Untuk yang Berbahagia (2)


Lanjutan dari cerpen Untuk yang Berbahagia. Kalo belum tau, mending baca dulu. Hehe…

Rabu, 4 April 2012
Wuah, kangen sama buku ini. Mengapa tiba-tiba saya menulis cerita harian lagi? Karena hari ini saya iseng menggeledah tumpukan buku-buku di gudang dan saya mendapati buku ini. Buku kecil yang berisi tentang rekam hidup saya semenjak S2 di Turki hingga hari-hari awal pernikahan dengan Raudhah.

Hhhh… ternyata sudah 1,5 tahun berlalu sejak kepergian Raudhah. Apa kabar di sana, sayang?

Kamis, 5 April 2012

Hari ini adalah hari yang selalu saya nantikan, karena paginya saya ada liqo’at dengan binaan-binaan saya dari Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, mereka selalu datang 10 menit lebih awal ke rumah saya, sehingga kita bisa mengefektifkan waktu yang sempit antara subuh dengan jam kerja saya. Untuk itu saya selalu “membayar” mereka dengan selalu menyiapkan materi halaqah dengan sebaik mungkin.

Sekitar pukul 08.00, pertemuan diakhiri dan mereka langsung bergegas menuju tempat aktivitas mereka selanjutnya. Saya pun bersegera bersiap menuju tempat kerja di konsultan Arsitektur yang bertempat di Jl. K.H. Abdullah bin Nuh, dekat Taman Yasmin V. Seperti biasa, sebelum berangkat saya mampir ke swalayan dekat rumah untuk membeli sebotol teh manis kemasan botol plastik untuk menemani aktivitas saya selama 1 hari ini.

Nah, pas sudah sampai di kasir untuk bayar teh tersebut, saya melihat ada anak kecil dengan pakaian serba putih sedang melihat tumpukan permen lolilop di atas meja kasir. Anak kecilnya lucu banget. Karena ga tega membiarkannya, akhirnya saya membeli permen lolipop tersebut dan menyerahkannya kepada si anak lucu itu.

Jumat, 6 April 2012

Hari ini saya menyengaja hadir lebih awal di kantor agar bisa ikut apel pagi untuk briefing singkat dengan para karyawan lainnya. Saya selalu suka dengan suasana briefing ini sejak magang ketika masih kuliah di ITB, karena memang selalu ada pembacaan ayat suci Alquran yang dibaca secara bergantian. Yang paling sering membacanya adalah Pak Deden, Pak Taufik, dan Pak Andri.

Seingat saya, sewaktu saya magang, Pak Deden ini masih suka merokok dan nongkrong ga jelas, tetapi kini bacaan Quran-nya sangat merdu. Begitu juga dengan Pak Andri, beliau dulu baca Surat An Nas ketika jadi imam shalat maghrib di acara Outting Perusahaan saja masih salah dan terbata-bata. Namun kini hafalannya sangat banyak, subhanaLlah.

Sabtu, 7 April 2012

Weekend, yeah! Hehe. Saya pun pergi ke GOR Padjadjaran untuk sedikit jogging pagi. Sekitar 30 menit kemudian, saya mengakhiri olahraga pagi tersebut dan mampir ke swalayan dekat rumah. Kali ini saya tidak langsung pulang, tetapi duduk sejenak di kursi yang ada di depan swalayan.

Ketika sedang asik menikmati suasana sambil minum teh manis, saya kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh siku saya dari samping. Wah, ternyata si anak lucu kemarin, tapi kok dia masih berpakaian putih-putih dan masih memegang permen lolipop waktu itu. Saya pun bertanya: “Sedang apa, dik?” Alih-alih menjawab, si lucu ini malah bertanya balik: “Apa yang paling ingin kakak lakukan sebelum kakak meninggal?”

Deg! Saya benar-benar terhentak dengan pertanyaannya itu, serta merta saja bayangan Raudhah hadir dalam benak dan lisan saya pun mendadak kelu. “Umm, umm, apa… umm…” Saya hanya bisa memandang jejeran ruko di seberang jalan, beberapa belum buka. Dengan tertatih saya berkata lirih: “Mungkin… Saat ini saya ingin bertemu dengan orang yang saya sayangi kemudian membahagiakannya di dunia dan akhirat.”

Saya kemudian tertunduk malu dan tersipu. Ketika itu saya berpikir, anak kecil ini mana mengerti masalah orang dewasa. Begitu saya menoleh ke samping, anak kecil tadi mendadak hilang tanpa tanda-tanda bekas kehadirannya. Agak serem sih, tapi yaudah lah ya…

Ahad, 8 April 2012

WAAA!!! Saya benar-benar tidak akan melupakan hari ini, 8 April 2012! Perasaan saya campur aduk: senang, sedih, takut, lega, dan masih banyak lagi. Haha, mungkin saya sudah gila, karena saya sendiri tidak bisa mempercayai apa yang saya lihat. Oke, oke, akan saya tulis dari awal.
Baca lebih lanjut

Syukur dan Sabar


“Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, semua urusannya adalah baik. Tidaklah hal itu didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia tertimpa kesenangan maka bersyukur. Maka itu baik baginya. Dan apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar. Maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

assalamu’alaykum wr wb
alhamdulillah wa syukurillah,, sebelum nulis yuk bersyukur dulu… =D
tak lupa kita haturkan shalawat dan salam kepada Rasulullah tercinta dan terindu (mohon terima kami sebagai umatmu)

umm, sebenernya apa yang ingin saya tulis ini, saya dapatkan ketika DP2Q I Majelis Ta’lim Salam XVI. tepatnya pada tanggal 29-31 januari 2010 lalu. waktu itu ust Abu Rabbani yang menyampaikan.

yap, tentang sabar dan syukur.
dua buah kata yang gampang banget diucapkan, tapi pas mau ngelaksanainnya, masya Allah berat banget… ='(

tapi tenang! bagi seorang mukmin, walaupun berat, itu adalah karakter defaultnya (jadi kalo ga bersyukur dan bersabar, imannya dipertanyakan!)
melalui lisannya, sang Nabi bersabda bahwa orang yang beriman ketika senang akan bersyukur dan ketika sulit akan bersabar.
Baca lebih lanjut

wahai jiwa, afwan… T.T (part.3)


assalamu’alaykum wr wb

yaa, ayyatuhan nafsul muthmainnah,,

jadilah seorang prajurit yang mencintai kematian sebagaimana orang2 wahn mencintai kehidupan..

laa rohata illa fil jannah..
karena jika kau beristirahat pada siang hari, berarti kau telah melalaikan ummat,
dan jika kau beristirahat di malam hari, kau telah melalaikan diri kita sendiri…

yaa, ayyatuhan nafsul muthmainnah,,

bukankah ummat ini lebih kau cintai daripada dirimu sendiri?
bukan kau rela menjadi tebusan untuk kembalinya kejayaan islam?

yaa, ayyatuhan nafsul muthmainnah,,

tegarlah, sabarlah,,,
jangan terlalu sering mengeluh!
jangan terlalu sering terjatuh!

bangkitlah, wahai jiwaku, dan buatlah negeri ini tersenyum…

Allahu’alam
wassalamu’alaykum wr wb

wahai jiwa, afwan… T.T (part.2)


wahai, jiwa…
sadarlah!

sungguh, betapa mudahnya Allah menggantimu:
dengan orang yang lebih ikhlas hatinya
dengan orang yang lebih khusyuk ibadahnya
dengan orang yang lebih dahsyat dakwahnya
dengan orang yang lebih gigih jihadnya
dengan orang yang lebih sabar akan masalahnya
dengan orang yang lebih syukur akan anugerahnya
dengan orang yang lebih banyak amanahnya

tetapi tidak!
jangan mau tergantikan.
biarlah engkau lelah bermain selama 90 menit, bahkan hingga babak tambahan…
biarlah lelah itu berkumpul menjadi energi ekstra untuk menyambut lelah-lelah berikutnya…
biarkanlah lelah itu lelah mengejarmu…

wahai jiwa,
hadirkanlah semangat surga! HAMASATUL JANNAH!
surga terlalu luas untuk dihuni oleh satu orang…
ajaklah orang-orang yang kau cintai karena Allah,
lalu berlomba-lombalah dalam kebaikan,
hingga SURGA yang RINDU menanti kedatangan kita…
amin.