SINTESA masuk berita! (2)


AlhamduliLlah, SINTESA masuk berita daring untuk kedua kalinya nih. Dan yang spesialnya, ada nama saya di berita ini. Mehehehe…

Gak nyangka banget satu panggung sama Pak Oleh Solihin. Beliau bisa dibilang salah satu perantara hidayah saya di jalan da’wah ini dengan bukunya yang berjudul “Jangan Jadi Bebek” “Jangan Nodai Cinta” “Loving You Merit Yuk” dan novel “Serial Ogi.” Selain beliau, ada juga Almh Afifah Afra Amatullah dengan novel Serial Elang, terutama “Seratus Bunga Mawar untuk Mr. Valentine.” Semoga tulisan-tulisan beliau berdua senantiasa menghadirkan hidayah bagi para pembacanya.

Dan semoga ke depannya SINTESA bisa menghiasi koran lokal hingga koran nasional dengan berita-berita positif dan membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. Amiin.

Ini dia kutipan penuh beritanya:
Baca lebih lanjut

Pembinaan Pengurus Rohis/DKM


URGENSI PEMBINAAN PENGURUS DI ROHIS/DKM

Urgensi pembinaan pengurus dijelaskan dalam posisi, peran, dan fungsi pembinaan berikut ini:

  1. Posisi pembinaan dalam da’wah Rohis/DKM itu sangat strategis dan vital, karena merupakan hal pokok dalam organisasi Rohis/DKM selain syi’ar.
  2. Peran pembinaan dalam da’wah Rohis/DKM adalah sebagai bentuk asupan untuk pengurus dalam peningkatan kualitas dan kapasitas sekaligus penjagaan pengurus.
  3. Fungsi pembinaan dalam da’wah Rohis/DKM:
    • Menindaklanjuti proses syi’ar
    • Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengurus
    • Mendukung upaya-upaya pemenuhan karakter muslim paripurna (kaffah)

KARAKTER CAPAIAN PEMBINAAN

Setiap agenda pembinaan haruslah memiliki target-target tertentu yang harus dicapai oleh peserta pembinaan, yaitu menjadi muslim yang paripurna, karenanya pembinaan itu memang bersifat lebih memaksa dibandingkan syi’ar. Peserta pembinaan sebaiknya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi dan tujuan pembinaan ini. Jadi, mau-tidak mau peserta tetap harus menerima meski kurang menyukai metodenya.

Pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? Seperti itulah pembinaan yang baik: nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, peserta diharapkan hendak jadi seperti apa. Karena kita sedang membahas pembinaan keislaman, tentu target akhirnya peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang paripurna, yaitu memiliki:

  • Aqidah yang selamat
  • Ibadah yang benar
  • Akhlak yang tegar
  • Kemampuan berpenghasilan
  • Pikiran yang intelek
  • Fisik yang kuat
  • Bersungguh-sungguh terhadap dirinya
  • Teratur dalam urusan-urusannya
  • Efisien menjaga waktu
  • Bermanfaat bagi orang lain

Sepuluh karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus Rohis/DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:
Baca lebih lanjut

Berukhuwah adalah Bermasalah


Berukhuwah adalah bermasalah, bersaudara adalah bersiap untuk di sana ada berbagai macam konflik-konflik yang akan tercipta di antara kita. Jadi, sangat agung Allah swt yang memberi kita ayat ukhuwah sekaligus ayat masalah dalam surat Al Hujurat ayat ke-10.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Dalam ayat ini Allah memberikan taujih kepada kita bahwasanya orang yang beriman itulah bersaudara, maka damaikanlah di antara kedua saudaramu. Maka alangkah aneh, bila ada orang yang berukhuwah, namun merasa dengan ukhuwah maka tidak akan ada masalah. Justru ukhuwah adalah titik dimana akan terjadi berbagai macam persoalan di dalam kehidupan kita, yaitu persoalan yang akan mendewasakan kita dan bahkan akan kita mengantar kita, dengan persoalan-persoalan itu, menuju ke ufuk tinggi yang mungkin tidak dicapai oleh dengan amal-amal ibadah semata.

Ayat ukhuwah adalah ayat masalah, dan berukhuwah berarti kita sedang memulai untuk merajut kehidupan yang lebih bermakna dengan berbagai macam masalah-masalah yang akan mendewasakan kita. Maka, di dalam masalah-masalah itulah kita tetap mampu berdekapan, kita tetap mampu berpelukan, kita tetap mampu seiring sejalan, karena yang kita tuju satu, yakni Allah swt; karena terminal perhentian kita sama, yaitu surga; karena bendera kita tertulis satu lafal agung “Li’ila-i KalimatiLlah”. Maka, kita memiliki bekal yang banyak, meskipun ada masalah-masalah itu, untuk kemudian tetap berpeluk dan berdekap, dalam dekapan ukhuwah…

Hatta, bahkan RasuluLlah Muhammad saw, ditaujih oleh Allah ‘Azza wa Jala, dengan taujih yang sangat agung di surat Al Kahfi ayat yang ke-28:
Baca lebih lanjut

Ukhuwah itu…


Banyak analogi yang bisa kita tautkan untuk menggambarkan indahnya ukhuwah ini. Akan tetapi, ada satu yang membuat saya terenyuh mendengarnya…

Ukhuwah itu seperti kedua buah tangan dan bukan seperti kedua daun telinga.

Begini penjelasannya:

1.
Bila kita berdiri tegak dan merapatkan seluruh badan, anggota tubuh yang paling jauh adalah tangan kanan ke tangan kiri kan? Karena posisi mereka ada di paling luar. Meski begitu, mereka adalah anggota tubuh yang paling sering silaturahim. Kalau tangan kanan gatal, pasti tangan kiri langsung menggaruknya. Kalau ingin menyabuni tangan kiri ketika mandi, pasti menggunakan tangan kanan (tidak mungkin tangan kiri menyabuni tangan kiri juga kan?). Dan lain sebagainya
Singkat cerita, begitulah mereka, punya ukhuwah. Beda halnya dengan kedua telinga. Meski jarak mereka dekat, mereka tak pernah silaturahim. Bahkan, bila ada satu telinga yang ingin mendekat ke telinga yang lain, telinga yang lain itu malah pergi menjauh. Jelas, ini bukan ukhuwah.
Baca lebih lanjut

Yang Terlewatkan


Dalam sebuah acara silaturahim, seorang kakak pernah memberi taushiyah terkait beberapa hal yang sering dilupakan oleh para penggiat dakwah. Mereka adalah:

1. Semua Milik Allah

Langsung saja kita simak sebuah surah kesembilan dan ayat keseratussebelas dari Alquran Alkarim:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١١١)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 111)

Sejatinya, Allah-lah yang menganugerahi kita segenggam jiwa dan selaksa harta. Setelah itu Allah akan membelinya kembali dengan Surga sebagai gantinya, kelak. Sungguh perkara tersebut adalah perniagaan yang paling menguntungkan, bukan?

Lantas, pantaskan kita untuk menggunakan jiwa dan harta kita untuk obsesi pribadi? Bukan untuk Allah, bukan untuk dakwah. Tidak taat kepada keputusan jama’ah hanya karena kita tidak suka. Haruskah sampai meninggalkan agenda dakwah, karena adanya tujuan pribadi semata?

2. Iman Seperti Pohon

Kali ini kita renungkan Quran Surat Ibrahim ayat 24-25:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (٢٤) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٥)

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”

Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.

Ayat ini sedang berbicara tentang iman: memiliki ilmu yang menghujam mendalam, tetapi juga memiliki amal yang menjulang, rindang, dan berbuah manis.

Keduanya harus berbarengan, tidak bisa dipisah-pisah. Bila kita hanya mencari ilmu, sibuk hanya memperbaiki diri sendiri, dan tidak mengamalkannya, berarti kita sama sekali tidak berguna. Pohon yang seperti itu, lama-kelamaan akan membusuk lalu mati terlupakan.

Bila kita hanya beramal tanpa berilmu, itu seperti pohon yang tinggi namun berakar pendek. Sedikit saja angin menerpa, niscaya batang yang tegak itu roboh seketika, rata dengan tanah.

Oleh karena itu, iringi dakwah dengan tarbiyah.

3. Niat yang Ikhlas
Baca lebih lanjut

. . notre victoire . .


Beginilah hidup…
Semuanya dipergilirkan.
Ada pergantian musim. Ada terang dan gelap. Ada siang dan malam. Ada pagi dan petang.
Semuanya menyatu, datang bersilih satu sama lain, melengkapi, menyempurnakan, dan semoga terus menguatkan ikatan…

Maka di dalam keadaan yang sangat menyesakkan ini.
Akan ada gandeng tangan yang makin erat.
Akan ada pelangi setelah hujan membadai.
Akan ada lukisan alam nantinya…
Karena kita berdakwah bukan mencari mudah, melainkan barakah…

Dan barakah menyuarakan makna.
Betapa dalam tiap taqdir-Nya: ni’mat maupun mushibah,
Ada kedekatan yang bertambah kepadaNya.
Duhai Allah, buat kami merasai hadirMu dengan sungguh…

Lalu, ketika malam semakin pekat mencekam, tanda akan terbitnya cahaya sang fajar.
Dan ketika dakwah ini begitu terancam, itu pasti tanda akan futuhnya tempat ini di tangan kita.
Semoga saja, amin ya Rabb…

Yuk, tambah semangatnya dan saling menguatkan…
Laa izzata illa bil jihad, laa rohata lil mu’miniina illa fil jannah.
Tiada kemuliaan tanpa kesungguhan, tiada istirahat bagi orang yang beriman kecuali dalam surgaNya.

Allahu’alam

*gubahan dari tulisannya seseorang*

Putih Abu yang Kurindu


Umm, tiba-tiba pengen nulis tentang SMANSA setelah tadi baca note anak kelas XII sekarang (berarti angkatan 2011)

Hanya ingin mengingat-ingat banyak hal yang telah kita dapatkan di SMANSA. Apapun itu, kalo baik, saya harap teman-teman tidak pernah melepaskannya. Yang buruk, segera jadikan hikmah untuk bisa berganti jadi kebaikan.
Oia, berikut ini ada beberapa kuot yang saya ambil dari temen-temen. Kebanyakan dari BUTA sih =D

SMANSA, ketika lelah tak terasa 1 hari 25 jam [shauma]
SMANSA, memori, ilmu, ketaqwaan, sahabat, impian, pendewasaan, masa depan!! Journey of the soul,,, [tajudin]
SMANSA, thanks for all things that we’ve done. I’ll miss it. [irvan]
SMANSA, you’re just IRREPLACEABLE^0^ [marista]
SMANSA, makasih buat semua kenangannya [dodo]
SMANSA, yakin kenang ini tak mungkin lari dan bertransformasi, jadi masa hiasi impi,,, [fika]
SMANSA, menyesakkan dada bila kuingat kalian ketika itu di masa itu. [yoga]
SMANSA, tiada hari tanpa datang ke sekolah, tapi disana kita bisa menemukan arti teman yang sesungguhnya. [pribadi]
SMANSA, three years at SMANSA will influence over 20 years later.. So remember this place, remember this moment… [andre]
SMANSA, belajar adalah permainan terbesar dan terasik dalam hidup. Belajar itu menyenangkan dan merupakan satu-satunya permainan yang pantas dimainkan. [fazri]
SMANSA, crispy crazy!!! [cahyo]
SMANSA, togetherness is PRICELESS…!! [jojo]
SMANSA, semua ini ga akan ada kesimpulannya, karena semua bagiannya bener-bener berarti. [dito]
SMANSA, Allahu Akbar!!! [marwan]
Baca lebih lanjut