Tentang Politik


Sudah tidak ada perdebatan lagi di antara kita bahwa sistem politik yang ideal adalah yang langsung diterapkan sendiri oleh RasuluLlah. Hanya saja, untuk mewujudkan itu di bumi pertiwi, itu berarti revolusi dan kita perlu membayarnya dengan tebusan yang tinggi harganya. Mulai nyawa, dana, hingga kesatuan negara.

Maka dari itu, termasuk hal yang paling optimal adalah dengan menjadikan nilai-nilai syariat Islam terintegrasi dengan Undang-Undang negara. Dengan begitu, seluruh umat Islam di nusantara bisa menjalankan keislamannya secara 100%.

Ada beberapa pandangan saya tentang politik di Indonesia. Yang pertama dan utama adalah kondisi perpolitikan nasional harus berasaskan keadilan. Karena Allah perintahkan kita untuk berbuat adil dalam firman-Nya.

“…Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa….”
(TQS. Al Maidah: 8)

Efek bola salju dari kondisi tersebut akan merambah pada penyelenggaraan ketatanegaraan yang baik sesuai dengan fungsi dan wewenangnya, reformasi birokrasi untuk mewujudkan birokrasi yang bersih-kredibel-efisien, penegakkan hukum dan perlindungan HAM yang bermula dari pembersihan para aparatnya dari perilaku bermasalah dan koruptif.

Bahkan lebih jauh lagi sampai pada tingkat provinsi dan daerah. Semua proporsional dan terkendali. Tentu kita ingat kisah Umar bin Khattab yang mengingatkan Gubernurnya, Amru bin Ash, dengan memberikan tulang yang telah diberi goresan pedangnya. Otonomi daerah itu penting, dengan catatan dengan adanya koordinasi dengan pusat.
Baca lebih lanjut

Bersinarlah, wahai Zamrud Khatulistiwa…


“Masalah inti bangsa ini bukanlah kebodohan dan kemiskinan, tapi karakter bangsa yang mulai hilang. Masalah inti dari kebodohan dan kemiskinan bukanlah kurangnya pendidikan dan uang, tapi rasa tidak berdaya dan terkucilkan.”

Biarkan saya mencoba bercerita tentang sebuah negeri yang dijuluki zamrud khatulistiwa. Biarkan saya mencoba mengisahkan tentang sebuah negeri dimana berjuta species dan varietas flora mengakar lalu mekar, dimana anak-anak tersenyum lepas seakan tiada luka tertoreh di jiwa, dan dimana sudah terlupa cara berkeluh terhadap para petinggi negeri ini.

Ini tentang kejayaan suatu bangsa, tentang kekayaan alamnya, tentang kesejahteraan rakyatnya. Semua yang akan diwarisceritakan kepada anak-cucu hanyalah kebaikan dan keberkahan yang ada di INDONESIA.

Teringat sebuah paragraf yang sedikit lagi akan terwujud. Suatu cita bersama yang tersusun dalam sebuah preambule: “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,…“

Dalam potongan bait itu, terselip tujuan mulia Pemerintahan Negara Indonesia. Dan jika kita coba sederhanakan, aspek yang melingkupinya antara lain: Pertahanan dan Keamanan (Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta Melaksanakan ketertiban dunia), Ekonomi (Memajukan kesejahteraan umum), dan Pendidikan (Mencerdaskan kehidupan bangsa)

Lalu, karena kita sekarang sedang membicarakan tentang sebuah negara, dibutuhkan seorang negarawan yang baik untuk mengoptimalkan ketiga hal di atas. Oleh karena itu, satu aspek tambahan yang harusnya menjadi pilar penyangga negara, yaitu: Politik.

Keempat hal diatas, haruslah dibangun secara integral dan bersamaan. Tidak bisa masing-masing terpisah, karena mereka saling bertaut satu dengan yang lainnya. Juga tidak bisa secara bertahap, tetapi dikerjakan secara paralel oleh masing-masing ahlinya dalam bingkai kerjasama.
Baca lebih lanjut

Pilar-pilar Negara


Assalamu’alaykum wr wb

Mungkin tulisan ini adalah analisis instan dari seorang mahasiswa yang punya mimpi untuk Indonesia. Jadi, maklum-maklum aja kalo dangkal banget. Tapi penulis berharap bahwa tulisan ini membawa pencerahan sekecil apapun. Apalagi dalam hidup ini 1% pemikiran dan 99% kerja keras. Semua tulisan ini ga ada artinya tanpa ditindaklanjuti dengan kerja nyata.

Saya kutipkan Pembukaan UUD 1945 paragraf keempat:
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,…

Dari itu semua, kita dapet kalimat intinya dan bila diambil ubah ke kata kunci, jadinya gini:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Melaksanakan ketertiban dunia -> Militer
2. Memajukan kesejahteraan umum -> Ekonomi
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa -> Pendidikan

Tambahan satu lagi -> Politik.
Karena kita sekarang sedang membicarakan tentang sebuah negara, dibutuhkan seorang negarawan yang baik untuk mengoptimalkan ketiga hal di atas.
Oia, mungkin ada yang bingung, kenapa memajukan kesejahteraan umum jadi ekonomi. Menurut saya sih, kesejahteraan manusia dilihat dari daya-nya yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, seperti: pangan, sandang, papan, kesehatan, dll.
Kemudian, yang ditekankan di tulisan ini adalah keempat-empatnya harus dibangun secara terintegrasi dan bersamaan.
Yuk, kita bahas satu persatu…

A. Pendidikan

Pendidikan memiliki peranan paling penting dalam suatu bangsa. Karena dia adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. (dari wiki)
Baca lebih lanjut

Hasil Quick Count Pilpres 2009


Hitung Cepat Pilpres 2009 – Lingkaran Survei Indonesia
Perhitungan Suara Mencapai 99.65%
Update : 8 Juli 2009 16:53:48 WIB
1. Mega-Prabowo: 27.38%
2. SBY-Boediono: 60.13%
3. JK-Wiranto: 12.50%

Hasil Quick Count Lain:

Quick Count Pilpres 2009

Lembaga

 Mega-Pro

SBY-Boediono 

 JK-Win

LSI (1)

26,56%

60,85%

12,59%

LSI (2)

27,39%

60,09%

12,52%

LP3ES

27,39%

60,28%

12,33%

Puskaptis

28,16%

57,95%

13,89%

CIRUS

27,49%

60,20%

12,31%

LRI

27,02%

61,11%

11,87%

Sepertinya Pak SBY benar-benar akan melanjutkan pemerintahan, sepertinya pemilu presiden ini hanya akan berlangsung satu putaran. Hmm, semoga barakah dan negeri ini bisa tersenyum ^^v

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An Nashr: 1-3)

Sejumlah Janji dan Kontrak Politik Capres-Cawapres*


*(Diambil dari Koran Kompas, Selasa 30 Juni 2009)

Aspek

Megawati-Prabowo

SBY-Boediono

JK-Wiranto

Pertumbuhan Ekonomi

Mencapai dua digit pada empat tahun mendatang mencapai 7 persen pada akhir tahun 2014 menargetkan 8 persen pada tahun 2011

Ekonomi dan kesejahteraan rakyat

kemandirian ekonomi kecukupan dan ketahanan pangan, sandang dan papan kemandirian ekonomi bangsa
pemberhentian utang peningkatan kualitas kesehatan melindungi ekonomi rakyat
devisa lewat pertanian dan kelautan penciptaan lapangan pekerjaan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat
memperjuangkan sembako murah menjamin rasa aman meningkatkan pendapatan belanja masyarakt
menciptakan lapangan pekerjaan melanjutkan BLT, subsidi BBM penghematan belanja negara
meningkatkan kesejerahteran rakyat optimalisasi belanja negara melestarikan pasar tradisional
mempertahankan subsidi BBM tidak menjual aset negara mengurangi obyek subsidi
agenda ekonomi kerakyatan mengurangi subsidi yang tidak transparan mempertahankan subsidi BBM
melindungi pasar tradisional kekuatan modal dalam negeri
menurunkan harga kebutuhan pokok menggunakan produk dalam local
mengutamakan utang dalam negeri lewat BUMN

Pendidikan

mencabut UU BHP dan BHMN serta standarisasi ujian nasional peningkatan kualitas pendidikan mempercepat proses sertifikasi guru honorer
kredit mahasiswa untuk kuliah pemeraan pendidikan mempertahankan UU BHP, dalam jangka panjang bisa mencegah industrilisasi pendidikan dan menjamin rakyat miskin dapat tertampung di PT
asuransi kesehatan bagi mahasiswa distribusi anggaran pendidikan secara proporsional
beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen perlakuan yang sama antara madrasah dan sekolah umum
menyediakan  buku murah Memertahankan ujian nasional memaksimalkan sekolah kejuruan
menjamin akses internet dan komputer di sekolah

Tenaga Kerja

revisi UU ketenagakerjaan Revisi UU tenaga kerja tidak perlu tergesa-gesa Revisi UU ketenagakerjaan
dialog tripartit antara pengusaha, buruh dan pemerintah dialog tripartit ditingkatkan petemuan bipartit antara pengusaha dan buruh sebelum melibatkan pemerintah
penghapusan sistem kontrak mendorong keahlian dan kewirausahaan jaminan untuk buruh
menetapkan 1 mei sebagai hari buruh dan hari libur nasional bantuan permodalan dan fasilitas meningkatkan semangat kewirausahaan
meningkatkan kewirausahaan meningkatkan mensinergiskan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha bantuan usaha untuk pemuda
distribusi tenaga kerja di daerah menaikkan upah buruh kredit bank untuk rakyat, terutama kaum perempuan

Pertanian

Menaikkan anggaran pertanian menaikkan anggaran pertanian menghidupkan kembali KUD dan koperasi lainnya
menyediakan bibit dan pupuk bersubsidi subsidi binih dan pupuk subsidi pupuk
menjamin penjualan hasil pertanian swasembada untuk kecukupan pangan pembenahan sistem distribusi pupuk
perbaikan jalan, irigasi dan kios pangan menjadi prioritas pertama untuk meningkatkan kesejahteraan membangun dan merevitalisasi pabrik pupuk
membangun pabrik pupuk menaikkan harga hasil panen petani membangun irigasi
memperbanyak pendirian badan usaha milik petani dan koperasi meningkatkan produktivitas pertanian
reformasi agraria dengan pembangian lahan bagi petani mempertahankan dan meningkatkan swasembada pertanian
melindungi produk pertanian
menjamin ketersedian alat produksi pertanian yang mudah dan murah
kredit murah dan mudah bagi petani

Penegakan Hukum, pertahanan dan keamanan

penegakan hukum yang bersih sesuai dengan UUD 1945 reformasi hokum Jaminan pelaksanaan hukum yang baik
membangun budaya hukum bagi aparat dan masyarakat penegakan hukum yang adil, transparan dan tidak memandang bulu meninjau kembali rencana pengesahan RUU rahasia negara
revitalisasi peralatan militer TNI membangun budaya hukum masyarakat meningkatkan kebutuhan alutsista TNI dalam waktu tiga bulan dan maksimal enam bulan
membangun kekuatan pertahanan dengan memperkuat perekonomian nasional meningkatkan anggaran pertahanan secara bertahap meningkatkan jumlah dan kualitas armada pengamanan laut guna menekan kasus pencurian ikan oleh negara asing

Pemerintahan

pemerintahan yang melayani dan mengayomi reformasi birokrasi pemerintahan yang bersih, efektif, dan aspiratif
reformasi birokrasi dari pusat sampai desa pengawasan dan pecegahan KKN pemerintahan yang demokratis
menjamin pelayanan rakyat meningkatkan kemampuan aparat meningkatkan jumlah menteri perempuan dalam kabinet
menciptakan pemerintahan yang bersih pemberian gaji dan tunjangan layaknya PNS bagi kepala desa
meningkatkan SDM, kesejahteran aparat pelayan publik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 karakter dakwah kita adalah ikatan yang kokoh, dibangun di atas rasa tsiqoh.
tsiqoh bermakna ketenangan hati jundi kepada pemimpinnya dalam hal pengambilan keputusan, kemampuan, dan keikhlasannya sehingga menghasilkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan, dan ketaatan.

-lanjutkan, karena lebih cepat lebih baik, maka cukup satu putaran ^^-