Naik Marhalah


Ah, terkadang kita memang sama dengan para sahabat yang Allah telah ridho kepada mereka. Ketika Rasulullah memberi perintah, para sahabat melakukan protesnya. Misalnya kisah di bawah ini:

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus melarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

Dan kita pun, bila ada pada masa Rasulullah hidup, pasti akan melakukannya juga. Hanya saja kita protes bahwa 1 bulan itu terlalu cepat untuk mengkhatamkan Alquran. Kita akan meminta untuk diberi dispensi untuk menamatkan Alquran dalam 2 bulan. Astaghfirullah…

Kadang kita berpikir bahwa membaca Alquran yang sebanyak 30 juz itu dalam 1 bulan adalah hal mustahil. Ada sebuah cerita fiktif sarat hikmah yang serupa dengan hal tersebut. Ini dia:
Baca lebih lanjut

Menyambut Dzulhijjah 1431 H


“Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” (TQS. Al Fajr: 1-2)

“Yang dimaksud Layalin ‘Asyr,” begitu Ibnu Katsir berkata dalam Tafsir Alquranil ‘Adhim: 8/390, Dar Tayyibah, “adalah 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan yang selain mereka.”

Dalam ayat tersebut Allah bersumpah dengan “Layalin ‘Asyr” yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa dalam kaidah ilmu ushul tafsir disebutkan apabila Allah bersumpah dengan sesuatu, pasti hal tersebut sangat penting dan memiliki manfaat yang besar.

Kemudian Rasulullah juga pernah bersabda:
“Tidaklah ada hari-hari yang amalan shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dibandingkan hari-hari ini (10 hari pertama bulan dzulhijjah). Mereka bertanya: Tidak pula dibandingkan jihad di jalan Allah? Rosululloh menjawab: Tidak pula dibandingkan jihad di jalan Allah, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian tidaklah kembali dengan membawa sedikitpun dari hal itu (meninggal dunia).” (HR. Tirmidzi: 757, Abu Dawud: 2438, Ibnu Majah: 1727)

“Yang jelas,” demikian penuturan Al Khafidz Ibnu Hajar Al Asqalani, “bahwa sebab keistimewaan 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah adalah karena ia merupakan tempat berkumpulnya ibadah-ibadah pokok, seperti: sholat, puasa, dan shadaqah, serta ibadah haji yang tidak didapati pada bulan yang lain.”

Oleh karena itu, mari kita sambut bulan Dzulhijjah 1431 H ini dengan rangkaian amalan shalih. Berikut ada daftar amalan yang bisa kita kerjakan:
Baca lebih lanjut