[jurnal] Notulen Sidang Indonesia SALAMAN


Bismillahirahmanirahim

Nama
FORSIMAP (Forum Silaturrahim Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan)

Visi
“Terbentuknya Jaringan yang Kokoh dan Bermanfaat Antar Lembaga Dakwah Kampus Arsitektur dan Perencanaan Se-Indonesia Menuju Kejayaan Peradaban Islam”

Misi

  • Memperluas dan memperkokoh jaringan lembaga dakwah kampus Arsitektur dan perencanaan se-indonesia.
  • Mengkaji Arsitektur dan Perencanaan dari sudut pandang Islam.
  • Mensyi’arkan wawasan peradaban Islam melalui Arsitektur dan Perencanaan.
  • Menginisiasi dan mendampingi lembaga dakwah kampus Arsitektur & Perencanaan menuju kemandirian

Struktur Forum

Penjelasan Struktur Forum
Baca lebih lanjut

[jurnal] Proyek Buku LDW Lagi


Kita bukanlah termasuk ke dalam golongan manusia yang suka menyebutkan amal-amal yang telah kita lakukan untuk dakwah. Kita lebih meyakini perkataan yang pernah disampaikan Ustadz Rahmat Abdullah. “Dua hal yang kita harus ingat: keburukan kita dan kebaikan orang lain.” Begitu tutur beliau yang juga ditayangkan dalam film ‘Sang Murabbi.’ “Dan dua hal yang harus kita lupakan: kebaikan kita dan keburukan orang lain.”

Semoga tulisan ini masih mewarisi semangat ikhlas tersebut. Semoga kita semua dilindungi dari noktah-noktah riya dalam setiap helai hurufnya. Tulisan ini mengajak agar kita semua bisa saling berbagi rasa, saling berbagi asa. Agar kita bisa bersama-sama menyiduk makna, menyaring hikmah, merangkainya dengan indah. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi inspirasi dalam menyusuri teriknya hari. Menjadi tenaga penuh energi dalam meniti jalan dakwah yang terjal ini.

Tertanggal 20 Februari 2010, saya, Reza Primawan Hudrita, terpilih menjadi Kepala LDSAPPK “MuSA” ITB. Sejak saat itu yang ada dalam benak saya adalah kisah teladan Muhammad Al Fatih.

Memang penaklukan Konstantinopel telah Allah janjikan sedari dulu melalui lisan Nabi-Nya, akan tetapi bukan berarti Muhammad Al Fatih tanpa persiapan dalam menyongsong takdirnya itu. Muhammad Al Fatih selalu diperdengarkan oleh gurunya secara terus-menerus hadits yang menyatakan bahwa pemimpin yang menaklukan Konstantinopel adalah sebaik-baiknya pemimpin, hingga hal tersebut menjadi suatu obsesi tersendiri bagi Muhammad Al Fatih. Berawal dari hadits itu, Muhammad Al Fatih mempersiapkan dirinya dengan menjaga amalan wajib dan sunnah semenjak beliau baligh. Terbukti, ketika beliau mengecek amalan para pasukan yang akan menaklukan Konstatinopel, hanya beliau yang menjalankan semuanya.

Obsesi. Satu kata kunci itulah yang dimiliki Muhammad Al Fatih dalam menghidupkan janji Allah yang dilantunkan Utusan-Nya. Kini giliran kita yang harus memiliki obsesi untuk merebut takdir kepahlawanan kita. Setiap bangsa akan Allah pergilirkan untuk memimpin peradaban dunia. Mulai dari Romawi, Arab, Cina, Inggris hingga Amerika telah mendapatkan perannya. Kelak bangsa Melayu, tepatnya Indonesia, pasti akan memimpin peradaban dunia. Mungkin hal itu akan tiba bukan di masa kita, namun langkahnya harus kita mulai saat ini. Hal inilah yang melandasi gerak kepemimpinan saya selama menjadi kepala MuSA, yaitu: Mimpi akan Indonesia Islami, dari kampus menuju peradaban Islam.

Saya percaya bahwa arsitektur dan planologi (tata kota) adalah wadah awal terbangunnya peradaban. Bila rancangan arsitektur dan tata kotanya Islami akan tercipta perilaku Islami, lalu akan berkembang menjadi kebiasaan Islami, setelah itu akan jadi gaya hidup Islami, kemudian akan tercipta budaya Islami, hingga suatu saat nanti peradaban Islam akan tercipta dengan sendirinya. Rekayasa peradaban ini harus dimulai dari sekarang, dengan momentum ketika saya menjadi kepala MuSA.

Langkah awal yang saya lakukan adalah membentuk tim formatur MuSA. Tim ini berfungsi untuk meng-konstruksi MuSA, karena ketika tongkat estafet kepengurusan MuSA diberikan ke saya, saat itu MuSA baru berumur dua tahun dan bisa dibilang benar-benar masih kosong. Tahun pertama MuSA, strukturnya hanya ada kepala MuSA sendirian saja. Ketika tahun kedua, sudah ada strukturnya tetapi orang-orang yang ada hanya koordinatornya saja (belum ada staf), maka dari itu pengurus MuSA saat itu baru ada 4 orang: Kepala MuSA, Sekjen MuSA, Kepala Sektor Internal, dan Kepala Sektor Syiar. Tim formatur bertugas merumuskan visi MuSA hingga strukturnya. Nah, struktur di kepengurusan saya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, yaitu hanya ada 4 posisi: Kepala MuSA, Sekum MuSA (nama Sekjen diganti menjadi Sekum), Sektor Internal, dan Sektor Syiar. Oke, kita bahas satu persatu.
Baca lebih lanjut

[jurnal] Sharing Kewilayahan di pra-GIT (part 1)


Pendahuluan

QS Ali ‘Imran : 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS Asy Syuraa : 23
“…Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan…”

Dua ayat tentang perintah berdakwah. Pada surat Ali ‘Imran ayat 104 kita diperintahkan untuk memilih menjadi golongan yang beruntung, sedangkan pada surat Asy Syuraa ayat 23 kita diperintahkan untuk meluruskan niat untuk tidak mengharapkan upah dalam berdakwah tetapi mengharapkan saling berkasih sayang dalam kekeluargaan. Mungkin itulah mengapa jargon GAMAIS ITB berbunyi “Karena Kita Keluarga.”

Mari kita berangkat dari visi GAMAIS 2008-2013, yaitu “Satu Keluarga Menjadi Model LDK Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi Melingkupi Seluruh Sayap Dakwah Menuju Indonesia Islami.”

Dari satu kalimat di atas, tersebut sebuah frase “Indonesia Islami”, hal tersebut menunjukkan bahwa GAMAIS ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran GAMAIS ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami.
Baca lebih lanjut

[jurnal] Orasi BPH GAMAIS Pusat dan Wilayah


Ahad, 31 Oktober 2010
di Balkon Masjid Al Karim, Parongpong.

BPH GAMAIS Pusat dan Wilayah melakukan sebuah parade orasi untuk menyambut 251 Kader Muda GAMAIS yang baru. Dari SAPPK, yang dateng hanya 3 ikhwan dan (sekitar) 4 akhwat. Dari mereka, terpilihlah PJ SAPPK, yaitu: Rendy Noor Chandra dan Muhfidlatul Qira’ati.

Mereka adalah Dani (SI’07 – Kepala GFTSL), PH (AR’07 – Kepala MuSA), Tedy (TG’07 – Anggota Al Ardhy/Manajer PSDMK Kabinet KM ITB), Ari (OS’08 – Kepala LDFITB), Wahyu (STF’07 – Sekjen GAMAIS), Faiz (MT’07 – Kadep MSDA GAMAIS), Ucup (MS’07 – Kasek Eksternal GAMAIS), Ipeh (FI’07 – Kadep FSLDK GAMAIS), Iqbal (IF’07 – Kadep MSDA MSTEI), Taufiq (SI’07 – Kasek Internal GAMAIS), Adit (FT’07 – Kadep BKM GAMAIS), Gunawan (MS’07 – Kasek Keuangan GAMAIS), Rio (TI’07 – Kepala GAMIFTI), Yoga (MS’08 – Kepala IMAM FTMD), Faisal (SBM’08 – Kepala SMUTY), dan Adjie (TI’07 – Kepala GAMAIS ITB)

Sebenarnya, teks dari orasi ini gabungan dari Ikrar kader GAMAIS dan tulisannya Hasan Al Banna (yang telah diedit oleh suatu lembaga). Ini dia:

Dengan kesadaran penuh akan pengawasan Ar-Rahman dan disaksikan bumi Allah yang mengajari kami berpikir dan berzikir

Kami prajurit-prajurit Allah yang dakwah telah menjadi nafas, yang wajah Allah menjadi kerinduan, yang air mata negerinya menjadi kegelisahan

Dengan kepala tegak, kami akan terus berderap melangkah maju menjadi ksatria terdepan pengusung panji islam ini

Kami kader GAMAIS bertekad kuat untuk berjalan beriringan dengan kecintaan tulus kepada Allah untuk saling mengokohkan dalam setiap tapak mengenal-Nya

Kami kader GAMAIS berikrar bulat, senantiasa membina diri dalam kemuliaan islam

Melakukan perbaikan hingga perjumpaan kami di taman surga, dengan kepalan tangan yang bersatu dalam barisan pengukir peradaban

Saksikanlah, hingga suatu hari nanti, suatu saat di kemudian hari, kampus ITB akan menjelma menjadi taman kehidupan

Dan dipenuhi semerbak wangi bunga kebaikan yang tumbuh subur diatas ukhuwah dan keimanan kami

Diiringi sejuk lantunan Al-Quran dan teduhnya awan keridhoan

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini, selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami

Yang menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami

Betapa berat rasa di hati, ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini

Sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan

Kami membawa misi yang bersih dan suci. Tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia. Tidak mengharap harta benda, atau imbalan lainya. Tidak juga popularitas apalagi ucapan terima kasih

Yang kami harap adalah:

Terbentuknya ITB yang lebih baik dan bermartabat, serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta

Semoga dari sedikit kata-kata ini, akan lahir para kader pembaharu dan penerus estafet dakwah di ITB dan di SAPPK. Amin…

ITB Islami, Bukan Sekedar Mimpi!!!

[jurnal] tentang syiar-kaderisasi MuSA


tulisan ini sedang bicara tentang konsep syiar MuSA dan followup-nya. biar lebih enak, kita analogikan aja ya.
anggap aja MuSA itu adalah perusahaan internasional (?) yang memproduksi sapu lidi (iya, saya juga tahu emang ga oke =p tapi gapapa lah, soalnya lagi males mikir yang ribet)
nah, untuk memproduksi sebuah sapu lidi yang fungsional, tentu ada tahapan-tahapannya bukan? begitu juga dengan dakwah, pasti ada marhalah (tahapan)-nya.
ini dia:

1. ta’rif

kalo dipikir-pikir, kita ini sungguh beruntung.
dulu para rasul dan nabi, diperintahkan oleh Allah untuk mengajak kaum yang kepercayaannya macem-macem kepada ketauhidan kepada Allah. lah, sekarang? kita ‘hanya’ bertugas untuk mengajak orang Islam untuk berislam secara kaffah.
logikanya, lebih mudah dong? yuk, semangat! =j

jadi, pertama yang harus dilakukan adalah ta’rif (mengenalkan) kepada semua orang, terutama yang beragama Islam.
target kita pada tahap ini adalah mengajak sebanyak-banyaknya.
sama seperti ketika kita hendak memproduksi sapu lidi, hal yang kita lakukan adalah mencari bahan baku pembuat sapu lidi (yaitu: daun kelapa) ini sebanyak mungkin. mau daun kelapanya jelek, bagus, panjang, pendek, hijau, coklat, dan apapun, kita ambil aja dulu.
begitu juga dalam dakwah di marhalah ta’rif, kita akan ajak berbagai macam orang: mau yang masih ngerokok, pacaran, berkerudung, ga berkerudung, jarang sholat, jarang ngaji, dan apapun, akan kita ajak dulu.
oleh karena itu, perlu ada strategi khusus untuk memperkenalkan Islam. seperti yang telah Allah sampaikan dalam firman-Nya:

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka…” (TQS. Ibrahim: 4)

tentu hal tersebut berlaku untuk kita, sebagai penerus tugas para rasul untuk menyeru manusia kepada Allah.
nah, pertanyaannya, seperti apakah bahasa anak sappk?
Baca lebih lanjut

[jurnal] Kartu Lebaran


Dengan ini, Keluarga besar MuSA (Muslim SAPPK) ITB mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H,,
Taqabballahu minna waminkum. Amin… =j

Dari Abu Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shalallahu’alayhi wassalam bersabda: “Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (idul) fithri itu ialah pada hari kamu berbuka…” (HR Tirmidzi No. 693. Shahih)

-Kepala MuSA ITB-