Pilar-pilar Negara


Assalamu’alaykum wr wb

Mungkin tulisan ini adalah analisis instan dari seorang mahasiswa yang punya mimpi untuk Indonesia. Jadi, maklum-maklum aja kalo dangkal banget. Tapi penulis berharap bahwa tulisan ini membawa pencerahan sekecil apapun. Apalagi dalam hidup ini 1% pemikiran dan 99% kerja keras. Semua tulisan ini ga ada artinya tanpa ditindaklanjuti dengan kerja nyata.

Saya kutipkan Pembukaan UUD 1945 paragraf keempat:
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,…

Dari itu semua, kita dapet kalimat intinya dan bila diambil ubah ke kata kunci, jadinya gini:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Melaksanakan ketertiban dunia -> Militer
2. Memajukan kesejahteraan umum -> Ekonomi
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa -> Pendidikan

Tambahan satu lagi -> Politik.
Karena kita sekarang sedang membicarakan tentang sebuah negara, dibutuhkan seorang negarawan yang baik untuk mengoptimalkan ketiga hal di atas.
Oia, mungkin ada yang bingung, kenapa memajukan kesejahteraan umum jadi ekonomi. Menurut saya sih, kesejahteraan manusia dilihat dari daya-nya yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, seperti: pangan, sandang, papan, kesehatan, dll.
Kemudian, yang ditekankan di tulisan ini adalah keempat-empatnya harus dibangun secara terintegrasi dan bersamaan.
Yuk, kita bahas satu persatu…

A. Pendidikan

Pendidikan memiliki peranan paling penting dalam suatu bangsa. Karena dia adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. (dari wiki)
Baca lebih lanjut

Filosofi Pendidikan dan Kaderisasi


UNDANG-UNDANG DASAR 1945
BAB XIII
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

UNDANG-UNDANG NO. 20/2003

Tujuan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa:
b. Berakhlak mulia;

c. Sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri;
d. Menjadi warga negara yang demoktratis;
e. Bertanggung jawab.

********

Pendidikan sejati adalah yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang: Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Berakhlak mulia; Sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri; Menjadi warga negara yang demoktratis; Bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut