[jurnal] Membangun Jaringan FORSIMAP


Beberapa pekan lalu, saya menenggelamkan diri pada koleksi buku salah satu arsitek di Jakarta. Dari buku tentang arsitektur dan arsitek yang saya baca, saya menemukan beberapa fakta unik:

Pertama, melihat banyaknya proyek-proyek dan arsitek berasal, sepertinya kita perlu memfokuskan diri untuk memperkuat jaringan di tiga tempat. Yang paling mudah adalah mencari kontak muslim di semua kampus yang ada jurusan arsitektur/perencanaan/yang serumpun. Lebih bagus lagi bila kontak yang kita dapat itu aktif juga di Rohis/LDPS/SKI jurusannya. Yaitu di:

  1. Jakarta: terdata ada 23 kampus yang ada jurusan di atas
  2. Bandung: 10 kampus
  3. Bali: 4 kampus

Baca lebih lanjut

jaulah dekalah, kitalah tetalah keluargalah


bismillah,
alhamdulillah wash shalatu wassalamu ‘ala rasulillah,,
btw, kok dari tadi belakangnya pake lah yah? jadi lelah.
gapapalah asal lelahnya lillah =p

sebelum mulai ceritanya, saya mau minta maap ama panitia, karena saya telah jadi peserta yang bandel dan tidak mengikuti acara yang disiapkan oleh panitia. hehe
lalu mau mengucapkan terima kasih kepada:
Allah swt (aduh, betapa belum pandainya hamba bersyukur)
kedua orang tua (atas izinnya, semoga perjalanan tadi jadi berkah)
keluarga: istri tercinta (haha, ngarep!!! =p)
sony music (lho?)
pengurus gamais pusat, terutama G1, sekjen, dan tim FSLDK (yang udah mengadakan acara ini, udah saya manfaatkan sebaik-baiknya iAllah. hoho)
para pejuang wilayah (ayo menginspirasi, ITB Islami bukan lagi sekedar mimpi, boi!)
SNADA = senandung nasyid dadakan (lumayanlah, mengisi kekosongan di malioboro dengan syiar melalui syair, gara-gara ga bawa mushaf. dikirain cuma bentar di malioboro =p)
hendra dan kru (kata ryan korum, mata mau rihlah ke padang pas liburan ini. berapaan bro? hehe)
semua orang yang tidak bisa disebutkan satupersatu disini
dan semua orang yang selalu membantu, mengingatkan, menjaga, dan mendoakan seorang PH (siapalah awak ini,,, =D)

jadi gini cerita jaulah nya…
,,,

(bersambung)

yae nggalah,, cepet amat…

jumat 2 april 2010, sekitar pukul 09.00
bis berhenti di suatu tempat di jogja (saya ga tau nama daerahnya apa)
di situ ada lapangan hijau yang luas, mungkin lapangan ini menjadi ruang terbuka bagi masjid agung (?), karena saya anggap bahwa lapangan ini berada di depan masjid tersebut.
saya pun turun untuk mandi. eh ternyata emang ada pemandian umum gitu loh di sekitar masjid. gak cuma satu,,,
bayar dua rebu sodara-sodara. yo wess…
setelah itu, saya dan araf mencoba masuk ke masjid.

wow! masjidnya bernuansa hindu boi.
saya jadi teringat sebuah bangunan peribadahan hindu di bali, yang kalo kita masuk kesana harus menggunakan sarung dulu.
masjid ini ga pake dinding, kolom dan ring baloknya penuh ukiran yang dicat warna-warni (merah, emas, dll)
ring baloknya khas, bertumpuk-tumpuk berirama untuk saling menguatkan.
sayangnya, masjid ini menggunakan keramik sebagai penutup lantaisehingga ketika kita sholat di dalamnya, terasa silau dan panas akibat pantulan sinar matahari.
mungkin akan terasa beda bila diganti bebatuan alami, lebih sejuk =D
ok, sekarang kita bertolak ke Solo menuju UNS.

jumat 2 april 2010, sekitar pukul 13.00
di UNS, kita langsung berhenti di masjid Nurulhuda.
masjidnya diselubungi oleh kaca, saya kurang suka dengan bangunan kaca. panas!
walaupun sudah diberi bukaan dibagian bawah (agar udara dingin masuk) dan dibagian atas (agar udara panas keluar), tetap saja panas
masjidnya belum jadi seluruhnya, bagian entrance-nya masih belum selesai.
yang serem, baloknya sebagian hancur (tulangan besinya keliatan)

nah, setelah istirahat dengan ‘makanan dauroh’ (makanan standar UNS dan ITB beda. haha =D) dan sholat ashar, saya ga langsung naik ke atas untuk menyimak presentasi dari JN UKMI.
saya tetap di masjid bagian bawah untuk berbincang-bincang dengan akh Fatkhurrahman seorang mahasiswa Arsitektur UNS angkatan 2006. (hehe, kebandelan pertama)
beliau adalah ketua bagian kerohanian di Himpunan Mahasiswa Arsitektur UNS.
ternyata di UNS ga ada gARis-nya, kegiatan keislaman hanya menjadi sebuah divisi di Himpunan. (kalo di PWK lebih parah, malah himpunannya baru terbentuk. jadi belum ada divisi kerohanian)
karena kondisinya seperti itu, mereka ga ada struktur, langsung proker.
diantaranya adalah seminar arsitektur islam (sering kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta), buletin, dan kajian.
sebenernya masih banyak, tetapi cuma itu yang diingat =p
Baca lebih lanjut

tolak BHP: harga mati!


bismillah
assalamu’alaykum wrwb

tanggal 17 desember 2008,
tercatat sebagai disahkannya bencana pendidikan indonesia
yup, pada saat itu, RUU BHP berubah menjadi UU BHP
sedih banget…

kenapa BHP penting untuk ditolak?
yang paling fundamental, isinya tuh bertentangan banget dengan dasar filosofis pendidikan

UU BHP menjadikan lembaga pendidikan dijadikan sebuah badan hukum privat, dimana sekolah diperjualbelikan. masa sekolah dan PT diperjualbelikan di pasar saham?! konsekuensinya sekolah harus nyari biaya sendiri untuk menjalankan roda belajar mengajar karena pemerintah cuma ngasih 20% dari total biayanya dan bisa pasti realnya kurang dari itu…

kita semua dibodohi dengan UU BHP,,
mereka bilang pemerintah dipastikan untuk membiayai pendidikan tapi, ya, ada celah hukum dimana UU BHP itu ngebuat pemerintah bisa ga bayar uang pendidikan. intinya sih, pemerintah semakin lepas tangan untuk masalah pendidikan. mana ada pemerintah yang ga peduli ama pendidikan di negaranya?!

jepang pascaperang dunia tuh, memfokuskan pembangunan pada pendidikan. bukan militer, bukan ekonomi, bukan infrasruktur. hasilnya apa? jepang jadi negara maju!!!
Indonesia yang belum maju, udah ninggalin pendidikan. hasilnya apa? … … … *tanya ama diri sendiri*
mending kalo jepang hancur, udah pernah maju. masa Indonesia belum maju, udah hancur duluan?
Baca lebih lanjut