Amalan Ramadhan Menuju Surga


Saya mendapati beberapa kawan saya, bahkan para khatib di mimbar, masih banyak yang keliru menunjukkan dalil kewajiban shaum di bulan Ramadhan. Banyak di antara mereka yang menyebutkan QS. Al Baqarah ayat 183, yang terjemahnya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (TQS. Al Baqarah: 183)

Padahal ayat ke-183 itu tak mengatakan apapun tentang Ramadhan. Ayat tersebut hanya memberi informasi bahwa kewajiban puasa pada kaum mu’minin saat ini adalah seperti yang diwajibkan pula pada orang-orang sebelum kita. Sedangkan kewajiban shaum di bulan Ramadhan termaktub pada QS. Al Baqarah ayat 185, yang terjemahnya:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (TQS. Al Baqarah: 185)

Pada kalimat “…barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu (Ramadhan), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…” inilah kewajiban shaum Ramadhan disebut. Pada ayat ini pula satu-satunya kata “Ramadhan” disebutkan di Al Qur-an, tiada lagi sebelum ataupun sesudahnya. Dan kata “Ramadhan” ini disertai dengan kejadian turunnya Al Qur-an, sebagai tanda kemuliaan bulan ini. Saat ada satu hari saja Al Qur-an turun pada suatu bulan, maka keseluruhan bulan tersebut jadi mulia, yaitu bulan Ramadhan. Sama seperti hari kemerdekaan RI, saat ada satu hari saja kemerdekaan RI terjadi pada suatu bulan, maka keseluruhan bulan tersebut diperingati hari kemerdekaan dengan memasang bendera merah putih di rumah-rumah dan di jalan-jalan.
Baca lebih lanjut

Berwakaf di Ramadhan? Kuy Lah!


🌏 Saat ini generasi muda Indonesia sedang mengalami ancaman yg serius. Negeri ini memiliki jumlah pengguna narkoba sebanyak 6,4 juta jiwa dimana lebih dari 27 persennya merupakan Pelajar & Mahasiswa (BNN 2017). Belum lagi paparan pornografi yg telah merusak 64 persen generasi muda. Tawuran, Genk Motor, Aborsi, dan Kecanduan Game Online juga menjadi ancaman serius yg merusak generasi muda harapan Bangsa..

Betulkah Indonesia mulai kehilangan generasi mudanya? 😧

💞 TIDAK! Harapan itu masih ada. Masih ada sekelompok pelajar yg berakhlak mulia, sopan dalam bertutur, dan juga berprestasi. Sekelompok pelajar yang aktif melakukan kampanye anti HIV/AIDS, kampanye Gemar Berbagi, juga lihatlah mereka yang berusaha ingin mengurangi tawuran dengan program persahabatan.

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia adalah kumpulan pemuda dan pelajar yang beraktivitas dalam berbagai komunitas positif dan kegiatan mentoring keislaman yg secara berkesinambungan melakukan & menebar kebaikan ✊🏻✊🏻✊🏻
Baca lebih lanjut

Ahli Hisap


Ramadhan, kembalilah…!!

Kenapa? Yah, udah pada taulah kalo Ramadhan itu banyak keutamaannya. Tapi, untuk tulisan kali ini, salah satu yang dirindukan pada Ramadhan adalah tidak adanya orang yang merokok secara bebas, apalagi kondisi sekarang punya bayi. Karena bagi saya, para ahli hisap itu adalah orang yang ga peduli sama diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Mereka ga sayang sama diri sendiri, ga suka sama sanak famili, dan ga cinta ibu pertiwi. Apalagi yang sembarangan, ga tau situasi. Dan maaf ya, orang yang merokok sembarangan ini kelihatan sekali kebodohannya. Pernah waktu di stasiun duri, ada seorang bapak yang merokok dengan enaknya di peron yang terbuka (peronnya ada yang berkanopi, ada yang terbuka). Terus gerombolan emak-emak di sebelahnya protes, kalo di peron ga boleh merokok. Nah, si bapak gak keterima, karena menurutnya peron terbuka itu open air, jadi gapapa merokok. Terus pas ditunjukin ada signage dilarang merokok, dia tetap bilang kalo peraturannya salah.

Nah, yang kayak gitu tuh gak cuma satu-dua. Banyak cerita tentang ke-sok-pinter-an para perokok baik saya alami sendiri maupun cerita orang lain. Cerita pertama yang saya dengar mengenai hal tersebut adalah cerita dari Bu Eni waktu saya kelas 4 di SD Bina Insani!

Ruang publik itu adalah ruang yang kita gunakan bersama-sama secara bertanggung jawab. Mau terbuka atau tertutup. Segala hal yang bisa merugikan atau membahayakan orang lain, bakal dilarang di ruang publik ini. Kalopun ga dilarang, yah tau dirilah bro, itu cuma belum dilarang aja. Di angkot kan ga boleh merokok ya, kalo orang yang merokok di angkot, maaf, diludahi (ludah kan sama-sama dari mulut, sama-sama bau, dan sama-sama ada penyakitnya) rame-rame boleh ga? Kan ga ada aturan ga boleh meludah di angkot? Yah tau dirilah bro.
Baca lebih lanjut

Hadiah Ramadhan untuk Pelajar Indonesia


rppi

HADIAH RAMADHAN UNTUK PELAJAR INDONESIA

Banyak yang dapat kita lakukan untuk membangun pelajar Indonesia yang lebih cerdas dan bermoral. Kami bersama puluhan rekan-rekan relawan lainnya memilih untuk membangun dan membesarkan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI).

Di Rumah ini para pelajar bisa mempelajari hal menginspirasi yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah. Di Rumah ini, para pelajar bertemu, saling bergandengan tangan untuk melakukan kebaikan, saling menginspirasi dan berkolaborasi untuk membuat kehidupan pelajar menjadi lebih bermakna.

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia menjadi saksi perjalanan inspiratif puluhan pelajar di Komunitas Gemar Berbagi, para pelajar duta ‪#‎anth‬ ‪#‎ayongajitiaphari‬, komunitas pelajar Peduli Kesehatan, komunitas Studentpreneur, komunitas ‪#‎cakep‬, komunitas Sintesa Studi Club, komunitas pena pelajar, AstroClub Imago dan Rumah ini juga menjadi tempat pelajar berdiskusi & menelusuri minat bakat mereka bersama Optima Talent Center sekaligus mendapatkan bimbel gratis intensif SBMPTN bagi para pelajar di komunitas ‪#‎sahabatOptima‬.

Setahun kemarin kami telah mengumpulkan dana wakaf RPPI sebesar Rp.543.000.000. Pembebasan bangunan RPPI sebesar Rp.900.000.000 masih membutuhkan dana sekitar Rp.357.000.000. Kebutuhan dana untuk melunasi sekretariat RPPI tersebut kami kemas dalam sebuah gerakan ‪#‎Hadiah‬ Ramadhan Untuk Pelajar Indonesia.
Baca lebih lanjut

Sambut Ramadhan, Superhero Turun Ke Jalan


IMG-20160530-WA0014

dakwatuna.comBogor. Tidak hanya kaum muslimin saja yang berbahagia dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Di kawasan car free day Bogor, para superhero pun turut serta menyambut kedatangan bulan istimewa ini. Nampak sosok Ironman ditemani oleh power ranger di tengah-tengah kerumunan warga Bogor hari Minggu lalu (29/5/2016). Mereka nampak membagikan tools tentang Ramadan dan berfoto bersama warga. Ternyata, mereka adalah relawan Sentra Inspirasi Teladan Siswa, disingkat SINTESA.

“Kami mengadakan pawai Ramadhan ini agar warga Bogor semakin bersemangat menyambut datangnya Ramadan,” jelas Rama Adeyasa, selaku ketua SINTESA. “Pawai ini adalah salah satu kegiatan dari rangkaian acara kami dari mulai sebelum Ramadhan hingga lebaran nanti,” lanjutnya.
Baca lebih lanjut

Jalan-Jalan Tarawih (2)


Sambungan postingan sebelumnya…

5. Masjid Agung Bandung(?), Alun-Alun Kota

Lagi-lagi lupa nama masjidnya. Pokoknya mah masjid paling gede yang ada di alun-alun bandung (deket savoy homann, gedung KAA, dan gedung merdeka), yang menaranya tinggi banget (kayaknya mau nyaingin Hagia Sophia-nya Turki =p) sampai keliatan dari jalan layang pasopati. Nah, saya kesini cuma sempet sekali. Pada saat saya dateng setelah muter-muter nyari masjid ini trus parkir basement-nya bikin bingung lagi, pas banget di masjid lagi bagiin ta’jil (soalnya emang lima menit lagi adzan) yang ternyata langsung makanan berat. Umm, kayaknya sih ada sedikit keributan karena ada jamaah yang ga dapet. Saya sih ga mikirin makanan, soalnya udah bawa sendiri. Baru aja nyampe depan keran mau wudhu, adzan berkumandang.

Di sini saya pertama kalinya shalat 23 rakaat di bandung dan itu di saat saya sedang tertinggal target tilawahnya, jadi agak kesel gimanaaa gitu, sehingga harus berkali menyabar-nyabarkan diri: “Ayo peh, bisa sampai beres. Pahalanya seperti shalat semalam suntuk loh.”

Meski kurang fokus, saya sadar bahwa ini menurut saya adalah satu-satunya shalat tarawih 23 rakaat yang bener. Shalatnya lamaa banget, kalo ga salah hampir jam 9 baru selesai. Cukup nyunnah tentang panjang shalatnya, namun kalo tentang bagus tidaknya, Allahu a’lam hoho. Sayangnya yang ikut tarawih cuma 3-4 shaff, padahal tadi yang ikut ta’jil-an sealaihum gambreng dan di luar masjid (di area alun-alun) ada pasar dadakan yang rame pengunjung. Bahkan setelah shalat tarawih beres, di luar masjid masih penuh sesak lautan manusia.

Nb. Kalo malam-malam mau ke tempat parkir basement, lewat yang sebelah utara ya. Soalnya yang di selatan udah pada ditutup dan dikonci. Oia, kalo ga mau di basement, ternyata di bagian utara masjid (deket tempat wudhu akhwat) yang selevel dengan alun-alun, ada tempat parkir buat motor juga.

6. Masjid Pusdai, Jl. Suci(?)
Baca lebih lanjut