Pelajar Bogor Ikuti Talkshow dan Doa Bersama Menuju Ujian Nasional


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

BOGOR – Puluhan pelajar SMA se-Kota Bogor memenuhi Masjid At Taqwa Balaikota Bogor untuk mengikuti acara Metamorfosa, (27/3). Metamorfosa merupakan talkshow Islami yang diadakan oleh lembaga pembinaan pelajar muslim Kota Bogor, Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA).

Talkshow Islami kali ini mengambil tema besar manajemen prioritas bagi para pelajar. “Kami sengaja mengangkat bahasan ini agar adik-adik pelajar bisa membagi waktunya dengan baik antara menunaikan kewajibannya belajar dengan aktivitas lainnya yang juga bermanfaat,” tutur Rama Adeyasa, ketua SINTESA.

Demi memberikan gambaran pengaturan prioritas hidup yang baik, panitia Metamorfosa menghadirkan M. Sigit Susanto, Ketua BEM KM IPB periode 2012-2013 yang juga mendapatkan predikat Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian IPB tahun 2012. Sigit pun tak canggung berbagi pengalaman dengan adik-adik kelasnya. Peserta juga tampak mengikuti jalannya talkshow dengan antusias.

“Materinya bagus,” kata Rifqi Abdul Jabbar, siswa SMA IT Ummul Quro. “Saya jadi lebih paham bagaimana caranya mengatur waktu saya, mulai dari yang penting sampai ke hal yang tidak penting,” lanjutnya.
Baca lebih lanjut

Seminar Pendidikan Astronomi (part 2)


Alhamdulillah ya, setelah break se sa at kita diberi kesempatan untuk saling berbagi ilmu.
Mari kita lanjutkan lagi ke seminar pendidikan astronomi sesi kedua setelah maksiat (makan shalat dan istirahat, hehe). Btw, kita dikasih makan gratis lho, ada tiga hidangan isinya daging semua dan dodolnya saya ngambil itu semua =(

Yawda, langsung aja kita simak kuliah selanjutnya dari pak Judhistira Aria Utama, seorang dosen Pendidkan Fisika (spesialis keastronomian) di UPI yang alumnus Astronomi ITB, dengan judul “Geliat Astronomi di Kampus Bumi Siliwangi.”

Pada awalnya, beliau bernostalgia bagaimana awalnya bisa jadi dosen yang bisa disebut memang takdir Allah. Beliau mengumpulkan berkas pendaftarannya di hari terakhir dan luar biasanya ternyata beliau adalah orang pertama yang mengumpulkan berkas tersebut, sampai akhirnya beliau resmi jadi dosen di UPI. Kisah berikutnya adalah pengalaman-pengalaman beliau yang menurutnya lebih banyak mempromosikan astronomi. Tak ketinggalan beliau memberitahu audiens terkait sarana dan prasarana yang ada di UPI untuk melakukan aktivitas keastronomian.

Di akhir slide, ada sebuah puisi(?) yang menarik. Ini dia:

I see the moon.
The moon sees me.
God blesses the moon.
God Blesses me.

-A Nursery Rhyme-

Oiaoia, pas sesi pertanyaan ada guru SMA dari medan yang bertanya: kalo masuk jurusan astronomi akan jadi apa nantinya? Sebelum saya tulis jawaban pak Judhistira, saya kisahkan dulu si guru dari Medan ini berlatarbelakang teknik sipil, kemudian jadi guru fisika yang menangani astronomi (nyambung kagak?), karena itulah pak guru ini kesulitan menjawab pertanyaan anak didiknya yang minat terhadap astronomi (yae yalah, lah dia ngajar astronomi aja karena ga ada guru lagi)

Yah, ini adalah pertanyaan klasik yang sangat sulit dijawab. Namun, dengan yakin, pak Judhistira berkata lantang: Saya bangga menjadi lulusan astronomi ITB karena memiliki daya analisis yang kuat dan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari (SUGOOOIIII!!!!! i lop yu pull lah, haha)

Itu saja yang bisa saya ceritakan dari pak Judhistira. Sekarang tiba saatnya kita bergerak agak ke bawah, yaitu ke level pendidikan menengah. Kuliah bertitel “Pendidikan Astronomi di SMA” ini dipresentasikan oleh pak Mariano Nathanael, seorang guru SMA sekaligus alumnus astronomi ITB.
Baca lebih lanjut

jalan-jalan KIR ke Curug Cibeureum


selasa pagi, setelah mendapat 4 sms dari 4 orang berbeda yang ngundang acara jalan-jalan kir, akhirnya memutuskan untuk ikutan acara itu. tadinya kemungkinan gabisa, karena mau backpacking keliling jawa yang sudah direncanakan sepekan sebelumnya. tapi sampai pagi itu tetep ga ada tanda-tanda kepastian backpacking, jadi ikut jalan-jalan kir aja…

jam 6.30 baru berangkat (hehe, maaf kawan, jadi telat) ke pool damri deket botani square. ketemu ipeh, langsung masuk ke dalemnya. ternyata udah baru ada adenis, uswah, dan arina (bener ga?), kemudian datanglah cita, novita, dan pk.
nungguin si asep lama bener, udah gitu ga bisa dihubungi lagi =p
yasud, tinggalin aja.

kami bersepuluh (adenis diitung tiga, hehe) mulai menggerakan kaki nyari kendaraan menuju cibeureum.
setelah ditimbang-timbang, akhirnya diputuskan naik angkot 01 saja ke ciawi. disambung angkot colt nyampe cianjur (bener ga?)

nah, disini kami beli makan siang dulu, trus naik angkot kuning sampe ke tempat wisata gunung gede-pangrango. akhirnya nyampe juga, setelah beli karcis, kami langsung masuk.

kami terus mendaki sejauh hampir 30 hm. di tengah perjalanan kami menemukan danau biru, karena memang airnya berwarna biru. bagus banget…


Baca lebih lanjut

Putih Abu yang Kurindu


Umm, tiba-tiba pengen nulis tentang SMANSA setelah tadi baca note anak kelas XII sekarang (berarti angkatan 2011)

Hanya ingin mengingat-ingat banyak hal yang telah kita dapatkan di SMANSA. Apapun itu, kalo baik, saya harap teman-teman tidak pernah melepaskannya. Yang buruk, segera jadikan hikmah untuk bisa berganti jadi kebaikan.
Oia, berikut ini ada beberapa kuot yang saya ambil dari temen-temen. Kebanyakan dari BUTA sih =D

SMANSA, ketika lelah tak terasa 1 hari 25 jam [shauma]
SMANSA, memori, ilmu, ketaqwaan, sahabat, impian, pendewasaan, masa depan!! Journey of the soul,,, [tajudin]
SMANSA, thanks for all things that we’ve done. I’ll miss it. [irvan]
SMANSA, you’re just IRREPLACEABLE^0^ [marista]
SMANSA, makasih buat semua kenangannya [dodo]
SMANSA, yakin kenang ini tak mungkin lari dan bertransformasi, jadi masa hiasi impi,,, [fika]
SMANSA, menyesakkan dada bila kuingat kalian ketika itu di masa itu. [yoga]
SMANSA, tiada hari tanpa datang ke sekolah, tapi disana kita bisa menemukan arti teman yang sesungguhnya. [pribadi]
SMANSA, three years at SMANSA will influence over 20 years later.. So remember this place, remember this moment… [andre]
SMANSA, belajar adalah permainan terbesar dan terasik dalam hidup. Belajar itu menyenangkan dan merupakan satu-satunya permainan yang pantas dimainkan. [fazri]
SMANSA, crispy crazy!!! [cahyo]
SMANSA, togetherness is PRICELESS…!! [jojo]
SMANSA, semua ini ga akan ada kesimpulannya, karena semua bagiannya bener-bener berarti. [dito]
SMANSA, Allahu Akbar!!! [marwan]
Baca lebih lanjut

SALAM dan TAKBIR


A: eh, salam dan takbir-nya gimana?
B: dari zaman rasul, salam tuh assalamu’alaykum wr wb dan takbir tuh Allahu akbar!
A: *sigh*

hehe, becanda! =D

SALAM

patut disyukuri bahwa DKM memiliki peluang lebih awal untuk merekrut pengurus. ketika ekstrakulikuler lain hanya diberi kesempaan beberapa menit untuk display, DKM mendapatkan waktu 1 hari untuk ‘promosi’. ketika organisasi lain tampil dengan ‘garang’ dan penuh agitasi, DKM hadir dengan lembut dan menyenangkan. mungkin termasuk kufur nikmat ketika momentum ini lewat begitu saja. astaghfirullah..

kawan, mengajak siswa baru menuju kebaikan dimulai dari SALAM ini. jangan sampai persiapannya asal-asalan saja. siapkan apapun yang kita bisa, misal:

a. Branding

bagi para siswa baru, kesan di awal itulah yang kemudian dikenang dan mempengaruhi kehidupan di SMANSA selanjutnya. maka munculkanlah kesan bahwa DKM adalah organisasi yang eksis dan bermanfaat, yaitu memiliki karakter dan citra yang bersahabat bagi setiap siswa baru SMANSA sehingga mereka lebih membuka diri pada DKM. kalo udah gitu, da’wah pun akan lebih mudah.
tunjukkan juga bahwa DKM adalah organisasi yang besar, kuat, aktif, dan berpengaruh di mata publik. bikin asumsi bahwa kalo ga ikutan DKM, ga gaul. atau yang gak islami berarti ga trendi, hehe =D

perlu dicatat, saat SALAM ini yang dikejar adalah kuantitas karena sedang masa perekrutan, sedangkan kualitas dikejar ketika proses PODS dimulai. oleh karena itu, rekrutlah sebanyak-banyaknya para siswa baru dengan pencitraan yang baik di SALAM ini.
pencitraan yang baik mengenai lembaga dakwah, misal: acara yang tidak ngaret dan menunjukkan perilaku yang islami dari para panitia. oia, bisa juga nyambut siswa baru ketika sholat Dhuha pas MOS, insya Allah tersentuh.

b. Event (acara) dan Service (pelayanan)
Baca lebih lanjut

Program Tepat, Kerja (insya Allah) Berkah


Berikut ini ada rumus yang sering digunakan oleh GAMAIS ITB untuk membuat program kerja (terutama kepanitiaan), yaitu CAVD: Cash flow, Appreciation, Value, and Documentation. Yang perlu dicatat, rumus tadi bukanlah tahapan ataupun urutan, tapi biar enak aja nyebutnya CA-V-D! hehe =D

1. Cashflow/basis dana

perlu ada perubahan mindset di setiap departemen atau kepanitiaan bahwa proker adalah tempatnya menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana. diharapkan setelah suatu program berakhir, yang terjadi adalah memberikan sejumlah uang ke bendahara, bukan sebaliknya. minimal impas lah.
lalu, perlu adanya kemandirian finansial. setiap departemen/kepanitiaan punya usaha sendiri dan tidak bergantung pada departemen danu atau donatur. misal, inkasi dari BIRU Smansa atau Al Mishbah.
bahkan, perlu ada target jangka panjang bahwa nantinya DKM memiliki keberlimpahan dana dan itu semua digunakan untuk pelayanan umat, semisal beasiswa dan penyaluran zakat/infaq/shodaqoh/hewan qurban. salah satu keberlimpahan dana itu didapat dengan mendirikan usaha mandiri.

2. Appreciation/Participation

dalam setiap program kerja, kita perlu memerhatikan objek, subjek, dan supporter sehingga mereka memberikan tanggapan positif kepada setiap yang DKM lakukan. ini juga menjadi salah satu parameter keberhasilan dakwah.
Baca lebih lanjut

rancangan pembinaan DKM


bismillah

sebelum bicara terkait pembinaan, saya ingin menekankan perbedaan antara agenda pembinaan dengan agenda syiar/dakwah.

agenda syiar (seperti yang telah dijelaskan pada note sebelumnya) bersifat lebih fun karena memang ditargetkan agar sebanyak-banyaknya yang ikut. makanya harusnya kegiatannya harus yang mereka butuhkan.
sedangkan agenda pembinaan bersifat lebih memaksa karena ada target tertentu yang harus dicapai (menjadi muslim yang kaffah). peserta pembinaan pun harusnya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi pembinaan. namun ga masalah, kalo dibuat fun (asalkan targetnya tercapai)

nah, pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? seperti itulah pembinaan yang baik, nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, pesertanya mau jadi seperti apa. setelah ada, baru dibuat jalan-jalan menuju ke capaian di akhir tersebut.
karena kita sedang bicara tentang pembinaan keislaman, ya berarti target akhir kita, peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang kaffah, yaitu memiliki:

a. Salimul ‘aqidah (‘aqidah yang bersih)
b. Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
c. Matinul khuluq (akhlak yang tegar)
d. Qadirun ‘alal kasbi (kemampuan berpenghasilan)
e. Mutsaqqaful fikri (pikiran yang intelek)
f. Qawiyyul jism (fisik yang kuat)
g. Mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh terhadap dirinya)
h. Munazhzham fi syu’unihi (teratur dalam urusan-urusannya)
i. Haritsun ‘ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
j. Nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain)

10 karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:
Baca lebih lanjut