslimin Madinah dengan satu serangan yang menghancurkan untuk selama-lamanya.

Pada tanggal 8 Dzulqa’idah 5 Hijriah atau sekitar bulan April tahun 627 Masehi, tentara Ahzab itu mendekati Kota Madinah. Gerakan mereka terhenti karena di celah antara dua gunung yang menjadi pintu masuk Madinah telah menganga parit pertahanan yang tidak bisa dilompati kuda-kuda mereka.

Sungguh berat sekali perang yang harus dihadapi Rasulullah saw kali ini. Musuh ada di dua front. Tenaga dan pikiran Rasulullah saw pasti terkuras habis. Al-Waqidi menggambarkan betapa lelahnya Rasulullah saw. Ia mendapat sanad yang berujung kepada Abu Waqid Al-Laitsi, seorang sahabat yang ikut dalam Perang Khandaq.

Tampaknya perang memang tidak mengizinkan Rasulullah saw beristirahat. Ummu Salamah, istri Rasulullah, yang ikut berkemah di Markas Komando di Gunung Salah’, nama gunung di sebelah Utara Madinah, bercerita, “Demi Allah, aku berada di tengah kelamnya malam di kemah Rasulullah saw. Beliau sedang tidur sampai aku mendengar suara yang mengejutkan. Aku mendengar orang berteriak, ‘Yaa khailallah (wahai pasukan kuda Allah)!’ Rasulullah saw menjadikan sebutan itu sebagai syiar panggilan Muhajirin: ‘Ya khailallah!’ Rasulullah saw pun kaget mendengar suara orang itu, kemudian beliau keluar dari kemahnya.”

Hari demi hari berlalu. Pengepungan masih berlanjut. Angin dingin bertiup kencang. Medan perang semakin berat. Apalagi untuk pria paruh baya seperti Rasulullah saw. Dalam usia 57 tahun, tubuh Rasulullah saw harus selalu siap siaga berjaga dan siap berperang setiap waktu. Beliau selalu bergerak cepat dari satu titik pertahanan ke titik pertahanan lain yang mendapat gempuran musuh. Serangan itu terjadi kapan pun tak kenal waktu. Siang dan malam Rasulullah saw hampir-hampir tidak bisa tidur selama peperangan berkecamuk. Rasulullah saw adalah manusia biasa. Tubuhnya lelah. Kelelahan yang tiada tara. Tidak ada waktu istirahat untuk Rasulullah saw. Tidak ada.”

Source : Da’watuna.com

Baca lebih lanjut

Lomba Ramadhan 1430 H


Assalamu’alaykum wr.wb.

Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, panitia PMBR GAMAIS dan P3R Salman akan mengadakan rangkaian Lomba Ramadhan.

Pekan Kreativitas Ramadhan:
– Lomba Cerpen
– Lomba Cipta Puisi
– Lomba Komik Ramadhan
– Lomba Fotografi Ramadhan
– Lomba Desain Pin Islami
– Lomba Takbir Terkeras
– Lomba Nasyid
– Lomba Stand LDF
– Lomba Sekre Himpunan Terbersih dan Mading Himpunan

Olimpiade Al-Qur’an:
– Musabaqah Tilawatil Qur’an (Melagukan)
– Musabaqah Tartilil Qur’an (Membaca)
– Musabaqah Hifzhil Qur’an (Hafalan)
– Musabaqah Fahmil Qur’an (Cerdas Cermat)
– Musabaqah Khattil Qur’an (Kaligraffi)
– Musabaqah Ta’dzinish Shalah (Adzan)
– Lomba Karya Tulis Al-Qur’an
– Lomba Story Telling Al-Qur’an

Pendaftaran: 24 Agustus – 4 September 2009
– Stand dekat ATM
– SMS ke 085722133012 dengan format: PKR/OA_Nama Lomba_Nama Lengkap_NIM_Fak/Sek/Jur
Contoh: PKR_Komik Ramadhan_Fulan Jamil_16009555_FMIPA

Batas Pengumpulan Karya: 4 September 2009
– Stand dekat ATM
– E-Mail ke lomba_ramadhan@yahoo.com
dengan format: [lomba_ramadhan]nama lomba_nama lengkap_NIM_fak/sek/jur_noHP

Jadwal dan Ketentuan lomba dapat dilihat di: http://www.lombaramadhangamaisitb.blogspot.com

GRATIS!!!
Hadiah menarik!!
Buruan daftar!!!

CP:
PKR: Ridho (081380111263)
OA : Akhmad (085647414531)

Wassalamu’alaykum wr.wb.

Semangat Inspiratiaflava SAPPK!!!


PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU 2009 M

dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr: 9-10)

kawan,,
jika dianalogikan dengan ketika zaman Rasulullah saw, kita adalah kaum anshor sedangkan adik2 mahasiswa baru adalah kaum muhajirin. jadi, hendaklah kita mencintai mereka karena Allah bahkan sebelum mereka diterima di itb ini.
kita tidak mengharapkan apapun dari mereka, kecuali kebaikan dari Allah dan SAPPK yang lebih baik dari yang kita rasakan sekarang.
interaksi kita dengan mereka adalah interaksi keimanan. mereka datang tanpa bekal apapun ke itb, jadilah kita mengutamakan kebutuhan mereka. kita beri pelayanan yang luar biasa, agar mereka betah dan bisa mengambil jalan yang benar di itb ini.

“Wahai Ali, sungguh sekiranya Allah memberi hidayah kepada seseorang karena dakwahmu, itu lebih baik bagimu daripada onta merah.” (HR. Bukhari-Muslim)
Baca lebih lanjut

Draft Arahan Agenda Ramadhan gARis ITB


ISLAMIC ARCHITECT INSTITUTE

RAMADHAN 1430 H

gARis ITB

___________________

Reza Primawan Hudrita AR’07

Staf Force-T Gamais | Kepala Sektor Internal MuSA | Staf Sektor Syi’ar gARis | Staf Subbidang Pengembangan Sumber Daya Anggota IMA Gunadharma | Staf Divisi Pembinaan Anggota Majelis Ta’lim Salman | Koordinator Divisi Kaderisasi AAEI

081311158182 | kooei_ikh1@yahoo.com | https://rezaprimawanhudrita.wordpress.com

 

Latar Belakang

 

Ramadhan tahun ini, akan semakin berdekatan dengan diterimanya mahasiswa baru ITB tahun masuk 2009. Bahkan, mungkin Ramadhan yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009 – 19 September 2009, akan lebih kita temui dibanding bangku kuliah di awal semester ganjil nanti.

 

Walaupun begitu, momen sebesar ini tidak boleh kita biarkan lewat begitu saja. Ia harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ramadhan yang merupakan momen paling puncak dalam syiar umat islam dalam setahun adalah bulan yang begitu spesial bagi kita dan umat muslim di seluruh dunia. Keberadaannya merupakan anugerah yang besar. Betapa tidak, banyak keutamaan yang terkandung di dalam bulan ini dan keutamaan itu tidak akan pernah kita jumpai pada bulan-bulan selain Ramadhan.

 

Ramadhan memiliki daya Syiar Islam yang sangat luar biasa. Momen yang serentak terjadi di seluruh dunia itu terbukti mampu menjadi perhelatan paling akbar umat Muslim yang penuh dengan Syi’ar Islam hingga saat ini. Kehadirannya bagaikan suatu oase iman penyejuk ditengah gersangnya gemerlap kehidupan dunia saat ini.

 

Keistimewaan bulan Ramadhan tak jarang membuat sebagian besar umat muslim lebih membuka diri dan pintu hatinya untuk lebih menerima cahaya rahmat dan hidayah Allah SWT. Membuatnya lebih rajin mendekatkan diri pada Allah SWT, karena kita tahu bahwa sekecil apapun amalan kita di bulan ini, itu akan menjadi ‘wah’ di sisi Allah SWT, padahal bisa jadi jika di bulan-bulan lain tidak akan mendapatkan apapun dari Allah SWT. Amalan mubah akan bernilai amalan sunnah, amalan sunnah akan bernilai amalan wajib, dan amalan wajib tentu akan dilipat gandakan pahalanya. Oleh karena itu, kita harus pahami dengan baik adalah pada saat ramadhan, peluang menyuarakan Islam dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang semakin besar.

 

Kita harus menjadikannya momen akbar bagi umat muslim khususnya di ITB. Hal ini seharusnya menjadi pemicu bagi gARis untuk lebih intens dan gencar melakukan syiar Islam. Oleh karena itu, kepanitiaan ini perlu untuk diinisiasi sedini mungkin, mengingat sebelum hadirnya bulan ini, kita semua akan ‘terlena’ di liburan panjang menjelang tahun ajaran yang baru. Harapannya agar panitia tidak kewalahan menghadapi suatu acara namun kondisi panitia sedang berpencar sehingga hanya beberapa orang saja yang terbebani dan mengorbankan masa-masa liburannya. Padahal, kepanitiaan ini merupakan ladang amal terbesar dan tadrib amal termegah sehingga harus dimatangkan konsep dan teknisnya agar lebih berasa efeknya, bahkan hingga bulan-bulan berikutnya.

 

Tujuan

Baca lebih lanjut