Ketika Dua Hari Raya Bertemu


Dengan ini saya, Reza Primawan Hudrita, beserta keluarga (ngarep, haha =j) mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Taqabballahu minna waminkum. Semoga kita mencapai kepada gelar At Taqwa di universitas Ramadhan ini dan bisa S2 di universitas Ramadhan selanjutnya. Amin.

—–

Teman-teman, ada suatu keunikkan dengan 1 Syawal tahun ini, yaitu bertemu dengan hari raya rutin umat Islam tiap pekan, hari Jumat.
Yap, hari raya idul fitri jatuh pada hari jumat dan ternyata ada sebuah fenomena yang Rasulullah lakukan ketika dua hari raya ini bertemu.

1. Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,

أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».

“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan.” (HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310)

2. “Pernah ada dua hari raya berkumpul dalam satu hari, beliau menggabungkan keduanya dengan menjadikannya satu. Beliau mengerjakan dua rakaat shalat Iedul Fitri pada hari Jumat itu, kemudia beliau tidak menambah shalat lagi sampai kemudian mengerjakan Ashar.” (HR Abu Dawud 102,shahih dari Ibnu az Zubair)

Sikap boleh meninggalkan shalat Jumat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali. Sedangkan ulama Syafi’iyah hanya mengkhususkan hal ini bagi orang yang nomaden (al bawadiy) dengan memegang dalil-dalil yang mewajibkan shalat Jumat berikut ini:
Baca lebih lanjut

Shaf Masjid


bismillah assalamu’alaykum wr wb

innalhamdalillah wash shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah

umm, pada suatu jumat (lupa kapan, tapi udah cukup lama) saya pernah mendengar sebuah khutbah jumat di masjid di cisitu, nama masjidnya al-amanah. sang khotib berkata kira-kira begini:

“untuk mengukur kekuatan da’wah di suatu wilayah, lihatlah jumlah shaf di masjidnya. makin banyak shaf, makin cepat kebangkitan Islam terwujudkan.”

jleb, saya langsung tertohok.
tiba-tiba teringat masjid-masjid yang saya sering kunjungi di lima waktu tiap harinya. masjid di deket rumah di bogor, masjid SMA, masjid al ukhuwah ini, dan masjid SALMAN!
seinget saya jumlah shafnya masih dikit (kecuali masjid SMA, karena emang para siswa cuma bisa shalat disitu, jadi agak banyak)

lantas saya jadi mikir, apa yang telah saya lakukan selama ini?
berdakwah dari hongkong! ngajak ngelaksanain yang wajib aja belum bisa, apa lagi ngajak ke hal lain?
astaghfirullah,,,
Baca lebih lanjut