Konten Syi’ar Rohis/DKM Sekolah


Setelah sebelum-sebelumnya saya menulis tentang konsep-konsep dan metode-metode syi’ar untuk Rohis/DKM sekolah, saya merasa perlu untuk menulis mengenai konten syi’arnya. Penentuan konten ini sangat penting, karena meski semua ajaran Islam itu penting mulai dari gimana mengurus negara dan masyarakat hingga menyisir rambut ataupun menggunting kuku, hanya saja perlu ada prioritas yang harus disampaikan kepada objek da’wah Rohis/DKM.

Saya biasa membagi konten syi’ar menjadi dua macam, yaitu: konten yang sifatnya mengoptimalkan momentum dan konten yang sifatnya berubah-ubah (sesuai momentum). Untuk konten yang mengandalkan momentum (misalnya: 1 Muharram mensyi’arkan perubahan/hijrah menjadi lebih baik), tujuannya agar daya sentuhnya lebih masif. Sekali saja, tapi ledakannya dahsyat. Sedangkan yang sifatnya tetap itu sebagai konten default yang terus-menerus, tidak ada momentum apapun Rohis/DKM tetap melakukan syi’ar mengenai hal itu secara kontinyu.

Setidaknya ada 2 alasan dari sudut pandang objek da’wah mengapa setiap Rohis/DKM harus memiliki konten syi’ar yang tetap:

  • Konten da’wah yang terlalu banyak dan berubah-ubah bisa membuat para siswa kebingungan, karena terlalu banyak informasi yang didapat. Untuk itu, Rohis/DKM perlu memilih dan memilah konten da’wah dari yang paling penting dan genting.
  • Konten da’wah yang sama, bila disyi’arkan secara terus menerus akan lebih mudah membuka hati dan pikiran siswa sekolah untuk menerima da’wah sehingga mereka mau untuk berubah menjadi muslim yang kaffah.

Baca lebih lanjut

Surat untuk Forkom Alims


Dan Yusuf berkata, “…Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan…”

Saudaraku, ketahuilah bahwa hanya orang-orang besar yang berbicara tentang ide
Yaitu tentang mimpi-mimpi yang jauh melebihi zamannya berada
Dia bisa melihat apa yang orang lain luput melihatnya
Dia bisa visualisasikan hal-hal yang orang lain belum bisa membayangkannya
Dia bisa mengemukakan inspirasi yang bahkan orang lain tidak pernah terlintas di benaknya

Saudaraku, kita berdiri di sini dalam bingkai visi akan kebangkitan Islam
Kita berjuang di jalan ini dalam harap bahwa Islam akan jadi soko guru peradaban
Memang perjalanan yang sulit
Jaraknya terasa selangit
Bekal pun sedikit
Namun dengan keyakinan pada mimpi-mimpi, kita akan tertuntun pada kejayaan itu
Lantas, seberapa kuat keyakinanmu?

Saudaraku, meski di sekitaran kita terlihat pekat
Namun cahaya visi di hadapan akan buat kita kuat
Meski harus tertatih
Janganlah letih
Meski harus berpeluh
Janganlah mengeluh
Walau kita terantuk dan terjatuh
Bangkit, terus berlari, dan melompat lebih tinggi
Menuju cahaya visi
Lantas, seberapa terang cahayamu?
Baca lebih lanjut

Tips-Tips sekaligus Usulan untuk DKM Ar Rahmah


RAPAT EFEKTIF
Adanya penghormatan terhadap waktu (datang sebelum waktunya)
a. Pemberitahuan rapat sejak awal (tidak mendadak dan mencantumkan waktu pasti rapat lalu mulai tepat pada waktu tersebut)
Mempersiapkan bahan rapat dengan baik
a. Pemberitahuan agenda pembahasan (agar peserta bisa memikirkan terlebih dahulu, tidak kosong)
b. Memanfaatkan media rapat secara efektif (papan tulis, alat tulis, dll)
c. Serba aneka pendukung (QL sebelumnya, diawali tilawah, diisi taushiyyah, diakhiri doa)
Fokus pada apa yang dikerjakan
a. Dinamisasi rapat (pemimpin memancing peserta aktif berpendapat dan rapat menjadi dua arah)
b. Ketegasan dari pemimpin rapat (jika terlalu lama, pemimpin bisa mengambil keputusan dengan pertimbangan bersama)
c. Kesimpulan dan pembagian tugas (membaca hasil rapat dan mengecek tiap peserta akan tugasnya)

URGENSI DAN LINGKUP DA’WAH MUSLIMAH (akhwat punya kekhasan yang tidak bisa dilakukan oleh ikhwan, oleh karena itu perlu terdapat dakwah yang melibatkan muslimah saja)
Peran (secara fungsional harus ada di Dewan Harian, biasanya difungsikan kepada sekretaris I)
a. Wakil ketua lembaga (mewakilkan suara lembaga dari pihak muslimah)
b. Pemimpin untuk seluruh koordinator akhwat (bertanggung jawab terhadap keberjalanan korwat)
c. Sebagai pelaksana ‘bidang’ dakwah muslimah (Kaderisasi untuk teman-teman pengurus *kajian khusus muslimah tentang kemuslimahan*, Syiar untuk masa ammah *ucapan selamat berjilbab*)
Yang dilakukan:
a. Meluruskan paradigma wanita agar sesuai dengan fitrahnya
b. Membudayakan gaya hidup islami kepada para muslimah
c. Membentuk karakter muslimah yang tawazun *fikriy, ruhiy, jasadiy*

FUNGSI KOORDINATOR AKHWAT (perlu ada!)
a. Manager (pengoordinasi dan pembimbing para akhwat)
b. Upgrader (peningkat kapasitas dan kemampuan para akhwat)
c. Controller (pemantau kondisi ruhiy/amalan, fikriy/akademis, jasadiy/kesehatan para akhwat)
d. Reminder (pengingat agenda-agenda dalam timeline yang telah disusun)
e. Penampung Aspirasi (terutama bila rapat terpisah karena mendesak)
f. Pengomunikasi dengan Ikhwan (penyampai aspirasi, dibutuhkan seorang yang vokal)
g. Memimpin eksekusi agenda khusus muslimah (termasuk yang ngasih kerjaan ke ikhwan, misal: ngangkat logistik)
h. Penyeimbang dan back up kepala departemen (bagai wakil ketua, men-trigger staf *termasuk yang ikhwan*)
Baca lebih lanjut