[jurnal] Notulen Silaturahim 21 Agustus 2010


SHARING KONDISI

1. Universitas Gadjah Mada (Pebri)

Di UGM bernama SKI (Sentra Kegiatan Islam) Arsitektur dan Perencanaan Al Banna

Mulai 7 bulan lalu, ada pembahasan menjadikan keilmuan arsitektur dan planologi sebagai konten syiar.
Jadi, lebih konsen ke syiar keilmuan, tidak hanya syiar keagamaan.

Ketua Jurusan non-Islam, SKI melakukan inovasi dengan mengatur strategi dengan mewajibkan anak SKI daftar asisten.
Dari hal ini, mentoring dapat dilakukan.

Sekitar 10 bulan lalu merintis dengan dibantu dosen, akhirnya sepakat untuk menambah kelompok studi jurusan Arsitektur-Planologi.

2. Universitas Diponegoro (Satriya, Nanda, dan Randy)

Di Undip bernama FKI.
Kebanyakan mahasiswa arsitektur lebih aktif di jurusan, karena susah keluar dari jurusan.
Di kampus memiliki pembina biro, beliau menantang untuk mengadakan kajian yang jumlah pesertanya sama dengan orang yang datang ke konser musik.

Masalah:
– Kekurangan kader.
– Kekurangan dana.
– Hubungan dengan birokrasi sulit (termasuk dalam mendanai organisasi)

Strategi:
– Semaksimal mungkin dapat mengisi posisi sebagai asisten maupun ketua himpunan.
– Arsitektur Islam lebih bagus bisa dibuktikan kelebihannya secara Ilmiah, seperti halnya dengan puasa.
– Bangun syiar yang interaktif, misal bikin film yang interaktif, bahasanya jangan ana-antum tetapi jangan lu-gue juga. Maksudnya, biar syiar Islam bisa lebih disukai dibanding keong racun.
– Mencari tempat kajian yang lebih terbuka dan juga mengundang ustadz lebih friendly pembawaannya.

3. Universitas Indonesia (Arlexs, Latifa, dan Galih)
Baca lebih lanjut