[jurnal] PMBR dan Palestina: Melompat Lebih Tinggi!


Ya Allah, kutitipkan mimpiku pada-Mu,
dan kupersembahkan semuanya hanya untuk-Mu,,

untuk penyambutan mahasiswa baru SAPPK 2010 yang lebih baik,
untuk terbinanya 60% mahasiswa baru SAPPK 2010,,

untuk penyambutan ramadhan 1431 H yang lebih baik,
untuk SAPPK ITB yang lebih islami,,

untuk solidnya lembaga da’wah arsitektur dan planologi se-Indonesia,
untuk terwujudnya peradaban Islam di Indonesia,,

untuk palestina yang sedikit terlupa oleh isu sepele,
untuk palestina, tanah milik umat Islam,,
untuk palestina yang akan segera kami bebaskan,,,

ayo, melompat lebih tinggi!!!
Baca lebih lanjut

[jurnal] Emang Susah Untuk Berlibur =(


Bismillaahirrahmaanirrahiim…

“Madinah dikepung tentara gabungan kabilah-kabilah Arab. Kabilah Quraisy beraliansi dengan kabilah Ghathfan, kabilah Asad, kabilah Asyja’, kabilah Salim, dan kabilah Murrah. Pasukan sekutu (Ahzab) ini ingin memukul kekuatan kaum muslimin Madinah dengan satu serangan yang menghancurkan untuk selama-lamanya.

Pada tanggal 8 Dzulqa’idah 5 Hijriah atau sekitar bulan April tahun 627 Masehi, tentara Ahzab itu mendekati Kota Madinah. Gerakan mereka terhenti karena di celah antara dua gunung yang menjadi pintu masuk Madinah telah menganga parit pertahanan yang tidak bisa dilompati kuda-kuda mereka.

Sungguh berat sekali perang yang harus dihadapi Rasulullah saw kali ini. Musuh ada di dua front. Tenaga dan pikiran Rasulullah saw pasti terkuras habis. Al-Waqidi menggambarkan betapa lelahnya Rasulullah saw. Ia mendapat sanad yang berujung kepada Abu Waqid Al-Laitsi, seorang sahabat yang ikut dalam Perang Khandaq.

Tampaknya perang memang tidak mengizinkan Rasulullah saw beristirahat. Ummu Salamah, istri Rasulullah, yang ikut berkemah di Markas Komando di Gunung Salah’, nama gunung di sebelah Utara Madinah, bercerita, “Demi Allah, aku berada di tengah kelamnya malam di kemah Rasulullah saw. Beliau sedang tidur sampai aku mendengar suara yang mengejutkan. Aku mendengar orang berteriak, ‘Yaa khailallah (wahai pasukan kuda Allah)!’ Rasulullah saw menjadikan sebutan itu sebagai syiar panggilan Muhajirin: ‘Ya khailallah!’ Rasulullah saw pun kaget mendengar suara orang itu, kemudian beliau keluar dari kemahnya.”

Hari demi hari berlalu. Pengepungan masih berlanjut. Angin dingin bertiup kencang. Medan perang semakin berat. Apalagi untuk pria paruh baya seperti Rasulullah saw. Dalam usia 57 tahun, tubuh Rasulullah saw harus selalu siap siaga berjaga dan siap berperang setiap waktu. Beliau selalu bergerak cepat dari satu titik pertahanan ke titik pertahanan lain yang mendapat gempuran musuh. Serangan itu terjadi kapan pun tak kenal waktu. Siang dan malam Rasulullah saw hampir-hampir tidak bisa tidur selama peperangan berkecamuk. Rasulullah saw adalah manusia biasa. Tubuhnya lelah. Kelelahan yang tiada tara. Tidak ada waktu istirahat untuk Rasulullah saw. Tidak ada.”

Source : Da’watuna.com

Baca lebih lanjut

[jurnal] lingkaran cahaya


Lingkaran,,
suatu bentuk yang unik. ada yang bilang bahwa ia adalah segi banyak.
karena memiliki segi yang tak terhingga banyaknya.

Namun,,
Ini bukan lingkaran biasa.
Ini adalah lingkaran cahaya…
Baca lebih lanjut

[jurnal] Penyambutan SAPPK 2010 dan Ramadhan 1431


FOKUS PMBR MuSA:

1. Acara rutin namun menyentuh.

Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw bersabda: “Lakukanlah [amalan-amalan] sesuai dengan kemampuanmu, karena Demi Allah, Allah tidak akan merasa bosan hingga kamu sendiri yang akan merasa bosan. Dan amalan-amalan yang paling disukai oleh-Nya adalah yang dilakukan oleh pelakunya secara terus-menerus.” (HR. Bukhari)

Ya, yang utama bukanlah yang besar dan megah tetapi insidental (hanya sekali saja) melainkan yang rutin dan istiqomah (menanjak naik, tidak stagnan) meskipun sederhana. Tidak mengapa acara besarnya sedikit, asalkan efektivitas dan efisiensi rekrutmennya tinggi. Jangan sampai yang ikutan acara PMBR hanya yang sudah faham saja, tetapi yang masih ammah pun harus terekrut. Buatlah alur yang baik untuk mereka, mulai dari kegiatan syiar, rekrutmen, hingga ke pembinaan lanjut.

Misalnya, dengan gerakan gerilya untuk masuk ke tiap kelas SAPPK 2010 setiap paginya untuk memipin mereka membaca doa dan tilawah al quran. Atau dengan mengadakan ‘mentoring’ tiap hari (atau minimal 2x sepekan, ingat: mentor harus memberikan waktunya 24 jam selama 7 hari untuk mentee), hanya saja bukan mentoring yang melingkar dan menyampaikan materi, melainkan kegiatan yang menyenangkan seperti: makan-makan, jalan keliling ITB, atau mencari permasalahan remaja di mall-mall (minimal dibuka dengan tilawah dulu). Atau propaganda ‘jilbab and koko day’ tiap hari Jumat.

Yang perlu diingat, mereka masih baru di ITB, kita bangun mindset pada diri mereka bahwa kegiatan yang Islami itu menyenangkan dan sudah biasa dilakukan di ITB selama ini.
Baca lebih lanjut

[jurnal] evaluasi tengah tahun


TURUN!

kalian kira saya senang dengan jabatan ini?
kalian kira saya mau berbuat seperti ini?

saya punya prinsip,
haram hukumnya berkeinginan mendapatkan suatu jabatan.
namun,
wajib hukumnya mempersiapkan diri untuk suatu jabatan.

“Janganlah engkau meminta jabatan, karena sesungguhnya jika engkau diberikan jabatan karena memintanya maka engkau tidak akan dibantu namun diserahkan pada dirimu, dan jika engkau diberi jabatan karena engkau tidak memintanya maka engkau akan dibantu (oleh Allah).” (HR Bukhari dan Muslim)

“Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyesalan, pada pertengahannya kesengsaraan (kekesalan hati) dan pada akhirnya azab pada hari kiamat.” (HR Athabrani)

untuk menjadi pemimpin, tidak perlu menjadi pimpinan.

oleh karena itu,
kalo ada yang ga suka sama kepemimpinan saya, tolong bilang.
kalo ada yang ngerasa saya ga becus memimpin, tolong bilang.

saya akan dengan senang hati mengundurkan diri dari jabatan ini.
seperti yang saya lakukan di PA Mata’.
Baca lebih lanjut